Cherreads

Chapter 448 - Kunci Ginga Stars

Hanggar besar markas X.A.R.A masih dipenuhi suara pekerjaan para ilmuwan.

Percikan alat las menyala di beberapa bagian rangka kapal Nexus S-4473, sementara para teknisi sibuk memasang komponen mesin yang rumit.

Di salah satu sisi hanggar—

Storm masih duduk santai.

Tatapannya berpindah-pindah antara kapal besar di depannya dan layar hologram yang menampilkan Ginga Stars dalam mode nonaktif.

Ia terlihat benar-benar berpikir.

"Naik Mecha…"

Storm menatap layar Ginga Stars.

"Atau naik kapal antar bintang ya…"

Ia lalu melihat kembali kapal Nexus S-4473 yang sedang dirangkai.

Storm menggaruk kepalanya lagi.

"Kenapa dua-duanya keren?"

Namun saat ia sedang melamun—

Seseorang berdiri tidak jauh darinya.

Storm baru menyadarinya beberapa detik kemudian.

Ia menoleh.

"Kau kau itu Violys?"

Violys Delstin berdiri dengan tangan menyilang, memperhatikan Storm sejak tadi.

"Akhirnya sadar juga."

Storm sedikit canggung.

"Kau dari tadi di situ?"

Violys mengangguk santai.

"Tidak begitu lama."

Ia melihat ke arah kapal Nexus S-4473 yang masih dikerjakan.

"Aryes mengadakan rapat malam ini."

Storm mengangkat alis sedikit.

"Rapat?"

Violys menjawab singkat.

"Ya. Di aula markas."

Ia menatap Storm.

"Kau harus datang nanti."

Storm menghela napas kecil.

"Baiklah…"

Ia memang tidak terlalu menyukai rapat, tapi jika Aryes yang memanggil, berarti ada sesuatu yang penting.

Namun Violys belum pergi.

Ia justru mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

Sebuah benda kecil.

Bentuknya seperti kunci kristal dengan cahaya biru yang berpendar terang dari dalamnya.

Storm memiringkan kepala.

"Apa itu?"

Violys mengangkat benda itu sedikit.

Cahaya birunya memantul di wajah Storm.

"Ini…"

"Kunci Ginga Stars."

Storm langsung menatapnya dengan lebih serius.

"Apa maksudmu Kunci Mecha itu?"

Violys mengangguk.

"Ya."

Ia menatap Storm beberapa detik sebelum melanjutkan.

"Sejujurnya…"

"Aku masih belum bisa mengendalikan Ginga Stars sepenuhnya."

Storm terlihat sedikit terkejut.

"Apa itu benar?"

Violys mengangkat bahu.

"Mesin itu terlalu kuat."

"Sinkronisasi kontrolnya sangat rumit."

Ia lalu melemparkan kunci bercahaya biru itu ke arah Storm.

Storm refleks menangkapnya.

Kunci itu terasa hangat di tangannya.

Violys berkata dengan nada santai.

"Kalau kamu mau…"

"Kamu boleh mencobanya."

Storm sedikit bingung.

"Kenapa harus aku?"

Violys tersenyum tipis.

"Karena aku melihat pertarunganmu."

Ia menunjuk layar yang menampilkan Ginga Stars.

"Kamu melawan mesin sebesar itu tanpa takut."

"Kamu bahkan bisa menahan serangannya."

Violys menatap Storm dengan serius.

"Aku yakin…"

"Kamu mungkin bisa mengendalikan Ginga Stars lebih baik dariku."

Storm melihat kunci bercahaya biru di tangannya.

Cahaya dari kristal itu berdenyut pelan.

Di layar—

Ginga Stars masih berdiri diam seperti raksasa yang tertidur.

Storm menatapnya cukup lama.

Kemudian ia menghela napas kecil.

"Jadi…"

Ia melihat kunci itu lagi.

"Sekarang aku punya dua pilihan-ya."

Violys mengangkat alis.

"Dua pilihan?"

Storm menunjuk kapal besar di depan mereka.

"Kapal Nexus S-4473."

Lalu ia menunjuk layar Ginga Stars.

"Dan Mecha raksasa itu."

Violys tertawa kecil.

"Itu masalah yang cukup rumit."

Storm hanya menggeleng pelan sambil melihat kunci di tangannya.

More Chapters