Di sebuah planet kecil bernama Y T67 — langit gelapnya dipenuhi reruntuhan logam dan sisa kapal luar angkasa yang hancur. Planet tandus itu menjadi salah satu markas tersembunyi para perompak galaksi.
Di atas tebing batu hitam — seekor naga armor raksasa berdiri diam. Tubuhnya dipenuhi lapisan logam gelap dengan garis energi merah menyala. *Varanthavos. * Naga perang milik pemimpin Black Pirates.
Di atas kepala naga itu — duduk seorang pria berarmor hitam pekat. Lord Rylos. Cahaya bintang memantulkan kilau dingin dari armornya. Dan dari balik topeng besinya — senyum tipis penuh kesombongan terlihat samar.
Ia duduk santai seolah seluruh galaksi hanyalah taman bermain baginya. Beberapa kapal perompak tampak melayang di langit Y T67. Suara ledakan kecil dan aktivitas perbaikan terdengar dari kejauhan. Namun Lord Rylos tetap tenang. Baginya — kekacauan adalah hal biasa.
---
Sebagai pemimpin Black Pirates — ia jarang turun tangan sendiri. Lord Rylos hanya bergerak jika bawahannya benar-benar kewalahan. Dan itu sangat jarang terjadi.
Tiba-tiba layar komunikasi kecil muncul di dekatnya. Wajah Gyroll terlihat di sana.
"Lord Rylos."
Lord Rylos menoleh malas. "Bagaimana hasil perburuanmu?"
Gyroll mengingat pertarungannya sebelumnya. "Kami kehilangan beberapa unit karena gangguan."
Lord Rylos tertawa kecil. "…Gangguan?"
Gyroll tidak langsung menjawab. Namun Lord Rylos tampaknya tidak terlalu peduli. Ia perlahan berdiri di atas Varanthavos. Jubah hitamnya bergerak tertiup angin planet tandus.
"Gyroll. Pergi ke konstelasi Aries."
Gyroll sedikit terkejut. "…Aries?"
Lord Rylos mengangguk. "Banyak kapal asing melintas di sana. Dan itu membuat kita lebih mudah merompak tanpa gangguan." Tatapannya perlahan mengarah ke langit galaksi. "Kekaisaran terlalu sibuk. Dan Tyrannons juga sedang bergerak di wilayah lain." Senyumnya kembali terlihat dari balik topeng armor. "Ini kesempatan bagus."
Gyroll akhirnya mengangguk. "Dimengerti."
Komunikasi pun terputus.
---
Lord Rylos kembali duduk santai di atas Varanthavos. Ia sama sekali tidak tertarik pada perang antara kekaisaran dan pemberontak. Baginya — semua itu hanyalah urusan orang-orang yang suka diatur.
Sedangkan dirinya berbeda.
Lord Rylos menatap luasnya galaksi sambil tertawa kecil. "…Berjalan tanpa diperintah. Itulah kebebasan yang sesungguhnya."
