Cherreads

Chapter 606 - Pedang yang Lama Tertidur

Lorong istana Urco Tastarius terasa lebih sunyi dibanding sebelumnya.

Ratu Seleneva berjalan anggun menuju luar istana. Di belakangnya — Crimgard mengikuti sambil menjaga sekeliling dengan tenang. Aura petir merah samar masih bergerak di tubuhnya. Kali ini ekspresinya jauh lebih santai.

"Aku senang bisa menjadi pengawalmu." Suara Crimgard terdengar tulus.

Langkah Seleneva sedikit melambat. Ia menoleh sekilas dengan senyum lembut. "…Kamu masih mengingat hal itu?"

Crimgard mengangguk pelan. "Tentu saja." Tatapannya perlahan berubah dalam. "Kalau saat itu kau tidak memungutku — mungkin aku sudah mati bersama planet itu."

Hening sejenak memenuhi lorong panjang istana. Seleneva hanya tersenyum kecil mendengarnya. Karena ia sendiri tidak menyangka — anak lemah yang dulu ditemukan di tengah reruntuhan — kini tumbuh menjadi seseorang dengan kekuatan luar biasa. Aura Crimgard sekarang bahkan mampu membuat banyak prajurit galaksi ketakutan. Namun di mata Seleneva — ia tetap anak yang sama.

---

Tak lama kemudian — mereka akhirnya tiba di halaman utama istana.

Namun — suasana mendadak terasa jauh lebih berat. Angin malam berhembus pelan. Dan tekanan aura besar memenuhi area pendaratan.

Crimgard langsung menyipitkan matanya.

Di depan kapal perang kekaisaran — seorang pria berdiri sambil menyandarkan pedang panjang di bahunya. Armor abu gelapnya memantulkan cahaya lampu istana. Tatapannya terlihat tajam dan penuh semangat bertarung.

Jenderal Kaidles Lorevath.

Begitu melihat mereka — Kaidles langsung tersenyum lebar. "…Akhirnya." Ia mengetukkan pedangnya perlahan ke lantai logam.

*CLANKK… *

Aura haus pertarungan langsung menyebar ke sekitar.

"Naiklah." Kaidles menatap langit galaksi dengan antusias. "Sudah terlalu lama pedangku hanya jadi pajangan." Ia menyeringai tipis. "…Aku ingin menebaskannya lagi."

Crimgard langsung bisa merasakan sesuatu dari pria itu. Bahaya. Aura Kaidles terasa seperti monster perang yang sudah lama menahan dirinya.

Sedangkan Seleneva tetap tenang. Dirinya tahu — jika Kaidles benar-benar bertarung nanti — akan ada kehancuran besar di konstelasi Aquila.

More Chapters