Cherreads

Chapter 464 - Velicoraptor Bone Soul

Di dalam Domain Deathrays—

Kabut gelap terus berputar di antara tulang belulang yang berserakan.

Tanah telah hancur oleh benturan pertarungan yang tak henti.

Storm masih berdiri dengan tenang.

Sementara di kejauhan—

Deathrays kembali bangkit.

Namun kali ini—

Ia tidak langsung menyerang.

Ia menundukkan kepalanya sedikit.

Napasnya terdengar lebih berat dari sebelumnya.

Namun senyum tipis tetap muncul di wajahnya.

"Kalau begitu…"

Ia mengangkat tangannya perlahan.

"Aku akan mengubah caranya."

Energi gelap mulai berkumpul di sekitar tubuhnya.

Kabut di sekeliling mereka tiba-tiba bergerak lebih liar.

Tanah yang dipenuhi tulang mulai bergetar.

Storm menyipitkan matanya.

"Sekarang apa lagi…"

Deathrays mengangkat tangannya lebih tinggi.

Suaranya terdengar lebih dalam.

"Velicoraptor… Bone Soul."

WHOOOOOM!

Tanah retak.

Tulang-tulang yang berserakan mulai bergerak.

Satu per satu—

Tulang-tulang itu bangkit.

Menyatu.

Membentuk sesuatu.

Dari dalam tanah—

Muncul makhluk-makhluk berbentuk Velociraptor, namun seluruh tubuhnya hanya terdiri dari tulang belulang.

Mata mereka menyala dengan cahaya merah.

Jumlah mereka—

Banyak.

Sangat banyak.

Puluhan…

Ratusan…

Mereka memenuhi seluruh dataran Domain itu.

Suara geraman kering bergema di udara.

Storm melihat sekelilingnya.

"Pasukan…"

Deathrays tersenyum tipis.

"Kalau aku tidak bisa melukaimu…"

Ia menunjuk ke arah Storm.

"Biarkan mereka yang melakukannya."

GRAAAAA!

Pasukan Velicoraptor tulang itu langsung bergerak.

Mereka melesat dengan kecepatan tinggi dari segala arah.

Melompat.

Menggigit.

Mencakar.

Menyerang Storm secara bersamaan.

WHUSH!

Storm menghilang dari tempatnya.

Serangan pertama meleset.

Namun—

Jumlah mereka terlalu banyak.

Beberapa dari mereka langsung menutup jalur pergerakan Storm.

CRASH!

Salah satu Velicoraptor menghantam tanah tepat di depan Storm.

Yang lain melompat dari samping.

BAM!

CRACK!

Storm menghancurkan beberapa dari mereka dengan satu serangan cepat.

Tulang-tulang mereka pecah dan berhamburan.

Namun—

Belum sempat Storm bergerak lagi—

Lebih banyak lagi datang.

Tanpa henti.

Tanpa takut.

Tanpa rasa sakit.

Deathrays berdiri di kejauhan, mengawasi.

"Mereka tidak akan berhenti."

Ia berkata dengan santai.

"Mereka adalah bagian dari Domain ini."

"Selama aku berdiri…"

"Mereka akan terus bangkit."

Storm menghancurkan beberapa lagi.

Namun tulang-tulang yang hancur mulai bergerak kembali.

Menyatu lagi.

Bangkit lagi.

Storm menghela napas pelan.

"Jadi bukan cuma kau yang menyebalkan…"

Ia melihat sekelilingnya.

Pasukan tulang itu terus mengepungnya dari segala arah.

Gerakan mereka cepat.

Jumlah mereka tidak masuk akal.

Storm kembali merendahkan tubuhnya.

Matanya tajam.

"Kalau begitu…"

Ia bersiap.

"Aku harus lebih cepat lagi."

Di tengah lautan monster tulang—

Storm berdiri sendirian.

More Chapters