Cherreads

Chapter 797 - Pertimbangan Rangers

Suasana di aula utama Istana Kekaisaran masih dipenuhi ketegangan. Para petinggi galaksi belum meninggalkan tempat mereka. Oreons masih memikirkan kabar dari Konstelasi Draco. Sementara Yllarxa berdiri di sampingnya dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran.

Tiba-tiba... Pintu aula terbuka perlahan.

*Tok... Tok... Tok... *

Langkah kaki yang berat menggema di seluruh ruangan. Semua orang menoleh. Seorang pria berambut hitam dengan tatapan dingin memasuki aula tanpa menunjukkan sedikit pun ekspresi. Jubah panjangnya berkibar pelan. Aura yang dipancarkannya membuat para prajurit secara refleks menundukkan kepala. Dia adalah... Rangers Orithrosvar. Jenderal terkuat dari Tiga Belas Jenderal Utama Kekaisaran Galaksi.

Tanpa banyak bicara, Rangers menghentikan langkahnya di hadapan seorang pria bertubuh besar yang mengenakan mantel pemburu. Pria itu adalah Zavgath, pemimpin organisasi Monster Hunter yang saat itu tengah menghadiri turnamen kekaisaran. Rangers menatapnya singkat. "Zavgath. Aku serahkan posisi wasit arena kepadamu untuk sementara."

Zavgath mengangkat alis. "Kenapa?"

Rangers menjawab dengan nada datar. "Menjadi wasit terlalu membosankan. Melatih prajurit muda Kekaisaran jauh lebih menarik daripada melihat pertarungan yang hasilnya sudah bisa ditebak."

Zavgath terkekeh kecil. "Seperti biasa. Kau memang tidak pernah berubah."

Rangers tidak menanggapi. Ia langsung berjalan menuju Oreons dan Yllarxa. Melihat kedatangannya... Wajah Yllarxa berubah. Tanpa ragu, gadis itu langsung menghampiri Rangers dan memeluk lengannya. "Kak Rangers."

Rangers menoleh pelan. Meski wajahnya tetap datar, sorot matanya sedikit melembut. Ia memang sudah menganggap Yllarxa seperti adiknya sendiri sejak lama. "Apa yang terjadi?" tanyanya singkat.

Yllarxa membuka mulutnya. Namun akhirnya ia kembali terdiam. Tatapannya beralih kepada Oreons. Ia merasa sang kaisarlah yang lebih tepat menjelaskan semuanya.

---

Oreons mengembuskan napas panjang. "Aku baru saja mendengar kabar dari Draco." Rangers tetap mendengarkan tanpa mengubah ekspresi. Oreons melanjutkan. "Aku harus mengirim seseorang ke sana. Maxtis diberi tugas mencari sumber tekanan yang mengguncang galaksi. Bukan membuat kekacauan." Tatapan Oreons menjadi tajam. "Dia benar-benar tidak becus. Aku yakin dia justru lebih sibuk mencari lawan bertarung daripada menyelesaikan tugasnya."

Beberapa petinggi galaksi menganggukkan kepala pelan. Mereka mengetahui sifat Maxtis yang sulit menahan hasrat bertarung.

Untuk beberapa saat... Rangers tidak berkata apa-apa. Ia hanya menundukkan kepala sambil memikirkan ucapan Oreons. Kemudian ia mengangkat wajahnya. "Aku tidak menyarankan itu."

Oreons menatapnya. "Apa maksudmu?"

Rangers menjawab dengan tenang. "Kalau benar perang sedang terjadi di Draco... Mengirim seseorang ke sana sekarang hanya akan menambah satu tokoh lagi di medan perang." Ia menyilangkan kedua tangannya. "Belum tentu kehadirannya akan menyelesaikan masalah. Justru bisa membuat situasi semakin rumit."

Yllarxa mengangguk pelan. Ia memahami maksud Rangers. Jika semakin banyak petarung kuat datang ke Draco... Maka bentrokan besar akan semakin sulit dihindari.

Oreons terdiam. Ucapan Rangers memang masuk akal. Mengirim bala bantuan tanpa mengetahui keadaan sebenarnya bisa menjadi keputusan yang keliru. Suasana aula kembali sunyi.

More Chapters