Cherreads

Chapter 22 - Bab 22

"Pertandingan selesai, pemenangnya adalah Biscuit!"

"Biscuit, apakah kamu baik-baik saja?" Ives buru-buru naik ke atas arena, khawatir akan keselamatan Biscuit.

"A-aku baik-baik saja, ugh..." Biscuit mengangguk kecil sambil berkata dengan suara sedikit serak. Menoleh ke arah lawannya, dia menatapnya dengan kebingungan.

Kebingunan itu juga dirasakan oleh Ives. Menatap pria itu, dia mengerutkan keningnya, "Kamu jelas lebih unggul dalam pertandingan ini, mengapa kamu menyerah?" Tanyanya dengan nada sengit. Apakah karena Biscuit perempuan? Ataukah karena dia menganggap Ujian Hunter permainan belaka?

"Mengapa? Hmm, mungkin karena aku menyukainya?" Kata pria dengan penampilan bengis itu setelah diam sejenak.

"Huh?" Jangankan Ives, bahkan Biscuit sendiri heran. Pak tua ini menyukai Biscuit?

"Hahaha, bukan seperti itu, yang aku maksud adalah aku suka kegigihan dan kemampuannya." Pria itu terkekeh. Mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, dia menyodorkan sesuatu itu kepada mereka, "Kartu namaku, terdapat alamat dan nama dojo yang aku kelolah. Temui aku jika kamu tertarik." Setelah mengatakan itu, pria itu meloncat keluar dari arena pertandingan.

Meskipun secara kemampuan dan kekuatan fisik dia lebih unggul dan tentunya mampu memenangkan pertandingan ini, alasan mengapa dia menyerah yaitu karena dia melihat sebuah berlian yang belum dipoles dari sosok gadis itu.

Sebagai pemilik dojo, dia telah melatih banyak sekali murid, dan mungkin gadis itu adalah 'calon' murid yang menurutnya paling bersinar terang. Baik gadis itu mau menerima atau tidak tidak menjadi masalah baginya. Dia sudah senang dapat bertemu dengan jenius seperti itu, selain itu, pertandingan barusan bisa dikatakan bahwa dia secara tidak langsung telah menjadi gurunya.

Menyerah dalam pertandingan ini bukan berarti dia gagal, masih ada kesempatan untuk lolos dengan Losers Bracket nanti.

Kembali ke Ives.

Menerima kartu nama itu, Ives yang penasaran mulai membacanya. Di sana tertulis sebuah nama, dan nama itu adalah: Botobai Monstruo.

"Batobai Monstruo? Tunggu, bukankah nama ini..." Ives diam dan mulai menelusuri ingatannya. Nama ini terdengar begitu familiar, tapi siapa?

'Tunggu, bukankah Batobai adalah nama dari Triple-Star Terrorist Hunter yang mewakili Zodiak Naga?!' Dia jelas terkejut, tapi kemudian dia ingat bahwa seharusnya orang itu bernama Batobai Gigante, bukan Botobai Monstruo, dan Gigante jelas masihlah anak-anak di tahun ini.

Terus, apakah pak tua ini memiliki hubungan dengannya? Mungkinkah dia ayahnya? Kumis dan alis mereka memang sama persis, terus raut wajahnya juga tidak terlalu berbeda jauh...

"Biscuit, beristirahatlah, kamu telah melakukan yang terbaik. Sekarang giliranku, tunggu, aku akan memenangkan pertandingan ini." Setelah menggendong Biscuit keluar, Ives menoleh kembali ke arah arena pertandingan, di sana dia menatap calon lawannya yang telah menunggunya.

"Ives, berhati-hatilah dan menangkan pertandingan ini." Biscuit menyemangati sambil mengangkat tinju kecilnya ke udara.

"I will." Ives melirik gadis manis itu sambil tersenyum penuh percaya diri.

Naik ke atas panggung dengan langkah mantap, dia menghampiri pria itu ke tengah arena.

Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters