Dataran Risveyland
Dataran Risveyland kembali berguncang.
Tanah retak di berbagai sisi.
Bekas benturan pertarungan terlihat di mana-mana.
Di tengah kehancuran itu, Storm berdiri.
Armor Scarlet Skycrimson masih aktif.
Namun...
Napasnya mulai berat.
"Hah…"
Ia sedikit menunduk.
Udara di sekitarnya terasa panas karena energi yang terus ia keluarkan.
Di hadapannya, Rizen dan Lgris masih berdiri.
Keduanya belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan berarti.
Rizen mengangkat tangannya lagi.
Tekanan ruang kembali terbentuk.
"Mulai melambat, ya."
Suaranya terdengar santai.
Di sisi lain, Lgris menciptakan lapisan es baru di udara.
Matanya tajam.
"Dia tidak bisa terus seperti ini."
Namun...
Mereka salah dalam satu hal.
Storm bukan kesulitan karena mereka.
Storm menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan.
"Bukan karena kalian lebih kuat dariku."
Ia bergumam pelan.
Tangannya sedikit gemetar.
Energi di tubuhnya berfluktuasi.
Ia memaksakan terlalu banyak.
Ice Emperor.
Grivver.
Armor Scarlet.
Kecepatan ekstrem.
Semua digunakan dalam waktu yang berdekatan.
Tubuhnya mulai mencapai batas.
Storm mengepalkan tangannya.
"Sial, tenagaku…"
Ia tahu.
Jika ini terus berlanjut, ia akan kehabisan tenaga lebih dulu.
Rizen langsung bergerak lagi.
WHOOOM!!
Tekanan ruang menghantam Storm.
Namun Storm masih sempat menghindar, meski lebih lambat dari sebelumnya.
Lgris juga menyerang.
Tombak es melesat cepat.
Storm menangkis beberapa, namun satu serangan hampir mengenainya.
Ia mundur beberapa langkah.
Napasnya semakin berat.
"Hah…"
Untuk pertama kalinya...
Storm terlihat benar-benar mulai terdesak.
Namun, ia tidak jatuh.
Ia tidak mundur.
Storm perlahan mengangkat kepalanya.
Matanya melihat ke atas.
Ke langit malam yang luas.
Di sana.
Tidak ada siapa pun.
Namun pikirannya tertuju pada satu orang:
Arabels.
"Semoga…"
Suaranya sangat pelan.
"Kau baik-baik saja."
Angin berhembus melewati Risveyland.
Di kejauhan, pertarungan masih akan berlanjut.
