Zyron terus melesat. Tujuannya hanya satu. Keluar dari wilayah Gamma Draconis sebelum kedua pedang Storm berhasil mengejarnya. Ia mengepakkan keenam sayapnya sekuat tenaga. "Aku harus keluar dari sini!"
Namun... Tepat ketika Zyron hampir mencapai batas wilayah Gamma Draconis—
*FWOOSH! *
Pedang es Storm tiba-tiba melesat dari belakang. Zyron menoleh. Terlambat.
*KRAK! *
Pedang es menancap pada salah satu sayapnya. Dalam sekejap, hawa dingin menyebar ke seluruh tubuh Zyron. Sayapnya membeku. Tubuhnya kehilangan kemampuan untuk bergerak. "Apa...?" Zyron berusaha melepaskan diri. Namun kristal es terus menyebar.
Kemudian... Cahaya merah muncul di belakangnya.
*SHING! *
Pedang Ashura melesat dengan kecepatan tinggi. Zyron hanya sempat menoleh. Serangan itu langsung menghantamnya. Dalam beberapa detik... Pertahanan Zyron runtuh. Tubuhnya yang sudah kehilangan kemampuan untuk bergerak akhirnya hancur dan jatuh menjadi serpihan yang perlahan menghilang di ruang hampa.
Kedua pedang kemudian berhenti. Pedang es melepaskan diri. Pedang Ashura berputar di udara. Keduanya langsung kembali menuju Storm.
*FWOOSH! *
Storm mengangkat tangannya. Kedua pedang kembali berada dalam genggamannya. Medan perang mendadak terasa sunyi.
Arabels terdiam. Matanya terpaku pada tempat Zyron terakhir berada. "Storm..."
Napstylea juga tidak mengatakan apa-apa. Ia tahu Storm telah memenangkan pertarungan. Tetapi cara pertarungan itu berakhir membuatnya terkejut. Storm tidak hanya mengalahkan Zyron. Ia memastikan Zyron tidak lagi dapat kembali menjadi ancaman.
Arabels menatap Storm dengan cemas. Tubuh Storm masih dipenuhi kerusakan. Armor Skycrimson hampir tidak mampu bertahan. Namun Storm tetap berdiri. Ia menurunkan kedua pedangnya. Napasnya berat.
Napstylea akhirnya berkata pelan, "Storm. Kau benar-benar mengalahkannya..."
Arabels menggenggam tangannya sendiri. Sebelum mereka sempat menghampiri Storm— Tekanan energi yang sangat besar kembali terasa dari kejauhan.
Dargon menatap Storm dengan serius. Maxtis juga memperhatikan dari jauh. Tyrannons menggenggam pedangnya. Semua orang yang melihat pertarungan itu kini memahami satu hal. Storm telah mengalahkan Zyron dalam keadaan tubuhnya sendiri berada di ambang batas.
