Cherreads

Chapter 824 - Tekad yang Tak Goyah

Di sistem bintang Gamma Draconis... Ledakan dahsyat mengakhiri benturan antara Storm dan Zyron. Tubuh Storm terpental menembus ruang angkasa.

*BOOOM!! *

Ia menghantam sebuah asteroid raksasa hingga permukaannya hancur dan dipenuhi retakan. Debu kosmik berhamburan ke segala arah. Beberapa saat... Tidak ada pergerakan. Kemudian... Storm perlahan membuka matanya. Ia bangkit dengan susah payah. Seluruh tubuhnya terasa berat. Napasnya memburu di balik helm Armor Skycrimson. Saat menundukkan kepala, ia melihat banyak retakan memenuhi lapisan armor yang membungkus tubuhnya. Kilatan listrik sesekali muncul dari bagian yang rusak. Di sekelilingnya... Blades Crimson yang sebelumnya berputar melindunginya kini telah menghilang satu per satu. Sistem senjata itu berhenti beroperasi demi menghemat energi.

Tiba-tiba, suara mekanis terdengar dari dalam armor. "Peringatan. Kerusakan Armor Skycrimson mencapai tingkat berbahaya. Disarankan menghentikan pertempuran. Perbaikan otomatis sedang dijalankan."

Storm mengembuskan napas panjang. Ia terduduk di atas asteroid itu sambil menatap ke depan. Di kejauhan... Zyron melayang dengan kedua sayap naganya terbentang. Aura ungu yang menyelimuti tubuhnya jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Naga itu tersenyum meremehkan. "Kenapa? Apa makhluk lemah sepertimu sudah kehabisan tenaga?"

Storm tidak menjawab. Ia hanya memperhatikan indikator pada layar helmnya. Persentase perbaikan armor mulai meningkat perlahan. Masih terlalu lambat. "Aku harus mengulur waktu... Kalau memaksakan diri sekarang... Armor ini bisa hancur sebelum pertarungan selesai." Storm tetap duduk. Bukan karena menyerah. Melainkan menunggu kesempatan terbaik.

Zyron tertawa keras. "Hahaha! Di mana kesombonganmu tadi? Kau yang mengatakan akan mengalahkanku lagi. Kini kau bahkan tidak mampu berdiri dengan benar."

Storm perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya tetap tajam. "Aku belum kalah." Jawabannya singkat.

Zyron menyeringai. "Masih keras kepala rupanya."

Storm mengepalkan tangannya. Suara perbaikan armor masih terus terdengar di dalam helm. Retakan-retakan pada Skycrimson perlahan mulai menutup. Meski prosesnya belum selesai... Setidaknya kondisinya mulai membaik. Storm memandang lurus ke arah Zyron.

Di dalam hatinya... Satu tekad terus bergema. "Aku akan mengalahkanmu lagi. Dan kali ini... Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk bangkit kembali." Ia telah memahami satu hal. Selama Zyron masih bisa dihidupkan kembali... Pertarungan ini tidak akan pernah benar-benar berakhir. Karena itu... Kali ini dirinya bertekad mengakhiri semuanya.

More Chapters