Gamma Draconis berubah menjadi lautan keheningan. Tak ada satu pun pihak yang bergerak. Semua hanya saling menatap, menunggu siapa yang akan memulai peperangan.
Kemudian... Dargon mengangkat salah satu tangannya. Tatapannya tetap dingin. "Majulah. Hancurkan manusia itu."
*ROOOAAARRR!! *
Dalam sekejap, ribuan naga mengaum bersamaan. Sayap mereka mengepak serempak hingga menghasilkan gelombang energi yang mengguncang ruang hampa. Tanpa ragu... Mereka melesat menuju Storm.
Dari kejauhan, ribuan cahaya keemasan, ungu, dan merah memenuhi angkasa, membentuk gelombang besar yang siap menelan satu manusia di hadapan mereka. Tetapi... Storm tidak bergeming. Tatapannya tetap lurus ke depan. "Kalau begitu... Aku akan menghadapi semuanya."
Ia mengangkat kedua tangannya.
*WUSSHH!! *
Armor Skycrimson berubah. Bagian punggungnya terbuka, lalu enam lengan mekanis muncul dan bergerak ke posisi tempur. Mode tempur tertinggi kembali aktif. Ashura Mode. Di belakangnya, lingkaran merah raksasa terbuka. Puluhan bilah merah perlahan keluar dari dalamnya. Satu demi satu mengelilingi tubuh Storm. Blades Crimson. Setiap bilah memancarkan cahaya merah yang tajam, berputar mengitari Armor Skycrimson seperti kawanan pemburu yang menunggu mangsa.
Storm menggenggam Pedang Ashura. Energi merah memenuhi seluruh tubuh armornya.
Detik berikutnya...
*BOOOOM!! *
Storm melesat. Kecepatannya begitu tinggi hingga tubuhnya berubah menjadi seberkas cahaya merah. Dalam sekejap... Ia telah menerobos ruang angkasa menuju gelombang ribuan naga yang menyerangnya.
---
Dari kejauhan... Yang terlihat hanyalah satu cahaya merah melawan lautan cahaya naga. Napstylea membelalakkan matanya. "Storm!" Ia langsung bergerak maju, berniat mengejarnya. Namun... Cahaya merah itu sudah menghilang dari jangkauannya. Storm bergerak terlalu cepat. Napstylea hanya dapat menghentikan langkahnya. Ia mengepalkan tangannya dengan cemas.
Di dalam Nexus S-4473... Arabels berdiri di depan layar utama. Tatapannya tidak pernah lepas dari sosok Storm yang kini telah memasuki barisan naga. Ia menggenggam kedua tangannya erat di depan dada. "Storm..." gumamnya pelan. Rasa khawatir masih memenuhi hatinya. Musuh kali ini bukan hanya satu atau dua lawan. Melainkan ribuan naga yang dipimpin Raja Naga Draco sendiri.
Perlahan Arabels tersenyum tipis. Ia teringat semua pertarungan yang telah dilalui Storm. Dan berkali-kali bertahan di hadapan lawan yang jauh lebih kuat. "Aku percaya padamu... Kamu tidak akan kalah hanya oleh kekuatan seperti ini."
Di sampingnya, Proxi terus menganalisis pergerakan medan perang. "Mode Ashura aktif. Blades Crimson berada pada performa maksimum. Pertempuran telah dimulai."
