Cherreads

Chapter 2 - Bab 2, Bercinta Dengan Janda Seksi Sampai Pingsan

Kamina Yadori dan Sakimori Youichi tengah membersihkan sebuah kamar di hotel yang dikelola oleh Keluarga Yadori. Sambil merapihkan kamar. Mata Youichi melirik setiap lekukan tubuh dari Kamina Yadori. Di mana menurutnya. Meskipun berusia 58 tahun, Nyonya Kamina masih terlihat cantik, seksi, dan anggun.

"Dari tadi kau melirikku, Youichi-kun? Apakah nenek-nenek sepertiku membuatmu jatuh cinta?" tanyanya dengan nada yang menggoda.

Youichi kaget dengan pertanyaan yang diungkapkan oleh Kamina-san. Harus diakui, bahwa dia juga mengagumi sosok Kamina-san. Seorang perempuan tua yang anggun.

"Apa rahasiamu yang terlihat tampak anggun, cantik, dan seksi di usiamu yang ke-58 tahun?"

Youichi melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup berani. Meskipun dia agak gugup dan khawatir Kamina-san marah.

Kamina hanya tertawa melihat responnya. Ia jelas menyadari apa yang Youichi pikirkan tentangnya, namun ia tidak memprotes. Sebaliknya, ia terlihat lebih seperti terhibur dengan situasi ini.

"Apakah Youichi-kun menyukai wanita yang lebih tua darinya?"

Dia bertanya dengan senyum jahil di wajahnya.

"Jika iya, memang kenapa?" jawab Youichi dengan semburat merah di wajahnya. "Bagiku, Kamina-san adalah sosok yang aku hormati. Engkau adalah perempuan yang hebat dan juga anggun. Sejak pertama kali aku di sini. Entah kenapa aku merasa bahwa aku mulai jatuh cinta dengan tempat ini dan semua penghuninya."

Youichi mengungkapkan perasaannya secara tidak langsung. Di mana dia mencintai Kamina-san dan juga anak perempuannya, Hana-san.

Kamina tersenyum. Ia terlihat cukup senang dengan jawaban Youichi, namun juga agak tercengang dengan keberaniannya. Namun, ia hanya tertawa pelan sebelum menjawab.

"Tidak ada masalah apapun dengan itu. Sekarang... Kau bilang aku anggun?"

Dia mulai mendekat ke arah Youichi. Jarak antara dirinya dengan pemuda itu perlahan menipis.

Kedua tangan Youichi menyentuh wajah cantiknya Kamina-san. Dia mendekatkan wajahnya dan memberikan sebuah ciuman singkat di bibirnya Kamina-san.

 

"Apakah ciuman itu bisa menjadi wujud rasa cintaku kepadamu?"

Kamina menerima ciumannya dengan senang hati. Ia tidak langsung menjauh, melainkan terus mengizinkan Youichi untuk terus berada dekat dengannya. Ia bahkan mulai mengusap wajahnya dengan lembut dengan telapak tangan.

"Apakah ini pertama kalinya kamu memberikan ciuman kepada wanita yang lebih tua daripada kamu?"

Pertanyaannya terdengar penasaran, namun tidak kurang juga dengan nada menggoda.

"Tidak. Sebelumnya aku berhubungan seks dengan Hana-san di Pantai. Selain itu, aku mengintip kau dan Hana-san melakukan lesbian inses. Sehingga membuatku ingin memiliki kalian berdua."

Youichi mengungkapkan apa yang dia lakukan bersama Hana-san dan rasa cintanya yang liar kepada ibu dan juga anaknya.

Kamina terkekeh melihat jawaban yang Youichi memberikan. Sebenarnya tidak ada perlawanan dalam dirinya atas situasi ini. Ia bahkan terlihat lebih seperti tertawa dalam diam daripada merasa marah atau terkejut atas pengakuannya Youichi.

"Jadi... Kau ingin kita berdua? Aku dan Hana-chan?"

Dia bertanya, seolah menguji kebenarannya.

Youichi segera memeluk tubuhnya Kamina-san.

"Aku ingin kalian berdua. Rasanya tidak adil jika aku jatuh cinta hanya kepada Hana-san. Aku tidak ingin ada skandal dengan ibu mertuaku. Jadi, aku memutuskan untuk mencintai kalian berdua dan melayani kalian berdua atas segala kebaikan yang telah diberikan kepadaku."

Kamina tersenyum lembut saat Youichi memeluknya. Ia membalas pelukannya dan mulai mengusap punggungnya dengan lembut.

