Cherreads

Chapter 812 - Sekilas Cahaya dan Harapan

Keheningan menyelimuti kamar kerajaan. Cahaya lembut dari bintang-bintang di luar jendela menerangi ruangan yang luas itu.

Di atas ranjang... Yllarxa perlahan membuka matanya. Ia mengedip beberapa kali, masih berusaha menghilangkan rasa kantuknya. "...Yang Mulia?" gumamnya lirih. Secara refleks, ia menoleh ke samping. Namun... Tempat di sisinya telah kosong. Oreons sudah tidak berada di sana.

Yllarxa perlahan duduk di tepi ranjang. Barulah ia menyadari bahwa dirinya telah berada di dalam kamar. Ia mengingat samar-samar bagaimana rasa lelah membuatnya tertidur saat berada di balkon istana. "Jadi... Yang Mulia yang membawaku," bisiknya pelan. Ia tersenyum tipis, lalu menghela napas. "Kalau begitu... Dia pasti sudah kembali ke aula istana."

Yllarxa bangkit dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke luar angkasa. Hamparan galaksi tampak begitu indah dari sana. Tatapannya tiba-tiba tertuju pada satu titik yang sangat jauh. Konstelasi Draco.

Di kejauhan, sebuah cahaya merah keemasan mendadak menyala begitu terang. Kilau itu menerangi sebagian ruang angkasa sebelum akhirnya menghilang dalam sekejap. Beberapa detik kemudian... Kilatan lain kembali muncul. Lebih besar. Lebih kuat. Lalu lenyap begitu saja.

Yllarxa membelalakkan matanya. "Itu... Bukan cahaya biasa." Ia menggenggam ujung gaunnya erat. Sebagai seseorang yang telah lama hidup di istana, ia memahami bahwa ledakan energi sebesar itu hanya bisa terjadi jika para petarung luar biasa sedang bertarung. Pikirannya langsung tertuju pada satu tempat. "Draco..." bisiknya. "Perangnya sudah dimulai."

Dadanya terasa sesak. Di sana bukan hanya ada armada Kekaisaran. Bukan hanya para naga. Tetapi juga... Tyrannons. Yllarxa perlahan menundukkan kepalanya. Ia masih mengingat sosok Tyrannons yang selalu melindunginya ketika mereka masih kecil. Kini... Orang yang sama justru berada di tengah medan perang yang dipenuhi naga-naga kuat.

"Aku hanya berharap... kau tetap selamat." Suara Yllarxa terdengar sangat pelan. "Aku tahu kau sudah memilih jalanmu sendiri. Tapi jangan... gugur di sana." Ia memejamkan kedua matanya. Konstelasi Draco dikenal sebagai salah satu wilayah paling berbahaya di galaksi. Para naga yang menghuni tempat itu bukanlah lawan yang dapat dikalahkan dengan kekuatan biasa. Para jenderal Kekaisaran pun harus berhati-hati apabila bertarung di sana.

Yllarxa hanya bisa menggenggam kedua tangannya di depan dada. Dalam diam... Ia memanjatkan harapan agar perang di Draco tidak merenggut terlalu banyak nyawa. Terutama... Nyawa seseorang yang masih ia anggap sebagai keluarga.

More Chapters