'Entah..mengapa hari ini seseorang di depan ku..adalah orang yang bisa memahami ku'
Gadis itu bergumam, hati nya yang tegas dan berani sedikit melunak ketika dia menatap remaja itu tanpa mengalihkan pandangannya.
"Baiklah.." kata li mei, dia menarik tangan nya dari ming hao.
Remaja itu mengangguk dan berkata, "besok kita akan bertemu lagi, ku harap senior tidak..em". Ming hao berdeham sedikit dengan mata geli dan senyum jahil.
Gadis itu menyempit mata dan berkata, "aku tahu". Suara nya sedikit naik, dia menyilang kedua tangannya di dada dengan membuang wajah nya ke samping.
"Kalau begitu, aku pergi.." Ming hao tersenyum ramah menatap gadis itu, sebelum dia pergi dengan menghela nafas sedikit, tahu sikap gadis itu masih sama.
Sementara itu, chen xiao masih berjalan dengan merenung sejenak. Dia mengingat momen di dalam ruangan rahasia itu, di mana ming hao benar benar menyentuh cermin kehidupan itu.
Setiap langkah nya sedikit melambat, seolah dia benar benar tenggelam dalam renungan. Alis chen xiao berkerut sedikit dengan bergumam pada diri nya, 'aku perlu mempertanyakan ini, tapi..
Chen xiao berhenti melangkah dan menatap langit senja dengan mata yang intens.
'Perlukah aku menceritakan masa lalu ku dengan mereka?..'
Chen xiao menghela nafas sedikit dengan berkata, "aku perlu waktu mengungkap identitasku.." dia menunduk kepala nya sedikit dengan tangan mengusap wajah ke rambutnya, sedikit menyisir.
Chen xiao terdiam sejenak, mengingat momen nostalgia di kehidupan nya, sebelum menjadi ketua sekte zhu tian. Tiga tahun lalu, chen xiao melayang di atas udara. Ekspresi nya sangat dingin dengan mata yang intens. Wajah nya sedikit kotor dari debu.
Dia menatap langit dengan mata tajam nya. Awan yang gemuruh membentuk pusaran besar dengan angin gemerisik.
"Kamu tidak ada hak mengambil diri aku!" Suara chen xiao menggema di langit. Usia nya tujuh belas tahun setelah berhasil mencapai Ranah inti ilahi, tahap awal.
'Aku tidak akan membiarkan hukum langit ini, menyeret ku ke alam lain. Aku..belum balas dendam!'
Mata chen xiao menyala dengan lebih dingin, berkilat petir. Satu tangan chen xiao mengulur di hadapan langit dan bumi. Sebuah kubus waktu muncul, sebelum tangan chen xiao mendorong kubus itu ke langit.
Sebuah telapak tangan besar berwarna emas muncul di balik awan yang terbentuk pusaran raksasa. Kubus waktu bergetar dengan mengeluarkan gelombang yang dahsyat tanpa batasan tertentu.
Dalam sekejab, dunia membeku saat gelombang kubus waktu mendesir segalanya. Pohon pohon yang hampir runtuh, air laut berombak tinggi, dan hewan spiritual berlarian, semua nya membeku bahkan telapak tangan itu di langit berhenti bergerak mengambil nya.
"Mengulang waktu!"
Tidak lama ini, telapak tangan itu di tarik kembali ke langit yang masih kacau. Bahkan, pohon pohon yang hampir runtuh dan laut berombak tinggi kembali normal, tidak ada yang tersisa jejak nya bahkan hewan spritual berhenti berlari dengan rasa penasaran melihat dunia tidak kacau. Langit semula gemuruh itu sekarang langsung menjadi cerah dan bersinar dengan matahari yang hangat.
Chen xiao menggeleng dengan rumit dan sedikit gugup, ia menatap ke depan dengan mengepal tangan nya erat. Ingatannya mengenai masa itu membuat nya berencana untuk masa depan yang akan mengancam nasib nya, terutama sekte zhu tian dengan kedua murid, tahu kejadian itu akan terulangi lagi jika dia melepaskan semua segel ranah kultivasi nya.
Chen xiao mulai berjalan santai dengan ekspresi masih sama sebelum berubah serius dan dingin sedikit, mata nya menyala.
'dunia ini akan selalu berpihak pada orang yang bijak, jika takdir terus menantang nya. Aku, chen xiao..tidak akan pernah jatuh di hadapan tundukan takdir!'
