Cherreads

Chapter 672 - Kemarahan Sang Banteng

Perang di Ursa Major semakin sulit dikendalikan. Tidak hanya karena pertempuran antara kekaisaran dan pemberontak. Tetapi juga karena bentrokan dua Sacred Zodiac yang mengguncang seluruh konstelasi. Capricorn dan Taurus.

Setiap benturan senjata mereka menciptakan gelombang kejut yang menyebar hingga ke medan perang utama. Planet bergetar. Asteroid hancur. Dan armada-armada yang terlalu dekat terpaksa mundur demi menghindari dampaknya.

---

Di salah satu sektor pertempuran —

Thraxor baru saja mengangkat pedangnya. Matanya tertuju pada Tyrannons. Ia melihat celah. Kesempatan untuk mengakhiri pertarungan.

"Tertangkap," gumamnya.

Pedang raksasa itu bergerak turun. Sebelum serangan itu mengenai target —

*BOOOOOM!! *

Gelombang aura yang sangat besar menghantam area tersebut. Ruang angkasa bergetar hebat. Thraxor bahkan tidak sempat bereaksi. Tubuhnya langsung terpental jauh. Melintasi puing-puing perang. Menghantam sebuah asteroid raksasa.

*KRAAAASH!! *

Asteroid itu pecah menjadi ribuan bagian. Debu kosmik memenuhi area sekitar.

Beberapa saat kemudian — sebuah tangan muncul dari tumpukan puing. Thraxor perlahan bangkit. Wajahnya dipenuhi kekesalan. "Cih..." Ia membersihkan debu dari bahunya. "Hanya karena aura pertarungan mereka..." Matanya menatap ke arah bentrokan Taurus dan Capricorn yang masih berlangsung di kejauhan. "...aku sampai terpental sejauh ini."

Thraxor mengakui bahwa dua Zodiac itu berada pada tingkatan yang berbeda.

Tanpa membuang waktu lagi, Thraxor kembali melesat. Targetnya tetap sama. Tyrannons.

Namun kali ini — sesuatu terasa berbeda.

Tyrannons mengangkat pedangnya. Tatapannya fokus. Tubuhnya mengikuti setiap pergerakan lawan. Dan ketika Thraxor muncul di sisi kirinya — Tyrannons langsung berbalik.

*CLANG! *

Kedua pedang bertabrakan.

Thraxor sedikit terkejut. "Lumayan." Biasanya Tyrannons kesulitan mengikuti kecepatannya. Kini ia mampu membaca arah serangan.

Tyrannons sendiri tidak sepenuhnya mengerti bagaimana itu terjadi. Tetapi guncangan energi dari bentrokan Taurus dan Capricorn membuat aliran energi di sekitar medan perang menjadi lebih mudah dirasakan. Dan secara tidak sengaja — itu membantunya memprediksi pergerakan Thraxor. Meski hanya sedikit. Namun cukup untuk bertahan.

---

Sementara itu — di area yang jauh lebih berbahaya.

Virgo masih berusaha menghentikan Taurus.

"Taurus!" teriaknya. "Sudah cukup!"

Namun raksasa berkepala banteng itu masih memegang erat palunya. Matanya menyala terang. Aura luar biasa mengelilingi tubuhnya.

Virgo tahu. Ini buruk. Karena Taurus bukan lagi marah biasa. Ia mulai serius. Dan ketika Taurus serius — bahkan sesama Zodiac pun akan berpikir dua kali untuk melawannya.

Virgo segera terbang mendekat. "Taurus! Ayo pergi melihat nebula! Taurus! Aku akan menemanimu! Ada banyak tempat indah yang belum kita lihat!"

Biasanya cara itu berhasil. Biasanya Taurus akan tenang. Biasanya ia akan mengangguk lalu melupakan amarahnya.

Namun kali ini — Taurus tetap diam. Tangannya semakin erat menggenggam palu.

Virgo mulai panik. Ia bisa merasakan apa yang sedang dipikirkan Taurus. Menghancurkan. Mengakhiri pertarungan dengan satu serangan. Bahkan jika harus meratakan sebagian Ursa Major.

Taurus perlahan mengangkat palunya. Aura emas raksasa mulai berkumpul. Beberapa armada yang melihatnya langsung ketakutan. Mereka sadar — jika palu itu benar-benar diayunkan. Maka sebagian besar wilayah di sekitar mereka bisa lenyap.

"Taurus!!" teriak Virgo.

Suara gadis itu akhirnya membuat Taurus berhenti. Raksasa tersebut menoleh. Melihat Virgo yang tampak sangat khawatir. Sangat takut. Dan sangat berharap dirinya berhenti.

Hening beberapa detik. Lalu Taurus perlahan menurunkan palunya. Aura penghancur itu menghilang.

Virgo langsung menghela napas lega. Meski hanya sedikit — setidaknya bencana besar berhasil dihindari.

---

Masalah belum selesai.

Di hadapan Taurus — Capricorn masih berdiri. Trisulanya bergetar akibat tekanan energi yang terus meningkat. Keringat mulai muncul di wajahnya.

Ia tahu kenyataannya. Dalam pertarungan kekuatan murni — ia tidak sekuat Taurus. Tidak pernah. Dan mungkin tidak akan pernah.

Namun ia tidak punya pilihan. Jika Taurus benar-benar kehilangan kendali — seseorang harus menghentikannya. Walaupun orang itu adalah dirinya.

Capricorn memutar trisulanya. Energi emas mulai berkumpul di sepanjang senjata tersebut. Matanya menatap lurus ke arah Taurus.

"Kalau kau benar-benar serius..." gumamnya. "...maka aku juga tidak akan menahan diri lagi."

Di seluruh Ursa Major — gelombang energi baru mulai terbentuk. Capricorn bersiap menggunakan kekuatan penuhnya.

Sementara Virgo hanya bisa menatap dengan cemas. Jika Taurus dan Capricorn benar-benar bertarung tanpa menahan diri — maka kehancuran yang mereka sebabkan mungkin akan melampaui perang itu sendiri.

More Chapters