Di pusat galaksi — planet Urco Tastarius tetap berdiri megah. Planet utama kekaisaran galaksi. Dikelilingi armada perang raksasa. Ribuan kapal patroli bergerak tanpa henti. Menjaga pusat kekuasaan terbesar di galaksi.
---
Di dalam istana kekaisaran — suasana sunyi. Langit-langit tinggi dipenuhi cahaya biru. Dan di ujung ruangan besar — seorang pria duduk di singgasana hitam.
Oreons Galactive. Penguasa galaksi.
Tatapannya dingin. Cukup untuk membuat siapa pun gemetar.
Di hadapannya — seorang gadis berambut panjang gelap berlutut hormat. Pakaiannya elegan seperti pelayan bangsawan. Matanya tajam.
Yllarxa Nightllets. Pendamping sekaligus orang kepercayaan Oreons.
Ia menundukkan kepala. "Yang Mulia…"
Oreons membuka matanya perlahan. "…Laporan."
Yllarxa segera mengaktifkan layar hologram. "Barusan kami mendeteksi keberadaan Tyrannons Galactive."
Ruangan langsung terasa lebih dingin. "…Di mana?" Oreons bertanya tenang.
"Konstelasi Hydra." Sedikit jeda. "…Tempat yang sama dengan Lord Rylos Vegrim."
Oreons menyipitkan matanya. "…Rylos…"
Yllarxa melanjutkan. "Kemungkinan besar mereka akan bertarung."
---
Hening.
Oreons perlahan bersandar di singgasananya. "…Jadi dia masih hidup." Nada suaranya rendah.
Ia mengingatnya. Sebelumnya — Tyrannons diserang oleh banyak pasukan kekaisaran. Perburuan besar-besaran dilakukan. Namun ternyata — putranya masih bertahan. Bahkan — muncul lagi.
Yllarxa mengangkat pandangannya sedikit. "Kami menduga kekuatannya meningkat." Layar menampilkan kehancuran armada kecil di Hydra. "Dan — dia kemungkinan memiliki sekutu baru."
Oreons menatap data itu diam-diam. Matanya perlahan berubah dingin. "Sekutu."
Ia tahu Tyrannons. Putranya tidak akan bergerak tanpa alasan. Jika ia muncul lagi — maka ada sesuatu yang sedang dibangun. Dan itu — berbahaya bagi kekaisaran.
"…Dia ingin meruntuhkan kekaisaran ini." Oreons berkata pelan.
Yllarxa tetap diam. Karena semua orang tahu — itu memang tujuan Tyrannons.
---
Oreons perlahan berdiri dari singgasananya. Tekanan besar langsung memenuhi ruangan. Bahkan cahaya hologram sempat bergetar.
"…Kalau begitu…" Ia menatap ke arah luar istana. Ke lautan bintang yang luas. "…aku akan menghancurkan semua harapannya."
Yllarxa menunduk lebih dalam.
---
Di luar — armada kekaisaran masih bergerak.