"Apa kamu mampu menghadapi kita berdua, Youichi-kun? Apakah kamu cukup kuat untuk kami berdua?"

Dia bertanya dengan nada penasaran. Ia ingin tahu sampai sejauh apa komitmen Youichi sehingga ia mampu melayani mereka berdua.

"Itu bisa kita buktikan nanti. Mengingat aku ingin sekali bercinta denganmu, Kamina-san." Youichi mengungkapkan hasrat seksualnya yang sudah tidak bisa dia tahan dan ingin sekali dia menggauli janda cantik nan seksi seperti Kamina.

Kamina tertawa lembut setelah mendengarnya. Ia tampak cukup terhibur akibat gairah yang terlihat jelas dari Youichi.

"Kau benar-benar sangat terbuka sebenernya, ya?"

Dia mulai mengusap tengkuk leher Youichi dengan lembut.

"Apakah kamu ingin melanjutkannya sekarang saja?"

"Iya. Aku ingin kau buka kimonomu dan telanjang di depanku. Aku beneran tidak sabar untuk bercinta denganmu, Kamina-san," ungkap Youichi dengan wajahnya yang memerah.

"Kau bahkan lebih terbuka daripada Hana-chan."

Kamina berkata dalam bisikan ringan sebelum ia terkekeh lembut. Ia lalu melepas ikat pinggang miliknya yang terbuat dari kain dan melepaskan jubah biru. Ia melempar jubahnya ke kursi terdekat dan menunggu Youichi untuk bertindak selanjutnya.

Youichi beneran takjub akan keindahan tubuh Kamina-san. "Dia masih seksi dan anggun di usianya yang ke-58 tahun."

Youichi kemudian meremas-remas kedua dadanya Kamina-san yang berukuran besar. Kemudian Youichi mengigit kedua dadanya Kamina-san secara bergantian.

Kamina tidak menyangka bahwa Youichi akan langsung menyerang dadanya seperti itu, sehingga ia sempat terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Youichi. Ia sempat melepaskan teriakan ketidaknyamanannya, namun kemudian hanya tertawa lembut.

"A-Ah, kamu lebih aktif daripada apa yang aku duga saja...."

Setelah menggigit kedua dadanya Kamina-san. Youichi meremas-remas kedua dadanya Kamina-san dan dia menciumi bibirnya.

Kamina tidak menyangka bahwa Youichi akan segera lanjut dengan ciumannya. Ia hanya sempat melenguh pelan akibat perbuatannya, namun setelah beberapa saat kemudian, akhirnya ia memecah ciumannya untuk mengambil nafas. Ia sempat mengerjap beberapa saat sebelum akhirnya kembali bicara

"Mmmm.... kamu seolah tidak ingin aku bisa bernapas...."

Youichi mendorong tubuh Kamina-san ke tembok. Tangan kanannya mengangkat kaki kanan Kamina-san, tangan kirinya mencengkram dengan erat dada kirinya Kamina-san yang besar, dan dia mulai memasukkan alat kejantanannya ke dalam area kewanitaan milik Kamina-san.

"Ini adalah posisi yang enak untuk bercinta denganmu, Kamina-san."

Youichi kemudian mencium bibirnya Kamina-san dan mulai menggerakkan badannya untuk menikmati hubungan antara kedua alat dari manusia yang dibedakan oleh kelamin dan usia.

Kamina tidak menyangka bahwa Youichi akan langsung menerapkannya dengan begitu kasar. Ia sempat terkejut dengan tindakan yang dilakukan olehnya sebelum akhirnya melenguh lemah akibat dorongan yang ia terima. Ia sempat melirik kaki kirinya yang kini kini tengah diangkat oleh oleh Youichi sebelum akhirnya melirik wajahnya.

"K-K-Kau sangat kasar-"

Kamina tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena ia segera menahan nafasnya akibat ciumannya.

Youichi berhenti menciumi bibirnya Kamina-san. Dia berganti posisi ke posisi belakang. Kedua tangannya memegang pinggulnya Kamina-san yang begitu seksi. Kemudian Youichi melakukan doggy style kepada Kamina-san.

"Pinggul dan pantatmu sangat seksi dan menggoda, Kamina-san. Aku beneran ingin doggy style terhadap dirimu."

Youichi tengah melakukan hubungan seks dengan posisi doggy style terhadap Kamina-san.

