Cherreads

Chapter 723 - Hari yang Tenang di Urco Tastarius

Planet Urco Tastarius. Pusat pemerintahan Kekaisaran Galaksi. Meski berbagai perang masih terjadi di beberapa wilayah galaksi, suasana di istana kali ini jauh lebih tenang dibanding biasanya.

Rapat para petinggi galaksi masih berlangsung. Namun tidak semua orang berada di aula. Sebagian memilih beristirahat. Sebagian kembali mengurus wilayah masing-masing. Dan sebagian lagi hanya menunggu perkembangan terbaru dari berbagai konstelasi.

Di dalam aula rapat. Rangers berdiri di depan meja hologram raksasa. Ia kembali memimpin rapat untuk sementara waktu. Meski sebenarnya ia tidak terlalu menyukai pekerjaan seperti ini. Baginya memegang pedang jauh lebih sederhana daripada mengurus puluhan petinggi galaksi sekaligus. Tetapi perintah tetaplah perintah.

Rangers menghela napas pelan. "Laporan berikutnya," ucapnya singkat.

Salah satu petinggi segera berdiri dan mulai menyampaikan data terbaru. Rangers hanya mendengarkan. Sesekali memberi pendapat. Sesekali mengoreksi. Dan sesekali mengangguk ketika diperlukan. Tidak lebih. Karena memang bukan dirinya yang seharusnya duduk di posisi itu.

Dalam benaknya. Masih terlintas satu nama. Tyrannons. Rangers segera membuang pikiran tersebut. Saat ini keadaan sudah berbeda.

Sementara itu. Oreons dan Yllarxa tidak berada di aula. Keduanya memilih beristirahat sejenak setelah berbagai urusan yang terus berdatangan. Bahkan seorang Kaisar tetap membutuhkan waktu untuk menjauh dari meja rapat.

---

Di sisi lain istana —

Di area terbuka yang menghadap langsung ke langit kosmik. Lord Rylos duduk santai di sebuah kursi panjang. Kakinya disilangkan. Tangannya berada di belakang kepala. Ekspresinya terlihat sangat bosan.

"Terlalu damai," gumamnya.

Tak jauh darinya. Seekor naga raksasa berlapis armor hitam keperakan sedang berbaring malas. *Varanthavos. * Naga armor yang menjadi partner sekaligus tunggangan kebanggaannya. Makhluk itu bahkan tidak membuka mata. Hanya mengibaskan ekornya sesekali.

Rylos menoleh ke arahnya. "Kau juga bosan?" tanyanya.

Varanthavos hanya mengeluarkan dengusan pelan. Tidak jelas apakah itu jawaban atau sekadar suara malas.

Rylos tertawa kecil. "Setidaknya kita sepemikiran."

Ia memandang ke arah langit. Dalam benaknya muncul satu ide. Merompak. Sudah cukup lama dirinya tidak memimpin langsung armada Black Pirates. Biasanya aktivitas seperti itu cukup menyenangkan. Mengejar kapal dagang. Menghindari patroli. Mengacaukan wilayah yang terlalu damai.

Tapi setelah dipikirkan beberapa saat. Rylos justru menghela napas panjang. "Ah, lupakan." Ia kembali menyandarkan tubuhnya. "Bersantai lebih menyenangkan."

Lagipula. Armada Black Pirates tetap bekerja meski dirinya tidak hadir. Para bawahannya sudah cukup berpengalaman untuk mengurus urusan perompakan. Ia hanya perlu menerima laporan hasilnya nanti. Dan itu jauh lebih mudah.

---

Di berbagai penjuru istana —

Aktivitas tetap berjalan. Para prajurit berjaga di pos mereka. Pasukan elit melakukan patroli rutin. Para pelayan sibuk membawa dokumen, makanan, dan berbagai keperluan istana. Sementara para bangsawan kekaisaran menjalani urusan masing-masing. Beberapa menghadiri pertemuan. Beberapa mengurus perdagangan. Dan beberapa hanya menikmati kemewahan hidup mereka.

Namun semua itu tidak terlalu menarik bagi Lord Rylos. Baginya. Kehidupan para bangsawan terlalu membosankan. Ia lebih menyukai petualangan. Atau setidaknya sesuatu yang cukup menarik untuk mengusir rasa bosannya. Sayangnya. Hari ini tidak ada.

Varanthavos membuka satu matanya perlahan. Naga itu memandang tuannya beberapa saat. Lalu kembali menutup mata.

Rylos tertawa melihatnya. "Dasar naga malas."

Varanthavos mendengus lagi. Kali ini sedikit lebih keras. Seolah tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Matahari buatan Urco Tastarius perlahan bergerak di langit. Memberikan cahaya keemasan yang menyinari menara-menara raksasa istana.

Untuk sesaat. Tidak ada perang. Tidak ada rapat besar. Tidak ada ancaman yang harus segera dihadapi. Hanya sebuah hari yang tenang. Hari yang jarang terjadi di pusat galaksi.

More Chapters