Di atap gedung tinggi dekat halaman X.A.R.A, seorang pria tua berdiri dengan tangan di belakang punggungnya.
Franskeinsteins Lywara.
Matanya mengamati seluruh medan pertempuran di bawah.
Storm dan Lgris masih bertabrakan di udara.
Zero dan Terminator Demon saling menghantam seperti dua mesin perang.
Marika masih menyerang Arabels dan Lira dengan rantai emasnya.
Rizen hampir mencapai tangga tempat Aryes berdiri.
Situasi benar-benar di ambang kehancuran.
Namun bukan itu yang membuat Franskeinsteins kesal.
Dari kejauhan—
Langit kota H2700 dipenuhi bayangan kapal militer.
Armada Aksrega United.
Puluhan pesawat tempur dan kapal penyerang mulai memasuki wilayah udara.
Di depan armada itu, satu kapal komando besar memimpin barisan.
Kapal milik Kapten Sir Varbosta Lynnys.
Franskeinsteins mengerutkan kening.
"Pak presiden Kael…"
Ia menghela napas panjang.
"Kau benar-benar memanggil militer."
Baginya, itu jelas sebuah gangguan.
Operasi APH seharusnya berada di bawah kendali mereka sendiri.
Namun sekarang militer ikut campur.
Ia menekan alat komunikasi kecil di telinganya.
"Hubungkan aku dengan Tuan Dooms."
Beberapa detik kemudian, suara berat terdengar di saluran komunikasi.
"Ada apa Franskeinsteins."
Suara itu tenang namun kuat.
Franskeinsteins langsung berbicara.
"Armada militer Aksrega menuju lokasi."
Ia menatap langit yang semakin dipenuhi kapal tempur.
"Varbosta membawa terlalu banyak pasukan."
Ia menahan kekesalan di suaranya.
"Ini operasi APH, bukan operasi militer."
Beberapa detik hening.
Lalu Dooms menjawab pelan.
"Aku sudah menerima laporan."
Franskeinsteins menatap ke arah Storm yang masih bertarung dengan Lgris.
"Pertanyaannya sekarang sederhana."
Nada suaranya lebih serius.
"Apakah kita tetap membawa pemuda bernama Storm itu?"
Ia menambahkan dengan dingin.
"Entitas dalam dirinya terlalu berbahaya untuk dibiarkan bebas."
Beberapa detik berlalu sebelum Dooms menjawab.
"Aku tahu."
Suara Dooms tetap tenang.
Namun jawaban berikutnya membuat Franskeinsteins terdiam sejenak.
"Untuk saat ini… mengalah saja."
Franskeinsteins mengernyit.
"Mengalah?"
"Ya."
Dooms melanjutkan.
"Sepertinya Kael berubah pikiran."
Franskeinsteins memandang armada militer yang semakin dekat.
"Berubah pikiran bagaimana?"
Dooms menjawab singkat.
"Dia tidak ingin kota H2700 hancur karena operasi kita."
Franskeinsteins mendecih pelan.
"Sejak kapan Pak Presiden peduli pada kerusakan kota?"
Dooms tidak menanggapi sindiran itu.
Ia hanya berkata dengan nada tegas.
"Tarik pasukan sekarang."
Franskeinsteins menatap ke arah bawah sekali lagi.
Storm masih bertarung.
APH hampir berhasil mengepungnya.
Namun sekarang—
Perintahnya berubah.
Dooms menambahkan satu kalimat terakhir.
"Operasi penangkapan Storm… ditunda."
Komunikasi terputus.
Franskeinsteins berdiri diam beberapa saat.
Lalu ia menghela napas panjang.
"Benar-benar merepotkan."
Ia menatap medan perang di bawah.
Sekarang ia harus menghentikan semuanya.
