Cherreads

Chapter 7 - Bab 7: Kirim Pisau Jika Tidak Segera Diperbarui!

Setelah berdiskusi dengan Qingshi, Xiao Man masuk ke sistem dasbor penerbitan dan memindahkan kepengurusan kontrak komik Ocean ke akunnya sendiri.

Setelah langkah tersebut selesai, ia segera memindahkan kategori komik "Eromanga-sensei" ke dalam subgenre Kisah Kehidupan (Life Department).

Kategori 'Kisah Kehidupan' mungkin terdengar agak biasa saja dibandingkan genre fantasi berdarah panas. Namun faktanya, genre aksi berdarah panas telah merajai pasar selama lebih dari sepuluh tahun. Banyak pembaca lama yang mulai jenuh dengan formula klise yang monoton dan adegan pertarungan yang terus-menerus. Karena itulah, genre kisah kehidupan sehari-hari mendadak muncul sebagai angin segar yang mampu menghapus kejenuhan akibat estetika kekerasan tersebut.

Xiao Man selalu percaya bahwa seiring berjalannya waktu, komik harian seperti genre kisah kehidupan akan semakin menjamur hingga menjadi ciri khas utama bagi platform Dengeki.

"Ocean-sensei, cepatlah ambil tindakan. Jika kontrak belum ditandatangani, slot rekomendasi promosi ini tidak akan bisa dipasang," gumam Xiao Man tidak sabar.

Xiao Man memegang tanggung jawab atas empat kategori sekaligus: kehidupan sekolah, yuri (lily), romansa, dan kisah kehidupan. Pekerjaannya sebenarnya sangat menumpuk, tetapi sekarang dia justru menunda tugas-tugasnya dan menatap kosong ke arah aplikasi QQ, menantikan pemberitahuan pertemanan baru dari sang kreator.

Mau bagaimana lagi, pesona Sagiri-chan terlalu kuat. Demi memuaskan rasa penasaran para pembaca, Xiao Man ingin segera terhubung dengan sang penulis agar bisa mendesaknya untuk terus memperbarui bab komik.

Sepuluh menit berlalu, Editor Qingshi yang berada di sampingnya menyenggol siku Xiao Man yang tampak melamun.

"Ada apa, Xiao Man-san? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Qingshi dengan tatapan penuh perhatian.

"Ah, tidak ada apa-apa kok. Terima kasih atas perhatianmu, Qingshi-kun," jawab Xiao Man sambil tersenyum canggung dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Hingga jam kantor berakhir pada pukul lima sore, Xiao Man tetap belum menerima notifikasi pertemanan dari akun Ocean.

"Apakah kreator Ocean ini tidak ingin mengontrak komiknya di platform Dengeki King?" Jantung Xiao Man berdegup kencang, menyadari kemungkinan buruk tersebut.

Pikirkan saja, seorang komikus dengan kemampuan menggambar seindah itu pasti akan menjadi rebutan dan aset berharga di platform mana pun ia pergi.

Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Sagiri saat ini sedang pingsan selama lebih dari satu jam, sehingga mustahil bisa merespons antusiasme sang editor.

"Ah, benar juga! Di sistem dasbor kan ada data informasinya, aku bisa langsung menghubunginya lewat nomor telepon."

Xiao Man segera membuka dasbor admin dan mencatat nomor QQ milik Ocean. Saat memeriksa lembar informasi itulah, Xiao Man tersentak kaget mendapati fakta bahwa kreator bernama Ocean tersebut ternyata bukan seorang pria, melainkan seorang perempuan!

Di kolom data penulis, jenis kelamin tertulis jelas: Perempuan.

"Ternyata Ocean-sensei adalah seorang perempuan!" Mata Xiao Man berbinar tajam.

Fakta bahwa sang kreator adalah seorang komikus wanita pasti akan mendongkrak popularitas karyanya berlipat-lipat ganda! Jika Ocean-sensei ternyata adalah seorang gadis cantik, maka dengan sedikit strategi pemasaran yang tepat, dia dipastikan bisa langsung meroket menjadi mangaka papan atas. Gabungan antara visual kreator yang menawan dan kualitas gambar komik tingkat dewa akan membuat kesuksesannya berada di depan mata.

