Cherreads

Chapter 862 - Amarah Xyrares Vonalys

Dargon mengangkat Eternal Golden Dragon Sword di hadapan Arabels. Sebelum dia sempat bergerak lebih jauh—

*FWOOSH! *

Sebuah pedang melesat dari kejauhan. Tyrannons tiba. "ARABELS!" Ia melemparkan pedangnya dengan seluruh kekuatannya, berharap dapat menghentikan Dargon. Namun... Terlambat. Serangan Dargon sudah mengenai Arabels. Pedang Eternal Golden Dragon Sword segera ditarik kembali oleh Dargon. Arabels kehilangan tenaganya dan jatuh perlahan di ruang angkasa.

Tyrannons langsung bergerak untuk menghampirinya. "Arabels!"

Storm melihat semuanya. Untuk beberapa detik... Xyrares Vonalys hanya diam. Api kosmik di sekeliling tubuhnya bergetar. Kemudian auranya berubah. Semakin besar. Semakin panas. Storm menatap Dargon dengan kemarahan yang belum pernah terlihat sebelumnya. "Arabels..." Suara Storm terdengar berat.

Dargon hanya berdiri dengan tenang. Tiba-tiba—

*BOOOOOOM! *

Ledakan api kosmik menyebar dari tubuh Storm. Gelombang panas menyapu seluruh Gamma Draconis. Para naga yang masih berada di sekitar langsung panik. "Menjauh!" "Keluar dari Draco!" Ribuan naga yang sebelumnya berusaha melarikan diri semakin mempercepat gerakan mereka. Namun gelombang api kosmik Storm menyebar begitu luas hingga jalur mereka dipenuhi tekanan panas yang luar biasa.

Storm melesat.

*FWOOSH! *

Api kosmik menyapu medan perang. Para naga yang terkena gelombang energi itu langsung terpental dan tidak mampu melanjutkan pertempuran. Tidak ada lagi ketenangan. Xyrares Vonalys telah mengamuk.

Armada Kekaisaran segera meningkatkan kekuatan perisainya. "Perisai maksimum!" Armada Tartanos melakukan hal yang sama. Di kapal Nexus, Proxi memperingatkan semua orang. "Suhu ruang di sekitar meningkat drastis!"

Arabels masih berada di dekat Tyrannons. Napstylea menatap Storm dengan cemas. "Storm..." Ia tahu perubahan itu bukan sekadar peningkatan kekuatan. Storm sudah kehilangan kendali atas emosinya.

Api kosmik semakin membesar. Bahkan asteroid yang berada jauh dari pusat pertarungan mulai berubah arah akibat gelombang energi tersebut. Dargon menatap Storm. Raja Naga itu menghadapi sosok yang benar-benar marah.

Storm menggenggam Two Spears of Fire. Api kosmik membungkus kedua tombak itu. Tatapannya terkunci pada Dargon. "Kau... menyentuh orang yang paling ingin kulindungi." Aura Xyrares Vonalys kembali meledak. "Sekarang... aku tidak akan menahan diri lagi."

Dargon mengangkat Eternal Golden Dragon Sword. Di antara mereka... Api kosmik dan aura emas kembali bertabrakan.

Bersambung.

More Chapters