Di dalam salah satu kapal armada — lampu redup. Suara mesin berdengung pelan.
Seorang bajak laut angkasa berdiri di depan layar. Matanya menyipit. Mengamati pergerakan — Nexus.
"…Mereka bergerak aneh…" Ia bergumam.
Data terus masuk. Beberapa objek terpisah. Satu menuju menjauh. Satu menyelinap. Satu lagi — langsung ke depan.
"…Mereka punya rencana."
Tanpa ragu — ia mengaktifkan komunikasi jarak jauh.
"Komandan Gyroll."
---
Beberapa detik hening. Lalu — layar berubah. Menampilkan sosok — kepala gurita. Tubuh manusia. Mantel hitam khas perompak.
Gyroll Vergris.
Matanya tajam. Suaranya berat. "…Lapor."
Bajak laut itu menunduk sedikit. "Target terdeteksi. Namun mereka membagi pergerakan." Ia menunjuk data. "Ada unit kecil mencoba menyelinap. Dan satu entitas energi tinggi di garis depan."
Gyroll tidak terlihat terkejut. "…Cerdas."
"Dan kapal utama masih bertahan di posisi." Bajak laut itu menambahkan. "…Kemungkinan mereka mencoba bertahan sambil menyerang."
Gyroll terdiam sejenak. Lalu — sedikit tersenyum. "Rencana, ya."
Ia berdiri perlahan. Mantelnya bergerak mengikuti. "…Sudah lama aku tidak melihat mangsa yang berpikir."
Bajak laut itu menunduk. "…Perintah, Komandan?"
Gyroll menatap lurus ke depan. "…Aku akan turun tangan."
Suasana langsung berubah.
"Siapkan jalur. Koordinat kirim sekarang."
Bajak laut itu cepat mengangguk. "Baik!"
---
Gyroll melanjutkan. Nada suaranya lebih dingin. "…Selama Lord Rylos tidak ada…" Sedikit jeda. "…aku yang memimpin."
Matanya menyipit. "…Dan aku tidak suka mangsa kabur."
Ia mengangkat satu tangannya. Makhluk kecil — gurita terbang, Leiras — muncul di sampingnya. Matanya bersinar aneh.
"…Kita akan tangkap kapal itu." Sedikit jeda. "…Dan ambil semuanya."
Layar mati.
---
Di dalam kapal — bajak laut itu menelan ludah. "…Komandan Gyroll sendiri yang bergerak…"
Di luar — Armada mulai berubah formasi.
