Cherreads

Chapter 525 - Langit yang Mengamuk

Di ruang kontrol — alarm kembali berbunyi. Namun kali ini — bukan karena musuh. Melainkan — tujuan mereka sendiri.

Layar utama menampilkan Ulra T-34. Planet besar itu kini terlihat jelas. Namun — tidak seperti yang mereka harapkan.

Langitnya gelap. Dipenuhi awan tebal yang berputar. Dan di dalamnya — petir raksasa menyambar tanpa henti. Kilatan cahaya biru dan ungu membelah atmosfer. Seolah langitnya — mengamuk.

---

Aryes menatap data yang masuk. Matanya sedikit melebar.

"…Ini tidak sesuai perhitungan awal." Nada suaranya mulai tegang. "Energi listrik di atmosfernya… terlalu tinggi."

Ia memperbesar tampilan. Badai terlihat menyelimuti hampir seluruh permukaan. "…Kalau kita masuk sembarangan…" Ia tidak melanjutkan. Namun semua orang mengerti: berbahaya.

Beberapa kru mulai gelisah. "Apakah kita tetap mendarat?" seseorang bertanya.

---

Di samping Aryes — Violys tetap tenang. Matanya mengamati pola badai. Tidak panik. Tidak terburu-buru.

"…Tenang saja." Suaranya datar. Namun penuh keyakinan.

Aryes menoleh. "Violys, ini bukan badai biasa."

Violys mengangguk. "…Aku tahu." Ia memperbesar bagian tertentu dari atmosfer. Menunjukkan pola pergerakan petir. "Justru karena itu — masih bisa dibaca."

Aryes memperhatikan. Pola itu — acak. Namun tidak sepenuhnya. Ada ritme. Ada celah.

Violys melanjutkan. "Selama kita bisa menyesuaikan lintasan — kita bisa melewatinya." Nada suaranya tetap tenang. Seolah ini hanya masalah teknis biasa.

---

Aryes terdiam sejenak. Menganalisis ulang. Lalu — menghela napas pelan.

"…Baik." Ia menatap ke depan. Tatapannya kembali fokus. "Kalau begitu kita masuk."

Arabels langsung siaga di navigator. Tangannya bergerak cepat. Menghitung jalur masuk terbaik. Menghindari pusat badai.

---

Di luar —

Nexus S-4473 semakin mendekat ke Ulra T-34. Petir mulai terlihat lebih jelas.

More Chapters