Langit di atas pantai selatan H2700 terus dipenuhi kilatan cahaya.
Laser dari Mecha raksasa kembali ditembakkan.
ZRAAAK!
Sinar energi itu menembus udara dengan kecepatan tinggi.
Storm memutar tubuhnya di atas Deathred, papan selancar merah itu berbelok tajam seperti burung pemangsa yang menghindari serangan.
Ledakan cahaya kembali menyebar di awan.
Storm menatap Mecha yang melayang di depannya.
Mesin raksasa itu masih berdiri stabil di udara, meriam-meriam energinya terus mengarah padanya.
Storm mendecih pelan.
"Robot ini cukup keras juga."
Beberapa serangan sebelumnya sudah ia coba.
Namun Mecha itu masih bertahan.
Armor logamnya jauh lebih kuat dari yang ia kira.
Storm menghela napas pelan.
"Kalau begitu…"
Ia mengangkat tangannya ke udara.
Energi merah samar mulai berkumpul di sekitarnya.
Udara di sekeliling Storm bergetar.
Kemudian—
Puluhan cahaya logam muncul di udara.
Satu.
Dua.
Sepuluh.
Puluhan.
Pisau-pisau baja mulai terbentuk dan melayang di sekeliling tubuhnya.
Bilahnya tajam, berwarna merah gelap seperti darah yang memantulkan cahaya langit.
Itulah teknik miliknya: Blades Crimson.
Jester yang berada di pantai sempat melihatnya dari kejauhan.
"Itu pisau terbang…"
Ia mengangkat alisnya.
"Storm mulai serius."
Di langit—
Puluhan Blades Crimson melayang seperti kawanan burung pemangsa.
Namun Storm belum selesai.
Energi lain mulai mengalir dari tubuhnya.
Bukan sekadar kekuatan biasa.
Udara di sekitar pisau-pisau itu mulai bergetar.
Seolah ruang itu sendiri sedang melengkung.
Storm menambahkan kekuatan lain ke dalam tekniknya.
Kekuatan Ruang.
Aliran energi dimensi menyelimuti setiap bilah pisau.
Bilah-bilah itu mulai bergetar dengan aura yang tidak stabil.
Seolah mereka mampu memotong bukan hanya logam—
Tapi juga ruang itu sendiri.
Storm menatap Mecha raksasa di depannya.
"Sekarang…"
Ia menggerakkan tangannya ke depan.
"Coba tahan ini. Sialan."
Puluhan Blades Crimson langsung melesat.
WHOOOSH!
Pisau-pisau itu menembus udara dengan kecepatan luar biasa.
Beberapa menghilang sejenak—
Lalu muncul kembali di titik lain.
Efek distorsi ruang membuat arah serangan mereka hampir mustahil diprediksi.
Mecha raksasa itu segera mengaktifkan perisai energinya.
Namun sudah terlambat.
TRANG!
Satu bilah menembus lapisan pelindung.
BRAK!
Bilah lain menghantam bagian bahu Mecha.
Ledakan percikan logam terjadi di udara.
Serangan bertubi-tubi mulai menghantam tubuh mesin raksasa itu.
Storm tetap melayang di udara di atas Deathred, tangannya terangkat mengendalikan seluruh pisau tersebut.
Langit H2700 kini dipenuhi kilatan merah dari Blades Crimson yang terus menyerang targetnya.
