Cherreads

Chapter 2 - BAB 2 SKSH

Setelah shiden menutup telponnya muncul notifikasi di ponselnya , kemudian dia melihat bahwa notifikasi itu adalah kiriman uang sebesar seratus lima puluh triliun rupiah , membuat dirinya tak percaya dia sungguh mempunyai uang sebanyak ini.

" Hahhh apa ini nyata!? Aku mempunyai uang sebanyak ini " ucap shiden dengan tak percaya.

" Drr..drr.."

Ponsel milik shiden pun berdering kembali setelah dia melihat bahwa yang meneleponnya adalah Anton dia langsung mengangkatnya.

" Halo pak Anton ada apa lagi? " Tanya shiden.

" Halo tuan saya mau memberi tahu bahwa dividen untuk tahun ini , saya sudah kirim totalnya seratus lima puluh triliun rupiah apa sudah masuk tuan " Jawab Anton sembari bertanya .

" Oh sudah pak Anton terima kasih kalau begitu " jawab shiden.

" Sama - sama tuan , karena uang itu adalah independen untuk Anda selaku pemilik xianzun grup, kalau begitu saya tutup dulu karena saya masih banyak yang harus dilakukan permisi tuan " ucap Anton dengan nada sopan kepada Shiden.

" Iya pak Anton silahkan " jawab shiden.

Panggilan pun di matikan.

Sesudah shiden mematikan teleponnya dia pun langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.

Skip mandi pun selesai.

Di karenakan hari ini adalah hari Minggu , dirinya mau jalan jalan sambil mau membeli motor dikarenakan sekarang dirinya sudah kaya , juga niatnya dia mau membelikan rumah untuk ibu dan juga adiknya.

Sesudah berpakaian rapi shiden pun pamit kepada sang ibu untuk main keluar , dan juga dirinya menjagak Lia adik nya untuk pergi untuk memberikan kejutan kepadanya.

" Bu aku pamit mau main keluar dulu ya " pamit shiden kepada ibunya.

Mendengar bahwa anaknya mau pamit keluar Sintia menjawabnya.

" Iya nak hati - hati " kata Sintia.

Ketika dirinya melihat Lia adiknya , keluar dari kamarnya pun mengajaknya untuk ikut bersama shiden.

" Lia ikut ya kakak jalan jalan " kata shiden ke adiknya.

Lia yang mendengar kakak mengajaknya jalan jalan pun senang .

" Lia mau kak , tapi kemana!!? " Jawab Lia ke shiden.

" Sudah kamu ikuti ajak kakak , tapi kamu mandi dulu gih " kata shiden ke lia.

" Iya kak " ucap Lia

Skip Lia pun keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaian rapi di kamarnya.

Setelah itu keduanya berpamitan ke sang ibunya.

" Kalau begitu kami pamit dulu Bu " ucap shiden pamit ke ibunya.

" Iya nak " jawab Sintia.

" Sistem buka status " ucap shiden di hati.

" STATUS "

" TITLE : PEMILIK SISTEM SPIN HARIAN

NAMA : SHIDEN MAULANA

UMUR : 18 TAHUN

STAMINA: 60 / 10000

TUBUH : 70 / 10000

KEPINTARAN : 80 / 10000

UANG TUNAI : 150.000.020.000.000

KEKAYAAN : XIANZUN GRUP

TOKO SISTEM : TERKUNCI

RUANG PENYIMPANAN :

- SURAT DAN BERKAS XIANZUN GRUP

- BLACK EMPEROR CARD

" Wah uang ku banyak sekali !! , kok ada sebuah kartu di Ruang penyimpanan ? " Ucap shiden dengan sedikit bingung.

" ITU ADALAH HADIAH DARI SISTEM UNTUK TUAN, JUGA KARTU ITU HANYA ADA SATU SATU NYA DI DUNIA JUGA KARTU ITU TANPA ADANYA BATAS PENARIKAN PENARIKAN , DAN SEKARANG INI ADALAH MILIK TUAN " Jawab sistem .

" Wah terimakasih sistem kau baik sekali " ucap shiden dalam hatinya sembari senyum.

Ketika Lia melihat kakaknya senyum senyum sendiri dia pun bertanya.

" Kak kok senyum sendiri , lagi mikirin apa "tanya Lia.

" Tidak apa-apa kok hanya sedang menikmati indahnya hari ini " jawab shiden dengan canggung.

" Oh kirain kenapa " jawab singkat Lia .

" Ayo kita cari angkot dulu " kata shiden

" Tapi!! kan kita GK punya uang " ucap Lia .