Kamina tidak mampu menjaga ekspresinya saat posisi itu. Ia akhirnya hanya bisa memasrahkan dirinya kepada Youichi. Ia sempat menyeka air matanya akibat posisi itu, sebelum akhirnya ia kembali menghela nafas.

"A-Ah... Youichi-kun.... kamu benar-benar kasar.... kamu benar-benar tidak memberikan aku nafas...."

Kamina bahkan sempat tidak mampu untuk menyelesaikan ucapan yang ingin ia ucapkan.

"Aku akan muncrat, Kamina-san."

Dari alat kejantanannya Youichi mengeluarkan cairan putih kental penuh cinta ke dalam area kewanitaannya Kamina-san. Di mana miliaran sel-sel cinta tersebut segera berlomba-lomba menuju ke dalam rahimnya Kamina-san untuk melakukan pembuahan.

"Benar seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Bahwa janda sangat menggoda."

Kamina hanya bisa meremas tembok yang berada tepat di belakangnya dengan kuat akibat tekanan yang ia terima. Ia sempat mencengkram ujung-ujungnya dengan erat untuk tidak kehilangan kesadarannya. Ia sempat menghentikan nafasnya beberapa saat sebelum akhirnya berani untuk mengeluarkan nafas setelah beberapa saat yang cukup lama.

".....Haaaaaa.... Haaaaaaa.... kamu... benar-benar...."

"Kau benar-benar membuatku puas, Kamina-san."

Kamina sempat diam beberapa saat sebelum akhirnya kembali bicara setelah sempat mengambil nafasnya.

"Kau sangat kasar... aku bahkan hampir saja kehilangan kesadaranku saat itu.... tapi, kamu...."

Kamina terdiam beberapa saat untuk mencerna apa yang terjadi bar-bar tadi sebelum akhirnya ia kembali melirik Youichi dengan ekspresi tertarik.

".... kamu belum puas?"

"Kau ingin lagi?" ajak Youichi untuk kembali berhubungan seks.

Kamina sempat tertawa lembut saat Youichi bertanya seperti itu sebelum akhirnya ia menaikkan salah satu lengan dan menyandarkan punggungnya di tembok, sehingga kini posisi badannya sedikit meliuk ke atas

"Tapi apakah kamu mampu untuk kedua ronde ini?"

Ia bertanya dengan nada menggoda.

Youichi membanting tubuh Kamina-san ke futon. Dia kemudian kembali melanjutkan hubungan seksual ronde keduanya.

"Aku akan terus bercinta sampai Kamina-san puas."

Youichi menggauli Kamina-san dengan begitu liarnya. Badannya bergerak maju-mundur menyodok-nyodok area kewanitaan Kamina-san.

Kamina tidak mampu menahan deru nafasnya dengan kasar saat Youichi melakukan hal itu. Ia hanya bisa memegang erat selimut yang berada tepat di bawahnya untuk meredakan deru nafasnya yang terdengar sangat keras.

"H-Hahaha... kamu... benar-benar ganas...."

"Karena aku akan bercinta dengan Kamina-san sampai kamu hamil," tegas Youichi.

Kamina hanya sempat tertawa lembut di tengah desahannya akibat perkataan Youichi.

"Apa kamu yakin kamu mampu untuk membuat saya hamil di usia saya yang ke-58 tahun ini?"

Ia bertanya dengan nada penasaran meskipun ada nada menggodanya dalam perkataannya.

"Yah, namanya juga usaha. Kalaupun kau tidak hamil. Setidaknya aku akan membuat Hana-san hamil," balas Youichi dengan santainya.

Kamina tertawa pelan setelah mendengar pengakuan Youichi bar-bar tadi.

"Hahaha, kamu sangat jujur tentang ini, ya? Tapi baiklah, kamu boleh melakukannya...."

Ia tertawa lembut sebelum lanjut berbicara

"Tapi aku bahkan tidak yakin jika aku masih cukup subur untuk hamil...."

1 jam telah berlalu. Youichi tergeletak tak berdaya setelah bercinta dengan Kamina-san. Sementara perempuan tua itu berada di samping Youichi sambil mengelus dengan lembut tubuh pemuda yang telah menggaulinya dengan liar.

Kamina hanya tersenyum melihat posisi Youichi yang kini hanya terbaring lemah di sampingnya.

"Kapan terakhir kali kamu melakukannya dengan begitu liar dan kasar seperti tadi?"

Kamina bertanya dengan lembut sambil terus mengelus-elus kepala Youichi dengan lembut.

More Chapters