Ruang rapat utama istana Urco Tastarius dipenuhi tekanan aura dari para penguasa galaksi. Cahaya hologram biru menyinari meja bundar raksasa di tengah ruangan.
Lord Rylos dan Zavgath sudah lebih dulu duduk di kursi mereka masing-masing. Anehnya — keduanya kini berbicara santai seolah tidak pernah hampir bertarung sebelumnya. Karena setelah merasakan aura Rangers — mereka sama-sama memilih tidak membuat kekacauan di wilayah kekaisaran.
"Varanthavos pasti bisa menang kalau kita lanjut tadi." Lord Rylos tertawa kecil.
Zavgath langsung mendengus pelan. "Itu mimpi."
Meski masih saling mengejek — setidaknya suasana tidak lagi mematikan seperti sebelumnya.
---
Sementara itu — para pemimpin lain mulai duduk di tempat mereka masing-masing. Ratu Seleneva duduk anggun dengan tenang. Cecinus tetap diam tanpa ekspresi. Tarxos sibuk melihat data hologram kecil di tangannya. Sedangkan Leo duduk paling tenang di antara semuanya. Tatapannya tajam namun damai.
Di dekat pintu besar aula — Rangers berdiri sambil menyilangkan tangan. Posisinya seperti penjaga sekaligus pengamat seluruh ruangan.
Lalu — pintu aula utama akhirnya terbuka perlahan.
*GGRRRAAAKKK… *
Seluruh tatapan langsung mengarah ke depan.
Oreons berjalan masuk dengan langkah tenang dan penuh wibawa. Di sampingnya — Yllarxa mengikuti dengan anggun sambil sedikit menundukkan kepala. Aura penguasa galaksi langsung memenuhi seluruh ruang rapat.
Sebelum Oreons duduk — Lord Rylos sudah lebih dulu tertawa kecil. "…Kau terlambat, Oreons." Senyumnya terlihat samar dari balik topeng armornya. "Jangan bilang kau terlalu lama bersama Yllarxa."
Beberapa tamu lain melirik sekilas. Sedangkan Yllarxa hanya menundukkan kepala lebih dalam.
---
Kali ini — seluruh tamu penting galaksi hadir di tempat yang sama. Namun Oreons sama sekali tidak terlihat terganggu. Ia bahkan mengabaikan ucapan Lord Rylos begitu saja.
Oreons mengenal pria itu jauh sebelum menjadi pemimpin Black Pirates. Dulu — Lord Rylos hanyalah seorang kapten kekaisaran. Namun semuanya berubah ketika ia mencoba mencuri artefak di menara Urco Tastarius. Dan akibat tindakannya — ia dibuang ke planet terpencil di luar wilayah kekaisaran. Dari sanalah perjalanan Lord Rylos sebagai perompak dimulai.
---
Oreons akhirnya duduk di kursi utamanya. Tatapannya perlahan menyapu seluruh ruangan. Lalu tanpa membuang waktu — ia langsung berbicara.
"Galaksi mulai bergerak menuju kekacauan."
Suasana aula langsung menjadi sunyi.
"Pemberontakan mulai muncul. Dan kapal-kapal asing bergerak tanpa identitas di beberapa wilayah konstelasi."
Layar hologram besar muncul di tengah ruangan. Menampilkan berbagai data pergerakan aneh di galaksi.
"Bahkan…" Tatapan Oreons perlahan berubah serius. "…ada keberadaan tidak dikenal yang terdeteksi di salah satu konstelasi."
Beberapa pemimpin mulai saling melirik.
Di salah satu kursi — Leo mendadak terdiam. Tatapannya perlahan menyipit. Ia baru saja menerima laporan dari wilayah Sacred Zodiac Scorpio. Tentang pergerakan aneh di konstelasi Scorpio. Aura misterius. Keberadaan yang tidak bisa dipahami.
Leo mulai menduga sesuatu. Mungkin — sosok yang dibicarakan kaisar galaksi itu — memang benar-benar berada di Scorpio.
