Cherreads

Chapter 806 - Godaan Nyxdess Kepada Tyrannos

Di sisi lain medan perang... Saat perhatian Dargon sempat tertuju pada pertarungan Storm dan Zyron... Sesosok bayangan melesat dari belakang barisan naga.

*Wusshh! *

Kecepatannya begitu tinggi hingga hanya meninggalkan jejak cahaya. Itu adalah... Tyrannons. Pedangnya telah terhunus. Tatapannya terkunci pada Raja Naga. "Ini kesempatan!"

Ia mengayunkan pedangnya dengan seluruh tenaga. Sebelum tebasan itu mencapai Dargon...

*Duaaak! *

Sebuah ekor naga berwarna keperakan menghantam tubuh Tyrannons dari samping. Benturan itu begitu kuat hingga membuatnya terpental jauh. Tubuhnya menghancurkan sebuah asteroid besar sebelum akhirnya berhenti.

*Braaak! *

Pecahan batu kosmik berhamburan ke segala arah. Beberapa detik kemudian...

*Wussh! *

Tyrannons kembali melesat keluar dari reruntuhan asteroid. Ia mengibaskan debu yang menempel pada pakaiannya. Tatapannya kini tertuju pada sosok yang menghalangi jalannya.

Nyxdess Drarxon. Wanita naga itu melayang anggun di ruang angkasa. Sayapnya terbentang dengan tenang. Ekor panjangnya masih bergerak perlahan setelah menghantam Tyrannons. Senyuman tipis menghiasi wajahnya.

"Kecepatannya lumayan," ucap Nyxdess. "Tapi... Jangan berharap bisa mendekati Raja Naga semudah itu."

Berbeda dengan duel sengit antara Storm dan Zyron... Suasana di antara Tyrannons dan Nyxdess justru terasa jauh lebih tenang. Nyxdess menatap wajah Tyrannons beberapa saat. Kemudian ia tersenyum semakin lebar. "Hmm... Kau cukup tampan. Mengapa kita harus bertarung?" Ia melipat kedua tangannya. "Bagaimana kalau kita mengakhiri semuanya tanpa menghunus senjata? Aku bahkan bisa membiarkanmu pergi." Nada suaranya terdengar lembut, seolah benar-benar sedang menggodanya.

Ekspresi Tyrannons sama sekali tidak berubah. Ia tetap menggenggam pedangnya dengan erat. "Aku bukan anak kecil yang mudah diperdaya," jawabnya datar. "Aku sudah memilih jalanku." Tatapan Tyrannons menjadi semakin tajam. "Aku adalah pejuang pemberontak. Aku tidak akan gentar hanya karena kata-kata seperti itu."

Nyxdess tertawa kecil. "Sayang sekali. Padahal aku lebih suka berbicara daripada bertarung."

Tyrannons perlahan mengangkat pedangnya. Ujung bilah itu mengarah tepat ke dada Nyxdess. "Aku akan mengalahkanmu. Setelah itu... Aku akan menghadapi Dargon." Aura biru mulai menyelimuti tubuh Tyrannons. Tekanan energinya meningkat sedikit demi sedikit. Ia melanjutkan dengan suara penuh keyakinan. "Semakin kuat lawan yang kuhadapi... Semakin besar kesempatan bagiku untuk berkembang. Karena suatu hari nanti... Aku harus menghadapi para Jenderal Utama Kekaisaran. Itulah tujuan perjalananku."

Nyxdess memandangnya beberapa saat. Senyum di wajahnya perlahan menghilang. Kini sorot matanya berubah serius. "Kalau begitu... Aku akan melihat seberapa kuat tekadmu." Aura naga berwarna perak keunguan perlahan memenuhi ruang angkasa.

Di kejauhan... Dargon tetap berdiri tanpa bergerak. Ia membiarkan kedua bawahannya menghadapi lawan mereka masing-masing. Sementara itu... Di langit Gamma Draconis, dua pertempuran besar berlangsung bersamaan. Storm kembali berhadapan dengan Zyron. Dan Tyrannons kini memulai duel melawan Nyxdess, sang penguasa Dragon's Abyss.

More Chapters