Cherreads

Chapter 783 - Kepercayaan dan Kekhawatiran

Hanggar utama Nexus S-4473 kembali menjadi sunyi setelah Storm meninggalkan kapal. Arabels masih berdiri di dekat pintu hanggar yang terbuka. Tatapannya tertuju pada jejak cahaya merah yang semakin menjauh di antara lautan bintang. Perasaan cemas belum juga meninggalkan hatinya.

Sebelum ia sempat kembali ke ruang komando... Sebuah suara langkah kaki terdengar dari belakang. Arabels menoleh. Dan seketika ia sedikit terkejut. Napstylea sedang berjalan menuju hanggar. Tatapannya tenang seperti biasa, tetapi langkahnya menunjukkan tujuan yang jelas.

"Kau juga akan pergi?" tanya Arabels.

Napstylea mengangguk pelan. "Aku akan menyusul Storm."

Arabels terdiam sesaat. Biasanya ia akan mencoba menghentikan rekan-rekannya dari tindakan yang berisiko. Namun kali ini... Ia tidak mengatakan apa pun.

Napstylea berhenti beberapa langkah di depannya. "Jangan terlalu memikirkannya," ucapnya tenang.

Arabels sedikit mengernyit. "Apa maksudmu?"

Napstylea kembali memandang ke luar hanggar. "Storm tidak akan kalah." Nada suaranya terdengar begitu yakin. "Bahkan jika lawannya adalah salah satu jenderal utama Kekaisaran."

Arabels terdiam mendengar keyakinan itu. Napstylea melanjutkan. "Kau sudah melihat sendiri kekuatannya. Dia mampu mengalahkan Zyron. Dan aku tidak berpikir seseorang seperti Storm akan tumbang semudah itu."

Setelah mengatakan itu, Napstylea mengangkat tangan kanannya. Cahaya perak mulai muncul di sekeliling tubuhnya. Partikel-partikel energi berkumpul membentuk lapisan logam yang menyelimuti dirinya. Dalam hitungan detik... Armor berwarna perak sepenuhnya terbentuk. Armor Silver. Permukaan armornya memantulkan cahaya bintang yang masuk ke hanggar. Mesin pendorong di bagian punggung mulai menyala.

Napstylea melangkah menuju tepi hanggar. Sebelum pergi, ia sempat berkata tanpa menoleh. "Percayalah padanya."

Lalu... *Wuusshh! * Ia melesat keluar dari Nexus S-4473. Jejak cahaya perak membelah ruang angkasa, mengikuti arah yang sama dengan Storm.

---

Arabels kembali sendirian. Ia memandang ke arah luar untuk waktu yang cukup lama. Ucapan Napstylea terus terngiang di benaknya. Storm memang kuat. Mungkin bahkan jauh lebih kuat daripada yang diketahui banyak orang. Tetapi justru karena itulah Arabels merasa khawatir. Ia masih mengingat apa yang terjadi saat Storm menggunakan kekuatannya. Tekanan yang mengguncang konstelasi. Kekuatan yang mampu menghancurkan bintang. Dan sosok monster kosmik yang bersemayam di dalam dirinya.

Arabels tidak takut Storm kalah. Yang ia takutkan adalah kemungkinan yang lain. Kemungkinan bahwa suatu hari kekuatan itu menjadi terlalu besar untuk dikendalikan. Jika hal itu terjadi... Bukan hanya Draco yang akan hancur. Mungkin seluruh wilayah galaksi akan terkena dampaknya.

Arabels menundukkan kepala sejenak. Lalu perlahan tersenyum kecil. "Tidak mungkin..." gumamnya pelan. "Aku percaya padamu, Storm." Ia mengingat janji yang baru saja diucapkan Storm sebelum pergi. "Aku akan kembali."

Dan untuk saat ini... Arabels memilih mempercayai kata-kata itu. Jauh di balik segala kekuatan yang dimilikinya, Storm tetaplah orang yang selalu berusaha menepati janjinya kepada orang yang ia sayangi.

More Chapters