Cherreads

Chapter 730 - Ledakan

Alarm peringatan menggema di seluruh kokpit Ginga Stars.

*WIIIIIIINN!! *

Lampu merah berkedip tanpa henti. Proxi segera memutar kendali. Tubuh raksasa Ginga Stars berbelok tajam. Hanya sepersekian detik kemudian —

*BOOOOOOOM!! *

Sebuah serangan energi melesat melewati posisi mereka sebelumnya. Ledakannya menghantam salah satu bintang kecil di sistem terdekat. Cahaya putih menyilaukan memenuhi angkasa. Gelombang panas menyebar ke segala arah.

Storm, Arabels, dan Proxi langsung terdiam melihat pemandangan itu. Meskipun serangan tersebut meleset — kekuatan penghancurnya cukup untuk merusak sebagian lapisan luar bintang.

"Itu bukan serangan biasa," gumam Arabels. Tangannya segera bergerak di atas panel pemindai. Berbagai data muncul di layar hologram. Frekuensi energi. Jejak gravitasi. Pola gelombang ruang. Namun hasilnya membuat dahinya berkerut.

"Tidak ada data," kata Arabels.

"Apa?" tanya Storm.

"Aku tidak bisa menemukan sumbernya." Arabels memperbesar tampilan sensor. "Tidak ada kapal. Tidak ada armada. Tidak ada kehidupan. Seolah serangan itu muncul begitu saja."

Proxi segera mengaktifkan pemindai tambahan. Sensor kosmik. Sensor dimensi. Sensor energi bintang. Namun hasilnya tetap sama. Kosong.

Hal itu justru membuat suasana menjadi lebih menegangkan. Jika sensor Ginga Stars tidak mampu mendeteksinya — maka lawan mereka bukan sesuatu yang biasa.

Storm menatap keluar melalui kaca observasi kokpit. Angkasa terlihat tenang. Padahal beberapa saat lalu sebuah serangan mampu menghancurkan sebagian bintang. Instingnya mulai memberi peringatan. Perasaan yang sama ketika menghadapi lawan berbahaya. Perasaan yang tidak pernah berbohong.

"Dia masih di sana," ucap Storm pelan.

Arabels menoleh. "Storm. Kamu bisa merasakannya?"

Storm mengangguk. "Ya. Dia sedang mengawasi kita."

More Chapters