Cherreads

Chapter 775 - Kedatangan yang Tak Terduga

Suasana di Konstelasi Draco kembali tenang. Nexus S-4473 dan armada Pemberontak Tartanos masih berada di posisi masing-masing, tanpa menunjukkan tanda-tanda akan saling menyerang.

Di dalam ruang komando Nexus S-4473, anggota X.A.R.A masih membahas hasil analisis dari pertempuran sebelumnya.

Tiba-tiba— Ruang angkasa dipenuhi ribuan titik cahaya. Satu demi satu cahaya itu bermunculan dari berbagai arah. Dalam hitungan detik, jumlahnya terus bertambah hingga memenuhi sebagian besar wilayah Konstelasi Draco.

Arabels membelalakkan matanya. "Apa itu...?"

Lira menutup bukunya dan segera berdiri. Jester menghentikan permainan kartu Arcana di tangannya. Napstylea yang biasanya tenang kini mengalihkan seluruh perhatiannya ke luar jendela pengamatan.

Di depan panel utama, Proxi segera mengaktifkan seluruh sensor. "Memulai pemindaian..." Beberapa detik kemudian, suara datarnya terdengar kembali. "Kesalahan. Gelombang kemunculan tidak dapat diidentifikasi."

Di sisi lain, Roxis R-5 juga menjalankan sistem analisis Nexus S-4473 hingga batas maksimal. Puluhan layar holografik memenuhi ruang komando. Tetapi hasilnya tetap sama. "Tidak ditemukan jejak gerbang lompatan. Tidak ada fluktuasi ruang. Tidak ada alarm gelombang." Roxis terdiam sejenak. "Mustahil..."

Violys segera menghampiri kedua robot itu. Sebagai ilmuwan, ia mencoba mencari penjelasan berdasarkan data yang tersedia. Ia memperhatikan setiap grafik dan angka yang muncul di layar. Namun semakin lama ia mengamati, wajahnya justru semakin bingung. "Fenomena ini... Tidak sesuai dengan teori perpindahan antarbintang." Ia menggeleng pelan. "Aku tidak bisa memprediksi asal mereka."

Violys tidak mampu menjelaskan apa yang sedang terjadi. Suasana ruang komando mulai dipenuhi kegelisahan. Beberapa anggota kru saling berpandangan. Kemunculan ribuan cahaya tanpa satu pun peringatan merupakan sesuatu yang belum pernah mereka saksikan.

---

Melihat keadaan itu, Aryes melangkah ke depan. Tatapannya tetap tenang. "Jangan panik." Suaranya yang tegas membuat seluruh ruangan kembali hening. "Aku yakin... Yang datang bukan orang sembarangan."

Semua orang menoleh kepadanya. Aryes terus memandang ke arah lautan cahaya di luar sana. "Kalau mereka mampu muncul tanpa terdeteksi oleh sensor Proxi maupun Nexus... Berarti kemampuan mereka berada di luar teknologi yang kita pahami saat ini."

Di dekat jendela pengamatan... Storm berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tatapannya terkunci pada ribuan cahaya yang terus bermunculan. Ia dapat merasakan sesuatu. Bukan sekadar energi. Melainkan tekanan yang perlahan memenuhi ruang angkasa. Perasaan itu begitu samar, tetapi sangat kuat. Seolah ada sosok luar biasa yang mulai memperlihatkan keberadaannya.

Storm mengepalkan tangan. "...Mereka datang," gumamnya pelan.

Arabels menoleh. "Storm. Kamu merasakan sesuatu?"

Storm mengangguk perlahan. "Ada hawa yang sangat kuat. Bukan satu... Melainkan banyak." Ia terus menatap ke arah ruang angkasa yang kini dipenuhi cahaya. Di balik ribuan kilatan itu... Seseorang, atau mungkin sekelompok makhluk dengan kekuatan yang melampaui dugaan mereka, perlahan mulai menampakkan diri.

More Chapters