Tubuh chen xiao mengeluarkan gelombang angin yang kencang sekitar puluhan per mil dari jauh, itu membuat zhu xilin terkejut dan mundur selangkah Ketika hendak menemui chen xiao. Zhu xilin menatap chen xiao secara bingung sebelum mendekati nya , "senior xiao, ada apa dengan mu". Ekspresi zhu xilin mulai khawatir dengen berkerut.
Chen xiao takjub dan berdeham sedikit sebelum tersenyum tenang seperti biasa. " ah, adik xilin. Aku..aku baik baik saja, mungkin banyak pikiran karena latihan kedua murid ku tadi. Sungguh merepotkan itu membuat ku sedikit kesal." Chen xiao pura pura memijat pelipis nya dengan mendengus sedikit sebelum ekspresi nya kembali tenang dengan senyum dan berkata, "oh ya, kapan kamu Kembali?. Bagaimana misi mu di kota?."
Zhu xilin mulai serius dan menjelaskan secara terang terangan membuat nya berubah ekspresi saat dia masih bicara mengenai perjalanan misi nya. Chen xiao masih mendengarkan nya dengan ekspresi tenang sebelum sangat serius dengan diam diam mengepal tangan sedikit erat , lalu zhu xilin berhenti bicara dengan menghela nafas dan merasa bersalah, "senior xiao, aku salah atas kelalaian ku menjaga murid."
Dalam benak chen xiao menjadi tegas, 'seharus nya aku juga mencari mereka, aku bodoh lagi'. Chen xiao berkerut sedikit.
Chen xiao menghela nafas sedikit sebelum menepuk bahu zhu xilin, "tenanglah, semua itu adalah takdir yang tidak bisa kita tahu mungkin seharusnya aku yang melakukan misi ini. Mulai sekarang, aku akan turun tangan sendiri. Kamu fokus di sini saja. Oke?." Chen xiao berjalan santai melewati nya, meninggalkan zhu xilin di tempat. Ekspresi chen xiao berubah serius dengan kedua tangan nya mulai mengepal erat lagi.
Zhu xilin terkejut dan menoleh ke arah nya, "tunggu, senior xiao. Kamu.." chen xiao menyela bicara nya dengan dalam namun tegas. "dengarkan aku dan patuhi saja." Zhu xilin langsung terdiam dengan penasaran, dia diam diam mengatup bibir bawah nya.
'ini semua salah ku, aku telah merepotkan nya lagi.' Zhu xilin perlahan menengadah ke langit menatap awan.
Kemudian, Ketika chen xiao masih berjalan. Xiao bai berlari mendekati guru nya, "guru, aku ingin bicara."
Chen xiao berhenti berjalan dengan hela nafas sedikit tanpa menoleh. "bicara apa?, hukum mu masih di jalankan?." Xiao bai menggaruk kepala nya dengan angguk sedikit dua kali. "masih,masih. Em, guru."
Ekspresi xiao bai mulai serius dengan tubuh tegap."aku ingin ikut serta ujian itu meskipun paling belakang. Mohon izin kan aku ikut, guru" xiao bai langsung membungkuk dengan kedua tangan secara hormat.
"kamu yakin ikut lagi? Ujian itu tidak mudah lagi, xiao bai. kali binatang iblis liar di sana berbeda di tahun sebelum nya untuk saat seperti ini. Aku tidak bisa merekrut murid lain lagi." Chen xiao hendak berjalan sebelum xiao bai langsung berlutut ke tanah dengan bersuara 'tuk'.
"guru, aku tahu. Aku salah..beri aku kesempatan kedua kali nya." Xiao bai menundukkan kepala nya, membungkuk sekali lagi dengan kedua tangan secara hormat lagi ke arah chen xiao. Xiao bai mengatup bibir bawah nya dengan geram dalam hati nya, 'aku tidak boleh membiarkan anak itu hidup, bagaimana pun juga aku harus menyingkirkan nya secara perlahan'.
Saat ini, chen xiao masih terdiam, sesekali dia melirik xiao bai sebelum mata chen xiao menyepit sedikit dan berkata secara dalam, "baiklah, jika kesalahan mu ini terulang lagi. Risiko nya kamu tanggung sendiri." Chen xiao langsung pergi meninggalkan nya di tempat.
