Cherreads

Chapter 454 - Serangan di Tengah Rapat

Aula markas X.A.R.A masih dipenuhi suasana rapat.

Beberapa ilmuwan sedang mencatat data dari layar hologram, sementara Aryes dan Profesor Romeos masih berdiskusi tentang proyek yang akan datang.

Di barisan tengah—

Storm duduk santai di kursinya.

Di sampingnya, Arabels terlihat jauh lebih fokus mendengarkan penjelasan tentang kapal Nexus S-4473.

Arabels berbicara pelan.

"Kalau kapal itu benar-benar selesai beberapa bulan lagi…"

"Berarti kita bisa benar-benar menjelajah luar angkasa."

Storm mengangkat bahu sedikit.

"Selama tidak harus ikut rapat lagi seperti ini."

Arabels tertawa kecil.

"Kamu benar-benar tidak suka rapat."

Storm menoleh ke arahnya.

"Bertarung jauh lebih cepat selesai."

Namun—

Dalam sepersekian detik—

Sesuatu bergerak.

Sebuah serangan energi tipis melesat dari arah belakang aula.

Dan langsung mengarah ke—

Arabels.

Namun sebelum siapa pun menyadarinya—

Storm sudah bergerak lebih dulu.

Matanya langsung berubah tajam.

Tangannya terangkat.

CRASH!

Serangan itu hancur seketika di udara oleh tekanan energi Storm.

Ledakan kecil terjadi tepat di depan mereka.

Beberapa orang di aula langsung terkejut.

"Apa itu?!"

"Serangan?!"

Namun Storm tidak memperhatikan mereka.

Tatapannya langsung tertuju ke arah belakang aula.

Seseorang berdiri di antara para ilmuwan.

Storm berdiri dari kursinya tanpa ragu.

"Ketemu juga kau."

Semua orang masih belum mengerti apa yang terjadi—

Namun Storm sudah bergerak.

WHUSH!

Dalam satu gerakan cepat—

Storm melesat ke arah barisan belakang aula.

Tangannya langsung menghantam seorang pria yang duduk di sana.

BOOM!

Kursi dan meja di sekitar tempat itu langsung hancur oleh benturan keras.

Beberapa ilmuwan melompat menjauh dengan panik.

Debu ringan berhamburan di udara.

Lalu—

Sosok pria itu berdiri perlahan dari reruntuhan kursi.

Ia melepas topi ilmuwannya.

Wajahnya kini terlihat jelas: Deathrays.

Beberapa orang di aula langsung terkejut.

"Siapa dia?!"

Storm berdiri beberapa meter di depannya.

Tatapan mereka bertemu.

Deathrays tersenyum tipis.

"Refleksmu tajam juga."

Storm menjawab dengan dingin.

"Aku sudah merasakan niat membunuhmu sejak tadi."

Deathrays menggerakkan lehernya sedikit, seolah meregangkan otot.

Topeng ilmuwan yang ia pakai kini sudah tidak ada gunanya.

Energi gelap mulai muncul perlahan di sekeliling tubuhnya.

Di sisi lain—

Aura Storm juga mulai terasa di seluruh aula.

Udara ruangan langsung menjadi berat.

Beberapa ilmuwan mundur perlahan.

Napstylea langsung berdiri.

Zero dan Lira juga terlihat waspada.

Jester hanya menatap situasi itu dengan serius.

Di depan semua orang—

Storm dan Deathrays berdiri saling berhadapan.

Pertemuan mereka membuat suasana aula berubah tegang dalam sekejap.

Deathrays tersenyum tipis.

"Aku ingin melihat reaksimu ketakutan."

Storm mengepalkan tangannya.

"Kau mencoba menyerang Arabels."

Energi mulai bergetar di udara di antara mereka.

Pertarungan bisa terjadi kapan saja.

More Chapters