Cherreads

Chapter 868 - Kepergian Arabels

Tiba-tiba... Percikan cahaya bermunculan di angkasa Gamma Draconis. Satu. Dua. Kemudian semakin banyak. Cahaya-cahaya kecil itu melayang perlahan di sekitar mereka seperti serpihan bintang.

Storm yang masih duduk lemah mengangkat kepalanya. "Apa itu...?" Napstylea ikut menatap ke arah cahaya tersebut. Sebelum mereka mengetahui asalnya—

"Storm..." Suara Arabels terdengar pelan. Tyrannons yang berada di sampingnya segera menoleh. "Arabels?"

Arabels mengangkat tangannya dengan lemah. "Bawa aku... ke Storm." Tyrannons terdiam sesaat. Namun akhirnya ia mengangguk. Ia membantu Arabels bergerak mendekati Storm.

Storm langsung menatapnya. "Arabels..." Arabels tersenyum kecil. "Jangan terlihat seperti itu." Storm tidak mampu menjawab. Arabels menatapnya beberapa saat. "Aku baik-baik saja." Storm hanya diam. Arabels kemudian melanjutkan dengan suara yang semakin pelan. "Aku senang... bisa berpetualang bersamamu."

Storm menundukkan kepalanya. Ia ingin mengatakan sesuatu. Namun tidak ada kata-kata yang keluar. Napstylea yang berada di sampingnya mulai menyadari sesuatu. Cahaya-cahaya kecil di sekitar mereka semakin banyak.

Arabels kemudian mengulurkan tangannya. Dengan gerakan lemah, ia meraih tangan Storm. Kemudian tangan Napstylea. Ia menyatukan kedua tangan mereka. Storm menatap Arabels dengan mata berkaca-kaca. Napstylea juga terdiam.

Arabels tersenyum. "Jangan tinggalkan satu sama lain. Apapun yang terjadi... kalian harus tetap bersama."

Storm menggenggam tangannya. "Arabels..."

Arabels tidak menjawab. Tubuhnya mulai dipenuhi cahaya. Percikan energi putih perlahan keluar dari dirinya. Tyrannons terdiam. Ia mengetahui apa yang sedang terjadi. Napstylea juga mulai memahami kenyataan tersebut. "Arabels..."

Cahaya semakin terang. Arabels menatap Storm untuk terakhir kalinya. "Terima kasih..."

Kemudian tubuhnya perlahan berubah menjadi serpihan cahaya. Satu demi satu. Serpihan itu terangkat ke angkasa. Storm hanya terdiam. Ia tidak mengejar. Tidak berteriak. Tidak mampu melakukan apa pun. Ia hanya melihat cahaya Arabels semakin jauh... hingga akhirnya menghilang di antara bintang-bintang Gamma Draconis.

Tangan Storm masih menggenggam ruang kosong. Air mata perlahan jatuh dari wajahnya. Napstylea melihatnya. Ia tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya mendekat dan memeluk Storm. Storm tidak melawan. Tubuhnya tetap diam dalam pelukan tersebut.

Untuk pertama kalinya setelah seluruh pertarungan besar itu... Storm tidak terlihat seperti seorang pejuang. Ia hanya terlihat seperti seseorang yang baru kehilangan orang yang sangat berarti baginya. Napstylea memeluknya lebih erat. "Storm... Kau tidak sendirian."

Storm tetap diam. Namun akhirnya... ia menundukkan kepalanya. Di atas mereka, serpihan cahaya Arabels terus menghilang perlahan ke dalam luasnya angkasa.

More Chapters