Cherreads

Chapter 614 - Tekad Seorang Raja

Aula pertemuan kerajaan VV Cephei masih dipenuhi suasana serius. Para penguasa konstelasi terus memikirkan ancaman yang mulai menyebar di galaksi.

Tiba-tiba — pintu aula terbuka cepat.

*BRAAKK!! *

Seorang prajurit kerajaan masuk sambil menundukkan kepala hormat. "Maaf mengganggu pertemuan ini, Yang Mulia!"

Raja Cepheus menoleh perlahan. "Ada apa?"

Prajurit itu terlihat sedikit gugup di bawah tatapan para penguasa konstelasi. Namun ia tetap berbicara cepat. "Kami baru menerima rumor pergerakan Putri Rea."

Tatapan Cepheus langsung berubah serius.

"Dia berada di konstelasi Ursa Major."

Ruangan langsung sedikit hening.

Prajurit itu melanjutkan. "Putri Rea terlihat bersama kapal asing yang bergerak menuju wilayah Ursa Major."

---

Beberapa pemimpin konstelasi saling melirik. Mereka tahu — Rea sebelumnya memang menghilang dari Cepheus. Dan banyak rumor mengatakan ia mengikuti pihak pemberontak.

Cepheus perlahan menutup matanya sejenak. Lalu menghela napas panjang. "…Jadi dia benar-benar pergi."

Tatapannya perlahan menjadi lebih dalam. Ia masih mengingat jelas saat Rea menyampaikan keputusannya. Tentang Tyrannons. Tentang Astralon. Dan tentang keinginannya melawan kekaisaran.

Sebagai ayah — Cepheus sebenarnya ingin menolak semua itu. Karena jalan yang dipilih Rea terlalu berbahaya. Namun saat melihat tekad putrinya — ia tidak bisa menghentikannya. Rea benar-benar percaya bahwa mereka bisa melawan kekaisaran.

---

Dan sekarang — Cepheus sadar dirinya sudah tidak punya banyak pilihan. Tatapannya mengarah ke layar hologram galaksi di tengah aula.

"Kalau begitu — Cepheus juga harus bersiap."

Raja Augustin menatapnya serius. "Kau berniat membela pemberontak?"

Hening sesaat memenuhi aula.

Cepheus akhirnya menjawab perlahan. "…Aku hanya tidak ingin putriku menghadapi semua ini sendirian."

Suasana ruangan menjadi jauh lebih berat. Semua orang memahami arti keputusan itu. Jika Cepheus mulai berpihak — maka kekaisaran cepat atau lambat akan menganggap konstelasi Cepheus sebagai ancaman. Dan itu berarti — pasukan kekaisaran bisa datang kapan saja. Bahkan mungkin — salah satu jenderal perang kekaisaran akan dikirim untuk menghancurkan konstelasi mereka.

Meski mengetahui risikonya — tatapan Cepheus tetap tidak berubah. Karena sebagai seorang ayah — ia sudah memilih berdiri di sisi putrinya sendiri.

More Chapters