Seorang komikus populer tidak hanya akan dikenal luas di dalam negeri Huaxia, melainkan bisa menembus pasar internasional. Karya-karya dari komikus tingkat atas biasanya akan diterbitkan dan laris manis di berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Rusia, Australia, Kanada, hingga Asia Tenggara.

Sangat disayangkan, sistem dasbor admin tidak menampilkan kartu identitas asli penulis, jika tidak, Xiao Man pasti sudah bisa melihat wajah asli dari sang kreator saat ini juga.

------------------------------

Di saat sang editor sibuk memikirkan strategi kontrak, kolom ulasan komik "Eromanga-sensei" sudah gempar dipenuhi oleh desakan para pembaca yang menagih bab baru.

* User ID 'Aku_Akan_Membujukmu': "Koleksiku sudah siap, aku mohon Ocean-sensei segera perbarui komiknya!"

* User ID 'Sagiri_Adalah_Istriku': "Jangan bermimpi yang di atas! Sagiri-chan adalah istri sahku, tidak boleh ada yang merebutnya!" Akun tersebut diketahui baru saja mengganti nama penggunanya siang ini saking fanatiknya.

* User ID 'Kenapa_ID_Eromanga_Sudah_Terdaftar': "Komik ini luar biasa, ini sedikit dukunganku, semoga ceritanya semakin seru!" Pengguna tersebut memberikan donasi sebesar 1.000 yen.

* User ID 'Sagiri_Adalah_Istriku': "Karya seindah ini layak mendapatkan apresiasi lebih." Dia langsung menggelontorkan donasi sebesar 10.000 yen, sembari berjanji jika besok komik ini diperbarui lagi, dia akan kembali mendonasikan jumlah yang sama.

Banyak pembaca lain yang ikut memberikan donasi berkisar antara seratus hingga dua ratus yen. Pesan mereka senada: "Cepat tambah bab baru, atau kami akan mengirimkan pisau silet ke rumahmu!"

Selain desakan untuk memperbarui cerita, kolom komentar juga dipenuhi diskusi hangat mengenai gaya ilustrasinya. Banyak yang mengaku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Sagiri. Setelah melihat keimutan Sagiri, karakter utama wanita dari komik lain rasanya tidak lagi mampu menggetarkan hati mereka.

"Gawat, setelah melihat Sagiri-chan, aku jadi tidak bisa menikmati komik lain lagi."

"Tiba-tiba komik lain terasa hambar, aku terpaksa harus kembali membaca ulang lembar komik Sagiri-chan sepuluh kali."

"Sepuluh kali terlalu sedikit, aku bahkan sudah membacanya sembilan puluh sembilan kali!"

------------------------------

Hari ini adalah hari kedua semenjak komik "Eromanga-sensei" resmi dirilis, tepatnya tanggal 6 Mei 2017 pukul 11:01 pagi.

Di dalam kamar bernuansa merah muda yang dipenuhi boneka maskot TV kecil Bilibili dan figur karakter 2233, suara deru halus dari mesin pendingin ruangan berpadu dengan bunyi ketukan kibor dan tetikus.

Sagiri tampak meringkuk nyaman di bawah selimut TV kecilnya. Matanya terpejam rapat, terlelap dengan deru napas yang teratur.

Perlahan, Sagiri merasakan sensasi dingin yang menempel di dahinya mulai berkurang. Namun tidak lama kemudian, rasa dingin itu kembali menempel dan terasa sedikit lebih berat. Perubahan suhu yang bergantian itulah yang akhirnya menarik kesadaran Sagiri keluar dari tidur lelapnya.

Sistem di dalam otaknya otomatis menampilkan pembaruan status data:

* Nama: Izumi Sagiri

* Poin Penggemar (Fan Value): 1.017 (Ikan asin akhirnya berhasil membalikkan tubuhnya! Tapi apa bedanya angka ini dengan ikan yang berenang di air dangkal? Bangkitlah, wahai 'Komikus Besar'! Rencana harian dimulai sejak pagi hari!)

* Bakat Aktif:

* Teknik Menggambar Sempurna (Kualitas goresan tangan digital maupun manual tetap berada di tingkat teratas!)

 * Beladiri Jarak Dekat Anti-Pria Mesum Lv2 (Anda tidak perlu takut lagi pada paman mesum yang melatih fisik! Namun kemampuan ini masih kurang efektif melawan master seni bela diri tingkat tinggi. Tetaplah waspada terhadap ancaman luar.)