" Tenang kakak ada kok " jawab shiden.

Beberapa menit setelah lamanya berjalan angkot pun ada yang lewat , dan berhenti keduanya pun menaikinya. Setelah beberapa saat kemudian keduanya turun di depan sebuah dealer motor.

" Ayo dek kita turun " kata Shiden.

" Iya kak" jawab Lia .

Setelah keduanya turun shiden membayar ongkosnya.

" Berapa bang ? " Tanya shiden ke supir angkot.

" 20rb aja dek " supir angkot menjawab.

" Sistem tolong masukan 50rb ke saku celanaku " perintah shiden ke sistem.

" BAIK TUAN " Jawab sistem.

Shiden pun merogoh saku celananya dan mengambil uang 50rb.

" Ini bang , kembalinya buat Abang saja "kata shiden sembari membayar ongkosnya.

" Terima kasih ya dek " jawab supir angkot itu Dengan tersenyum.

Setelah membayar ongkosnya shiden langsung menghampiri sang adik dan mengajaknya ke dealer motor itu . Tapi adiknya menjadi bingung kenapa kakak mengajaknya ke dealer motor.

" kak !!, kok kita ke dealer motor siapa yang mau beli motor " tanya Lia ke kakaknya

" Kamu lihat aja nanti ya " kata shiden kepada adiknya.

" Ya kak "balas Lia.

Keduanya pun masuk kedalam dealer motor tersebut. Ketika mereka masuk, seorang pramuniaga pria pun menghampiri Shiden dan Lia

" Halo tuan dan nona ada yang bisa saya bantu " tanya pramuniaga pria dengan sopan.

" Ya kak , saya mau membeli sebuah motor " balas shiden ke pramuniaga pria dengan sopan juga.

Ketika Lia mendengar bahwa kakaknya hendak mau membeli motorpun menjadi kaget.

" Hahhh apa !!?, Kakak mau beli motor " ucap lia.

" Iya Lia , emang ada apa " ucap shiden ke lia .

" Emang kakak ada uangnya !!? " Jawab Lia.

" Tenang kak punya uang kok " ucap shiden.

Mendengar kakaknya punya uang untuk membeli motor dia masih tidak percaya.

" Oh kalau begitu mari ikut saya tuan untuk melihat lihat dulu " kata pramuniaga pria mengajak shiden dan Lia untuk melihat lihat dulu.

Mereka pun berkeliling dan melihat sekeliling, namun Lia hanya bengong dan mengingat kakaknya yang tak habis pikir sang Kakak dapat uang dari mana. Dan setelah shiden melihat lihat dirinya bertanya kepada pramuniaga pria itu

" Kak apa kakak pramuniaga bisa berekomendasikan sebuah motor sport untuk saya " tanya shiden kepada pramuniaga itu.

" Oh kalau saya sih merekomendasikan motor sport untuk tuan adalah Kawasaki ninja H2r tuan mari ikut saya untuk melihatnya " Jawab pramuniaga pria ke shiden.

Merekapun sampai di tempat motor sport tersebut.

" Nah ini tuan motornya " ucap pramuniaga itu.

Shiden yang melihat motor itupun sangat tertarik.

" Kak apa saja Spesifikasi motor ini " tanya shiden.

Sang pramuniaga pria itu pun memberitahukan tentang spesifikasi motor itu kepada Shiden.

" Spesifikasi motor ini adalah!!!,

Kapasitas 998 cc

Jumlah silinder 4 silinder segaris

Teknologi Injeksi, DOHC, 16 valve, supercharge

Kompresi 8,3:1

Tenaga 305 hp @14.000 rpm

Torsi 165 Nm @12.500 rpm

Transmisi 6 percepatan, dog-ring

Dimensinya pun terbilang tidak terlalu besar untuk ukuran sepeda motor balap. Panjangnya mencapai 2.070 mm, lebar 850 mm, dan tinggi 1.160 mm saja.Wheelbase-nya ada di angka 1.450 mm dengan ground clearance 130 mm. Tinggi joknya sendiri di angka 830 mm dengan kapasitas tangki BBM mencapai 17 liter. " Kata pramuniaga pria itu kira kiranya.

Ketika shiden mendengar spesifikasi motor sport Kawasaki ninja H2r pun menjadi semakin tertarik.

" Wah saya tertarik kak berapa harganya ? " Tanya shiden harga ke pramuniaga itu .

" Kalau tuan Tertarik, untuk harga motor ini adalah 1Miliayar rupiah tuan " kata sang pramuniaga itu.

