Cherreads

Chapter 439 - Ginga Stars

Langit di atas pantai H2700 mulai tenang.

Angin laut berhembus pelan, membawa aroma asin yang menenangkan setelah pertempuran panjang.

Beberapa bongkahan es yang tersisa dari kekuatan Storm perlahan mencair di permukaan laut.

Di kejauhan—

Siluet besar Mecha raksasa masih berdiri di perairan dangkal.

Tubuh logamnya penuh bekas benturan dan goresan akibat pertempuran sebelumnya. Beberapa bagian armor bahkan terlihat retak, mengeluarkan percikan kecil dari sistem internalnya.

Violys masih berada di dalam kokpit.

Ia sedang memeriksa kondisi mesin melalui panel kontrol yang dipenuhi data teknis.

"Kerusakan struktural di beberapa bagian…" gumamnya.

"Inti energi juga hampir overload."

Violys menghela napas kecil.

"Sepertinya aku harus kembali ke markas."

Di pantai, Aryes hanya menyeringai kecil mendengar laporan itu.

"Sudah kuduga."

Violys membuka saluran komunikasi ke luar.

"Ada beberapa bagian yang harus diperbaiki."

"Kalau tidak, mesin ini tidak akan bisa bertarung lagi dalam waktu dekat."

Mecha raksasa itu mulai bergerak.

Mesin pendorongnya perlahan menyala.

Namun tepat sebelum Violys bersiap terbang kembali ke markas—

Sebuah bayangan turun dari langit.

WHUSH!

Storm mendarat dengan ringan di pasir.

Arabels langsung menoleh ke arahnya.

"Storm… kamu baik-baik saja?"

Storm hanya mengangguk pelan.

"Tidak apa-apa."

Ia kemudian berjalan beberapa langkah mendekati laut.

Tatapannya tertuju pada Mecha raksasa yang menjulang seperti gunung logam.

Beberapa detik ia hanya menatapnya.

Lalu Storm mengangkat sedikit suaranya.

"Aku ingin bertanya satu hal."

Violys berhenti sejenak di dalam kokpit.

"Apa itu Storm?"

Storm menatap mesin raksasa itu.

"Apa nama Mecha itu."

Angin laut berhembus melewati pantai.

Semua orang sedikit penasaran dengan pertanyaan itu.

Violys terdiam beberapa detik, lalu menjawab dengan nada datar seperti biasa.

"Namanya…"

Ia melihat ke panel utama mesin yang menampilkan identitas unit.

"Ginga Stars."

Arabels sedikit terkejut.

"Ginga… Stars?"

Violys mengangguk.

"Itu nama yang diberikan sejak awal mesin ini dibuat."

Jester tertawa pelan.

"Nama yang cukup besar untuk mesin sebesar itu."

Zero juga melihat ke arah Mecha raksasa tersebut.

"Tidak heran bentuknya seperti benteng berjalan."

Violys melanjutkan.

"Konsep awalnya adalah mesin yang mampu bertarung melintasi ruang angkasa."

"Karena itu namanya diambil dari 'bintang-bintang galaksi'."

Storm tidak mengatakan apa-apa lagi.

Ia hanya memandang Mecha raksasa itu sebentar.

Mesin sebesar gunung.

Diciptakan oleh manusia.

Namun tetap belum cukup untuk benar-benar menjatuhkannya.

Violys akhirnya menutup komunikasi singkat itu.

"Baiklah."

"Obrolan selesai."

Mesin pendorong Ginga Stars mulai menyala lebih terang.

Udara di sekitarnya bergetar oleh dorongan energi.

Violys berkata singkat.

"Aku akan kembali ke markas."

"Banyak yang harus diperbaiki."

Beberapa detik kemudian—

BOOOOOOM!

Mecha raksasa Ginga Stars melesat ke langit, meninggalkan jejak cahaya di udara saat menuju markas penelitian X.A.R.A.

Di pantai—

Semua orang hanya bisa melihatnya menjauh.

Storm berdiri diam, menatap langit tempat mesin itu menghilang.

Dalam pikirannya terlintas satu hal.

Jika mesin sebesar itu saja masih akan di-upgrade—

Maka pertempuran di masa depan mungkin akan jauh lebih besar daripada hari ini.

More Chapters