* Bakat Pasif:

* Aura Loli Paling Menggemaskan (Meningkatkan daya tarik sebesar 300% terhadap para lolicon)

 * Suara Lembut dan Fisik Lentur (Suara yang sangat imut dan tubuh yang empuk, sangat cocok untuk menghangatkan kasur.)

Setelah kesadarannya pulih penuh, Sagiri memeriksa informasi sistem dan mendapati bahwa misi pemulanya telah berhasil diselesaikan, membawa poin penggemarnya menembus angka 1.017. Bakat beladiri anti-pria mesum miliknya juga telah naik ke tingkat LV2. Deskripsi target perlindungannya pun berubah, dari yang awalnya mengantisipasi "pria mesum biasa" menjadi "pria mesum tingkat tinggi".

Klik, klik.

Suara ketukan halus pada kibor terdengar di kamarnya. Sagiri perlahan membuka kelopak matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah sebuah kantong kompres es yang menempel di dahinya. Kamarnya tampak agak temaram karena tirai jendela ditutup rapat.

Dia menoleh ke samping dan mendapati satu-satunya sumber cahaya di kamar itu berasal dari layar laptop yang diletakkan di lantai. Di depan laptop tersebut, tampak seorang gadis berambut kuning jagung panjang acak-acakan sedang fokus bermain gim. Kedua kaki putihnya yang polos diayunkan secara acak dengan lingkaran hitam tebal di bawah matanya. Tangan kanannya sesekali mengeklik tetikus dengan cepat.

Lho, bukankah itu Gabriel? Kenapa dia malah bermain gim di kamarku?

Sagiri mengangkat kantong kompres es dari dahinya. Bunyi gerakan halus itu terdengar cukup jelas di dalam kamar yang tenang. Gabriel merespons seketika; dia menoleh dan menatap Sagiri dengan mata pandanya selama beberapa saat.

Kemudian, Gabriel menguap lebar karena mengantuk. Dia langsung menutup laptopnya, berdiri, dan melangkah keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Ah..."

Sagiri awalnya ingin memanggilnya untuk menanyakan situasi, tetapi melihat wajah layu adiknya yang kelelahan akibat begadang semalaman, dia mengurungkan niatnya. Jam di ponsel menunjukkan pukul 11:00 siang tanggal 6 Mei. Pantas saja penampilan Gabriel sekacau itu.

Tapi kenapa dia harus repot-repot pindah kamar hanya untuk bermain gim? Sagiri merasa bingung.

Ehem, maaf jika sistem harus berbicara jujur. Gabriel berada di sini sebenarnya untuk merawat Anda sepanjang malam, dan kantong kompres es itu adalah buktinya, sistem tiba-tiba berbunyi, menjelaskan bahwa Gabriel sengaja bermain gim di kamar Sagiri agar bisa mengganti kompres es di dahinya secara berkala.

Begitu melihat Sagiri terbangun, Gabriel langsung berlagak acuh tak acuh dan pergi begitu saja. Ini adalah karakteristik klasik dari seseorang yang sengaja menyembunyikan kebaikannya.

Seketika itu juga, sudut mata Sagiri terasa sedikit menghangat. Dia sama sekali tidak menduga bahwa adiknya yang pemalas itu ternyata bisa bersikap sangat manis dan perhatian jika kakaknya sedang kesulitan.

Ting!

Ponsel di samping tempat tidur Sagiri menyala, menampilkan sebuah pesan masuk:

"Tolong buatkan aku semangkuk mi instan rasa makanan laut. Seduh menggunakan air mendidih bersuhu pas 100 derajat Celsius, lalu biarkan selama delapan menit. Masukkan dua per tiga bumbu saja, tidak perlu berterima kasih." — Pesan singkat dari akun QQ Gabriel.

Sagiri menghela napas, rasa haru di matanya seketika menguap sirna.

Membicarakan tentang Gabriel, di samping karakteristiknya yang malas dan menggemaskan, dia ternyata juga memiliki sifat tersembunyi yang agak licik (tsundere/haraguro). Meskipun terkadang dia memiliki dorongan hati yang baik, kesehariannya tetap saja didominasi oleh sifat malas yang mendarah daging.

More Chapters