Perang di Ursa Major telah berakhir. Setidaknya untuk saat ini. Armada kekaisaran mulai meninggalkan wilayah tersebut. Pasukan pemberontak Tartanos telah mundur. Bahkan para Zodiac yang sebelumnya hampir bertarung kini tidak lagi menunjukkan niat untuk melanjutkan konflik. Ruang angkasa yang sebelumnya dipenuhi ledakan perlahan kembali sunyi. Ketenangan itu terasa rapuh. Semua orang tahu. Perang yang satu berakhir. Perang yang lain masih berlangsung di tempat berbeda.
Di dekat orbit sebuah planet yang terluka akibat peperangan. Seorang ksatria bersayap perak melayang dalam diam. Sayapnya terbentang. Tombak peraknya berada di tangan. Tatapannya mengarah pada hamparan puing perang yang memenuhi angkasa. Pegasus. Ksatria suci dari Konstelasi Pegasus. Prajurit yang baru saja menghadapi Hydra dalam salah satu pertarungan terbesar di Ursa Major.
Ia memperhatikan kapal-kapal yang pergi. Memperhatikan medan perang yang perlahan kosong. Dan memperhatikan bintang-bintang yang kembali terlihat setelah tertutup ledakan selama berhari-hari. Tidak ada rasa kemenangan di wajahnya. Baginya — tidak ada kemenangan sejati dalam perang.
Tidak jauh di depannya. Athena berdiri dengan tenang. Jubah putih keemasannya bergerak perlahan. Cahaya suci masih mengelilinginya. Lembut. Damai. Namun penuh wibawa. Athena memandang kehancuran yang ditinggalkan perang. Planet yang retak. Armada yang musnah. Dan kehidupan yang hilang. Pandangan matanya menyimpan kesedihan yang sulit disembunyikan.
"Akhirnya berhenti," ucap Athena pelan.
Pegasus mengangguk. "Untuk sekarang," jawabnya.
Keduanya memahami kenyataan yang sama. Perdamaian yang lahir karena ketakutan bukanlah perdamaian sejati. Dan perang yang berhenti karena kehadiran seseorang bisa dimulai lagi ketika orang itu pergi.
---
Athena menghela napas pelan. "Aku berharap galaksi dapat hidup tanpa peperangan," katanya.
Pegasus tidak langsung menjawab. Ia tahu harapan itu tulus. Athena selalu seperti itu. Sejak dahulu. Sebagai Dewi Penjaga Keseimbangan Galaksi. Athena selalu berusaha menjadi penengah. Membimbing. Menjaga. Dan mendamaikan.
Namun kenyataan tidak pernah semudah itu. Galaksi terlalu luas. Terlalu banyak bangsa. Terlalu banyak ambisi. Terlalu banyak kepentingan yang saling bertabrakan. Bahkan kekuatan suci seorang dewi tidak mampu menghapus keinginan makhluk hidup untuk berperang.
Athena menatap ke kejauhan. "Aku sudah mencoba selama ribuan tahun," ucapnya. "Tetapi perang tetap ada."
Pegasus berdiri diam di belakangnya. Ia tidak memiliki kata-kata untuk membantah. Ia tahu Athena benar. Perang tidak bisa dihentikan hanya dengan kekuatan. Tidak peduli seberapa besar kekuatan itu.
Meski begitu — Athena tidak pernah berhenti mencoba. Dan mungkin itulah alasan mengapa begitu banyak orang menghormatinya.
---
Pegasus perlahan menancapkan tombaknya ke ruang kosong di sampingnya. Kemudian berbicara. "Meski perang tidak bisa dihentikan — masih ada hal yang bisa dilindungi."
Athena tersenyum tipis. Ia memahami maksudnya.
Pegasus tidak pernah berpihak kepada kekaisaran. Tidak pula kepada pemberontak. Baginya — kebenaran tidak ditentukan oleh bendera. Tidak ditentukan oleh wilayah. Dan tidak ditentukan oleh kekuasaan. Ia hanya mengikuti satu prinsip. Keadilan.
Jika ada yang mengancam orang-orang tak bersalah — ia akan bertindak. Jika ada yang menyebarkan kehancuran tanpa alasan — ia akan menghentikannya. Dan jika ada yang membuat kekacauan demi kepentingan pribadi — ia tidak akan tinggal diam.
Itulah alasan mengapa banyak orang menyebutnya sebagai Ksatria Suci.
Athena menatap Pegasus beberapa saat. Kemudian berkata pelan. "Kamu tidak berubah."
Pegasus tersenyum tipis. "Aku tidak berniat berubah," jawabnya.
---
Angin kosmik berhembus melewati mereka. Membawa cahaya bintang yang berkilauan di antara puing-puing perang. Jauh di bawah. Ursa Major mulai pulih. Namun di tempat lain. Konstelasi Aquila masih terbakar oleh konflik. Dan jauh lebih jauh lagi. Galaksi masih dipenuhi ketidakpastian.
Athena dapat merasakan semuanya. Begitu pula Pegasus. Mereka tahu tugas mereka belum selesai. Mungkin tidak akan pernah selesai.
Selama masih ada orang yang membutuhkan perlindungan. Selama masih ada ketidakadilan yang harus dihentikan. Dan selama galaksi masih berada dalam bahaya. Pegasus akan tetap mengangkat tombaknya. Dan Athena akan tetap berjalan sebagai simbol perdamaian.
Di tengah galaksi yang terus dilanda perang. Keduanya tetap berdiri. Bukan sebagai penguasa. Bukan sebagai penakluk. Melainkan sebagai penjaga.
Menunggu saat ketika kehadiran mereka kembali dibutuhkan oleh takdir.
