Di tengah keheningan Konstelasi Draco yang porak-poranda, ruang angkasa kembali beriak. Sebuah gerbang lompatan antarbintang terbuka perlahan. Cahaya putih kebiruan memancar dari celah ruang tersebut. Tak lama kemudian... Sebuah kapal angkasa raksasa keluar dari dalamnya. Bentuknya jauh lebih besar daripada Ginga Stars, dengan lambung berlapis baja hitam keperakan dan beberapa cincin energi yang terus berputar di bagian belakangnya. Di sisi lambung kapal itu tertera sebuah nama. *Nexus S-4473. *
Di dalam Ginga Stars, Proxi segera melakukan identifikasi. "Hasil pemindaian selesai. Unit teridentifikasi. Nexus S-4473."
Mendengar nama itu, Storm yang masih duduk lemah langsung mengangkat kepalanya. Senyum tipis muncul di wajahnya. "Akhirnya..."
Arabels juga tersenyum lega. "Mereka datang."
Bagi mereka bertiga, kemunculan kapal itu bukan ancaman. Melainkan pertemuan kembali dengan rekan-rekan yang telah lama tidak mereka jumpai.
---
Di ruang pilot Nexus S-4473...
Seorang pria berdiri dengan kedua tangan di belakang punggungnya. Tatapannya lurus mengarah ke Ginga Stars. Dialah Aryes. Pemimpin organisasi X.A.R.A yang berasal dari Bumi. Saat melihat Ginga Stars masih utuh, ia mengembuskan napas pelan. "Syukurlah... Mereka bertiga selamat."
Ia sama sekali tidak mengalihkan perhatian kepada armada Tyrannons yang memenuhi Konstelasi Draco. Meskipun mereka pernah bertempur di pihak yang sama dalam Perang Besar Ursa Major, Aryes tidak berniat ikut campur dalam urusan pemberontakan maupun konflik dengan ras naga. Prioritasnya hanya satu. Memastikan keselamatan rekan-rekannya.
Di depan panel kendali, Roxis R-5, pilot utama Nexus S-4473, terus memeriksa hasil pemindaian. "Komandan. Data Ginga Stars telah berhasil diterima."
Aryes menoleh. "Bagaimana kondisinya?"
Roxis memperbesar tampilan holografik. "Cadangan energinya menunjukkan pembacaan yang tidak biasa. Reaktor Ginga Stars saat ini menyimpan energi yang berasal dari bintang Antares."
Suasana ruang pilot mendadak hening. "Antares?" gumam seseorang. Violys yang berdiri di dekat panel segera membelalakkan mata. "Itu tidak mungkin. Antares adalah bintang raksasa di Konstelasi Scorpios. Bagaimana mungkin sebuah mecha memiliki cadangan energi sebesar itu?"
Di sudut ruangan... Lira perlahan menutup buku sejarah yang sedari tadi ia baca. Gadis yang gemar mempelajari peradaban kuno itu menggeleng pelan. "Aku juga sulit mempercayainya. Ginga Stars tidak mungkin mampu menyerap energi dari bintang sebesar Antares."
Seorang pemuda berambut hitam yang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding tersenyum tipis. Zero. "Kalian terlalu meremehkannya." Ia memandang data di layar. "Ginga Stars bukan mecha raksasa biasa. Teknologinya memang dirancang untuk menangani sumber energi yang jauh melampaui standar mecha pada umumnya."
Violys masih terlihat tidak yakin. Namun ia tidak membantah lagi.
---
Di sisi lain ruangan... Jester sama sekali tidak tertarik pada perdebatan mereka. Ia duduk santai di kursinya sambil memainkan setumpuk Kartu Arcana di kedua tangannya. Satu demi satu kartu itu berputar lincah di sela-sela jarinya. "Hm... Mau sebesar apa pun energinya..." gumamnya pelan. "Yang penting jangan sampai kapal ini meledak." Tak seorang pun menanggapi ucapannya.
Sementara itu... Di dekat jendela pengamatan, Napstylea berdiri seorang diri. Wajahnya tetap datar seperti biasanya. Namun sorot matanya menunjukkan kekaguman. Ia memandang hamparan bintang yang membentang di luar kapal. "Indah..." ucapnya lirih. Akan tetapi... Semakin lama ia memperhatikan, semakin jelas terlihat bekas-bekas kehancuran di seluruh Konstelasi Draco. Planet-planet yang telah hancur. Asteroid yang berubah menjadi debu kosmik. Bahkan beberapa bintang tampak kehilangan cahayanya. Napstylea sedikit mengernyit. "Konstelasi ini... Seperti baru saja mengalami perang besar."
Aryes ikut memandang ke luar. Tatapannya berubah serius. Kini seluruh anggota X.A.R.A menyadari bahwa mereka tidak datang ke sebuah konstelasi yang damai. Jejak kehancuran yang terbentang di hadapan mereka menjadi bukti bahwa belum lama ini telah terjadi pertarungan dahsyat yang mampu mengubah wajah Konstelasi Draco.