Ketika Lia mendengar harga motor sport tersebut menjadi kaget sebuah motor yang harganya 1miliayar kakaknya mau dibeli oleh kakak.

" Kak apa kau serius mau membeli motor ini, apa kakak ada uangnya !!? " Tanya Lia ke shiden.

" Tenang aja kakak punya uangnya kok " jawab shiden ke Lia.

Sang pramuniaga pun bertanya ke shiden bayarnya dengan cara apa .

" Kalau tuan Tertarik membelinya , apa tuan bayarnya pakai Debit atau tunai!!? " tanya pramuniaga itu.

" Pakai Debit aja kak " jawab shiden.

Shiden pun mengambil black emperor card nya dari ruang penyimpanan melalui saku celananya.

" Penyimpanan" gumam shiden sambil merogoh saku celana.

" Ini kak kartunya " ucap shiden sambil menyerahkan kartu debitnya .

Ketika sang pramuniaga memegang dan melihat bahwa kartu milik shiden , tangan bergetar.

" I- ini saya tidak bisa menerimanya tuan" kata pramuniaga itu sambil tangannya sedikit gemetaran.

" Kenapa tidak bisa kak!!? " Ucap shiden dengan kebingungan.

" Ini karena kartu milik tuan adalah kartu yang sangat berharga tuan, hanya manager saya tuan yang berhak menerimanya. Saya telepon dulu manager saya dulu tuan" ucap pramuniaga pria itu.

" Iya silahkan kak " shiden mempersilahkan pramuniaga itu untuk menelepon managernya.

Sementara itu Lia yang melihat kartu yang dikeluarkan oleh kakaknya membuat si penjual itu gemetaran, dan langsung membuat dia menelepon manager dealer ini.

Sementara di kantor manager dealer ini ada seorang pria paruh baya ya sedeng duduk sambil memainkan laptop nya , kemudian ponselnya berdering. Dia pun mengangkatnya.

" Iya halo " kata pria paruh baya tersebut.

" Halo pak Herman Ini saya Harto " kata pramuniaga pria itu bernama Harto yang sedang melayani Shiden .

" Iya ada Harto " jawab Herman.

" Ini pak ada yang mau membeli motor sport " kata Harto

" Iya terus kenapa kalo ada orang yang mau membeli motor kenapa kamu nelpon saya " jawab Herman dengan kesal.

" Tapi pak saya tidak bisa menerimanya karena sang pembeli membayarnya dengan kartu Black emperor card " kata Harto sambil menjelaskan ke Herman.

" Hahhh!!? Ka-kartu black emperor card katamu " jawab Herman sambil terkejut.

" Iya pak " kata harto singkat.

" Kalau begitu saya akan segera kesitu " kata Herman.

Herman pun langsung keluar untuk menuju ketempat shiden yang merupakan pemilik black card tertinggi itu .

" Tuan pak Herman selaku manager saya akan segera kesini mohon ditunggu" ucap Harto ke shiden.

Shiden pun menganggukkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian Herman pun datang ke tempat shiden.

" Halo tuan Shiden dan nona Lia perkenalkan nama saya Herman selaku manager dealer ini " kata Herman sopan kepada Shiden.

" Perkenalkan saya juga shiden Maulana dan ini adik saya " jawab shiden sambil memperkenalkan balik dirinya dan adiknya

" Apa benar tuan yang mau membeli motor ini dengan menggunakan kartu ini " ucap Herman sopan.

" Iya pak Herman " jawab shiden.

" Kalau begitu Harto tolong kamu mesin geseknya " perintah Herman ke harto .

" Iya pak " jawab Harto

Herto pun langsung mengambil mesin geseknya yang diperintahkan oleh Herman.

Beberapa saat kemudian Harto pun kembali lagi.

Skip pembayaran pun selesai,

" Kalau begitu saya pamit dulu ya pak Herman dan apa motornya bisa saya bawa pulang sekarang " tanya shiden ke Herman.

" Bisa tuan " jawab Herman dengan sopan.

" Bagus kalau begitu ayo kita pergi Lia " kata shiden ke Lia .

Lia yang lagi terbengong dari tadi melihat transaksi kakak mampu untuk membeli motor sport tersebut. Baru tersadar oleh ajakan kakaknya untuk segera pergi.

Mereka pun keluar dari dealer tersebut dan melanjutkan jalan jalan Minggunya.

Bersambung

Segini dulu ya teman teman

Maaf kalo banyak kata yang salah, kalo suka tolong kasih bintangnya

More Chapters