Cherreads

Chapter 350 - Black Hole

Tekanan Dimensional Sovereignty semakin menguat.

Simbol-simbol geometris raksasa berputar di sekeliling Storm, menekan tubuhnya dari segala arah. Hukum ruang dipadatkan ribuan kali lipat. Bahkan udara terasa seperti baja cair.

Tesseract melayang tinggi, cahaya birunya membanjiri seluruh dimensi.

"Berhentilah melawan," suaranya bergema dingin.

"Tubuh manusiamu tidak akan mampu menahannya."

Storm berlutut, tangannya gemetar menahan beban tak kasat mata. Retakan hitam dari Velora masih menjalar, tapi kini ditekan oleh lapisan realitas baru yang terus diperkuat Tesseract.

Velora berbisik pelan di dalam dirinya.

"Tekanan ini tidak bisa kuhapus sepenuhnya. Dia menumpuk hukum di atas hukum."

Storm terdiam sejenak.

Lalu ia tersenyum tipis.

"Kalau begitu… aku tidak akan menghapusnya."

Ia mengepalkan tangan.

"Armor Scarlet—"

Cahaya merah pekat meledak dari tubuhnya.

"—Skycrimson."

BOOOM!

Lapisan baja merah menyala menyelimuti tubuh Storm. Lebih ramping dari mode Ashura, namun jauh lebih padat. Garis-garis merah gelap membentuk pola seperti sayap langit senja di punggungnya.

Tekanan Tesseract masih ada.

Namun kini—

Armor itu menahannya.

Retakan muncul di permukaan Skycrimson, tetapi tidak langsung hancur.

Tesseract menyipitkan kesadarannya.

"Kau menambahkan lapisan pertahanan fisik di tengah dominasi ruangku?"

Storm bangkit perlahan.

"Bukan cuma itu."

Ia membuka telapak tangannya.

Ruang di sekitarnya bergetar.

Bukan kehampaan Velora kali ini—

Melainkan tarikan gravitasi yang sangat dalam.

Sebuah titik gelap kecil muncul tepat di depan tangannya.

Black Hole muncul.

Namun berbeda dari sebelumnya.

Kali ini bukan untuk menyerang.

Melainkan untuk menyerap.

Gravitasi di sekitar Storm mulai terdistorsi. Tekanan ruang yang menekannya tersedot perlahan ke singularitas kecil itu.

Simbol-simbol segel Tesseract bergetar.

"Mustahil…" gumam sang penjaga dimensi.

Storm berdiri tegak sekarang.

Black Hole mini itu berputar stabil di depan Armor Scarlet Skycrimson, menyerap sebagian tekanan Dimensional Sovereignty.

"Aku tidak perlu menghancurkan hukummu," ucap Storm tegas.

"Aku cukup menguranginya."

Velora tertawa kecil.

"Akhirnya kau berpikir seperti kosmik."

Tekanan biru dan gravitasi hitam bertabrakan di udara, menciptakan pusaran energi merah gelap di sekitar Storm.

Tesseract segera memperkuat dominasi ruangnya.

Lapisan realitas baru turun seperti palu raksasa.

BOOOOM!

Storm tertekan lagi—namun kali ini tidak sampai berlutut.

Armor Skycrimson bergetar hebat. Retakan muncul, lalu menyatu kembali.

Black Hole di tangannya membesar sedikit, menyerap lebih banyak tekanan.

Dimensi mulai melengkung.

Bukan hanya karena Velora.

Tapi karena kombinasi tiga kekuatan:

Otoritas Dimensi.

Kehancuran Mutlak.

Dan Gravitasi Singularitas.

Tesseract akhirnya menggerakkan kedua tangannya sekaligus.

"Jika kau menyerap tekananku… maka aku akan memberimu lebih dari yang bisa kau tanggung."

Seluruh dimensi meredup.

Tekanan meningkat drastis.

Black Hole Storm bergetar liar.

Armor Skycrimson mulai retak lebih parah.

Storm menggertakkan gigi.

"Ini belum cukup…"

Ia mengangkat kedua tangannya.

Black Hole itu membesar, membentuk cincin gelap di belakangnya seperti mahkota kehampaan.

Gravitasi liar menyapu dimensi, menarik serpihan cahaya dan simbol-simbol segel ke arahnya.

Tesseract terdorong beberapa meter.

Dalam mode Sovereignty penuh—

Ia harus menahan posisinya.

"Kau mencoba menyeimbangkan wilayahku dengan singularitasmu sendiri…" ucapnya rendah.

Storm menatapnya melalui helm armor merah menyala.

"Kalau ini duniamu…"

Black Hole di belakangnya berdenyut semakin kuat.

"...maka aku akan menciptakan pusat gravitasiku sendiri."

BOOOOOM!

Gelombang gravitasi dan tekanan ruang bertabrakan di tengah dimensi.

Retakan besar membelah langit geometris.

Tesseract masih berdiri.

Storm juga masih berdiri.

Tesseract menyadari bahwa manusia di hadapannya tidak lagi sekadar ancaman.

Ia adalah anomali.

More Chapters