Cherreads

Chapter 452 - Menuju Bintang

Hologram Eternal City masih melayang di tengah aula.

Kota yang berdiri di atas langit itu memancarkan cahaya lembut dari layar proyeksi.

Beberapa ilmuwan masih memperhatikannya dengan kagum.

Namun setelah penjelasan Profesor Romeos selesai—

Aryes melangkah maju sedikit ke depan.

Ia berdiri tepat di bawah cahaya proyektor, menatap semua orang yang hadir di aula.

"Penjelasan Profesor Romeos hanyalah sebagian dari alasan rapat ini diadakan."

Suasana ruangan kembali menjadi tenang.

Aryes mengangkat tangannya, dan tampilan hologram berubah.

Kini yang muncul adalah gambar lain.

Kapal antariksa antar bintang – Nexus S-4473.

Kapal raksasa itu terlihat megah di layar.

Beberapa ilmuwan langsung memperhatikan dengan serius.

Aryes berbicara dengan nada tenang.

"Dalam beberapa bulan ke depan…"

"Kapal Nexus S-4473 akan mulai berfungsi sepenuhnya."

Kalimat itu langsung membuat beberapa orang saling berpandangan.

Storm yang duduk di kursinya juga menatap layar itu.

Aryes melanjutkan.

"Itu berarti ada kemungkinan satu hal."

Ia menunjuk gambar kapal tersebut.

"Kita akan mulai menjelajahi luar angkasa."

Beberapa ilmuwan terlihat sangat bersemangat mendengar itu.

Namun Aryes segera menambahkan.

"Tentu saja…"

"Tidak semua orang akan meninggalkan Bumi."

Ia mengganti tampilan layar lagi.

Kini muncul tiga gambar sekaligus.

Bumi.

Eternal City.

Dan kapal Nexus S-4473.

Aryes menjelaskan dengan jelas.

"Sebagian dari kita akan tetap tinggal di Bumi."

Ia menunjuk gambar Eternal City.

"Sebagian lagi mungkin bekerja di Eternal City."

Kemudian ia menunjuk kapal Nexus.

"Sebagian lainnya…"

"Akan pergi lebih jauh."

Suasana aula terasa sedikit berbeda sekarang.

Lebih besar.

Lebih luas.

Seolah masa depan mereka tidak lagi terbatas hanya di satu tempat.

Aryes menatap seluruh ruangan.

"Kita tidak hanya akan mempelajari bintang dari teleskop lagi."

Ia tersenyum tipis.

"Dengan Nexus S-4473…"

"Kita bisa melihat bintang-bintang itu dari dekat."

Beberapa orang di aula tampak kagum mendengar kalimat itu.

Di barisan tengah—

Arabels terlihat sangat bersemangat.

Matanya menatap layar kapal Nexus dengan penuh harapan.

Impian yang selama ini ia miliki—

Menjadi navigator bintang—

Kini terasa semakin nyata.

Di sampingnya—

Storm menatap layar kapal itu dengan ekspresi tenang.

Ia lalu melirik sedikit ke arah Arabels yang terlihat sangat senang.

Storm menghela napas kecil.

"Sepertinya kau benar-benar ingin ke luar angkasa."

Arabels tersenyum cerah.

"Tentu saja."

Ia menatap kembali layar kapal Nexus.

"Aku ingin melihat bintang dari dekat."

Storm kembali menatap layar itu.

Kapal yang akan membawa manusia keluar dari Bumi.

Menuju bintang yang selama ini hanya terlihat dari jauh.

Di depan aula—

Aryes menutup penjelasannya dengan satu kalimat.

"Perjalanan manusia…"

"Tidak berhenti di Bumi."

Lampu hologram perlahan meredup.

More Chapters