Cherreads

Chapter 17 - Chapter 17 — Anak yang Dicari

Pagi itu… seharusnya biasa saja.

Seperti hari-hari sebelumnya.

Julio bangun terlambat.Sri mengomel pelan.Dan Doni… sudah lebih dulu pergi.

DEPAN RUMAH — PAGI

Sebuah mobil berhenti di depan pagar.

Toyota Zenix V Hybrid hitam.

Plat: B 2222 GWM

Mesinnya nyaris tidak terdengar.

Halus.

Tenang.

Seperti mobil keluarga biasa.

Julio keluar rumah sambil menguap.

Tas di punggung.

Sepatu belum sepenuhnya rapi.

“Cepetan masuk,” kata Sri.

Julio membuka pintu belakang.

Duduk.

Lalu langsung rebahan setengah.

“Pak, sekolah jauh ya…” 😄

Sopir hanya tersenyum kecil.

Bukan sopir biasa.

Ia bagian dari Tim Senyap.

DALAM MOBIL

Julio melihat ke depan.

Dashboard digital menyala.

Halus.

Modern.

“Ini mobilnya enak yo…”(Ini mobilnya enak ya…)

Sopir:

“Biar kamu nggak telat terus.”

Julio:

“Lho aku telat karena bangun siang, bukan karena mobil…” 😄

Mobil melaju.

Tenang.

Namun di kejauhan—

sebuah mobil lain ikut bergerak.

Tidak terlalu dekat.

Tidak terlalu jauh.

CUT TO: GEDUNG PELNI — PAGI

Area parkir mulai ramai.

Namun ada beberapa mobil yang langsung dikenali oleh tim inti.

Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range — silverPlat: B 234 GWM

Mobil pribadi Doni.

Terparkir di posisi biasa.

Di sisi lain—

Toyota Zenix Q Hybrid — hitamPlat: B 2777 GWM

Mobil yang sering dipakai Doni saat “tidak ingin terlihat sebagai Doni”.

Tidak jauh dari sana—

Toyota Zenix Hybrid hitamPlat: B 2888 GWM

Mobil Prof Arief.

Dan satu lagi—

Toyota Zenix Hybrid hitamPlat: B 2999 GWM

Mobil operasional.

Biasanya dipakai untuk tim lapangan.

Semua terlihat seperti kendaraan biasa.

Namun sebenarnya—

ini bagian dari sistem.

INT. RUANG KONTROL

Yuri melihat layar.

“Semua unit standby.”

Mayjen Okta mengangguk.

“Tim bayangan siap bergerak.”

Doni tidak melihat layar utama.

Ia melihat satu titik kecil.

Lokasi Julio.

DONI (PELAn)

“Pastikan rutenya bersih.”

CUT TO: DALAM MOBIL JULIO

Julio melihat keluar jendela.

Lampu jalan.

Orang-orang.

Motor.

Tiba-tiba—

ia mengernyit.

“Pak…”

Sopir:

“Kenapa?”

Julio menatap kaca samping.

“Kayak ada yang ikut…”

Sopir langsung cek spion.

Mobil hitam.

Masih jauh.

Namun…

tidak asing.

SOPIR (TENANG)

“Tenang saja.”

Namun tangannya sudah menekan tombol kecil di setir.

Signal terkirim.

INT. RUANG KONTROL

Yuri langsung melihat notifikasi.

“Unit 2222 terdeteksi bayangan.”

Doni langsung menoleh.

“Konfirmasi?”

“Belum pasti.”

Doni:

“Alihkan rute.”

CUT TO: PARKIR GEDUNG PELNI

Mesin menyala.

B 2999 GWM (Zenix hitam) keluar dari parkiran.

Di dalam—

dua orang.

Tenang.

Fokus.

KEMBALI KE JULIO

Julio masih melihat ke belakang.

“Pak… itu mobilnya nggak belok…”

Sopir sekarang serius.

“Pegangan ya.”

Mobil tiba-tiba belok.

Cepat.

Halus.

Julio:

“Wah… kayak balapan…” 😄

Namun kali ini—

tidak ada yang tertawa.

DI KEJAUHAN

Mobil hitam itu…

ikut belok.

INT. RUANG KONTROL

Yuri:

“Confirmed. Mereka mengikuti.”

Mayjen Okta:

“Black Sun.”

Doni menatap layar.

Matanya berubah.

DONI

“Jangan biarkan mereka dekat.”

CUT TO: JALAN RAYA

B 2999 GWM masuk ke jalur.

Memotong arah.

Strategi.

Bukan kecepatan.

DALAM MOBIL JULIO

Julio tiba-tiba diam.

Ia memegang kepalanya.

“Lho…”

Sopir:

“Kenapa lagi?”

Julio pelan:

“Suara lagi…”

Sunyi.

DALAM KEPALA JULIO

…bahaya…

Julio membuka mata.

“Garuda…”

INT. FASILITAS GARUDA

Lampu Garuda menyala.

Sendiri.

AI GARUDA

“Secondary signal under threat.”

ARKA

“Apa?!”

RUANG KONTROL

Doni langsung berdiri.

“Lokasi?!”

Yuri:

“Dekat sekolah.”

DONI (DINGIN)

“Semua unit, percepat.”

CUT TO: JALAN — KEJARAN HALUS

Bukan kejar-kejaran biasa.

Tidak ada suara ban berdecit.

Tidak ada klakson.

Hanya posisi.

Jarak.

Timing.

Mobil Julio.

Mobil operasional.

Mobil asing.

Semua bergerak…

seperti catur.

DALAM MOBIL JULIO

Julio melihat keluar.

Lalu berkata pelan:

“Pak…”

“Ini bukan orang biasa ya…”

Sopir tidak menjawab.

Namun Julio sudah tahu jawabannya.

CUT TO: DEPAN SEKOLAH

Mobil Julio berhenti.

Julio turun.

Seperti biasa.

Namun hari ini…

tidak ada yang biasa.

Di kejauhan—

seorang pria berdiri.

Menatapnya.

Julio berhenti.

Matanya menyipit.

Lalu…

“Lho…”

“Kok aku lagi…” 😄

Namun senyumnya tidak bertahan lama.

Karena pria itu berkata pelan:

“Kami akhirnya menemukanmu.”

LAST LINE

Dan di langit—

cahaya emas mulai turun.

More Chapters