Cherreads

Chapter 14 - 15

..."The other woman is perfect where her rival fails"...

..."The other woman will always cry herself to sleep"...

...Lana Del Rey (The Other Woman)...

🧜🏻‍♀️🧜🏻‍♀️🧜🏻‍♀️

Eldoris menyusuri lorong batu yang panjang berukuran sedang, ia berbelok ke kiri lalu menembus sebuah Cahaya Biru kegelapan yang Menutupi semua Hal di dalamnya. Sebuah ruangan remang-remang dengan sebuah meja bundar terbuat dari batu, di sana ada seorang siren Berekor Hijau botol yang sedang membaca sesuatu dari batu ukir "apa kabar dengan nona Myrise?"tanya Siren itu berbalik, itu Malvis tersenyum ramah pada Eldoris

"Dia berbicara?"tanya Eldoris mengabaikan pertanyaan yang membuatnya kesal, Malvis terkekeh pelan, Nada bicara Atasannya masih saja singkat dan datar, bahkan pada Tangan kanannya sendiri

"dia Tidak mengatakan banyak hal, tapi dia mengatakan jika ia menuntut kembali pada Mermaid yang kaum siren sekap, aku sungguh tidak mengerti, kau bisa coba menanyakannya langsung" papar Malvis

Eldoris berenang menuju ke arah lorong berukuran sedang hingga matanya menangkap sebuah Jeruji batu yang terlihat gelap, Seorang Mermaid di sana terlihat melamun menunggu di bebaskan "apa maksudmu?" tanya Eldoris menatap tajam Mermaid itu, sang empunya tersadar lalu mendongak pada Siren Bertubuh kekar dan besar yang berdiri menjulang di depannya. Ia tidak mengatakan apa-apa, Bahkan bibirnya tidak berniat untuk mengucapkan sesuatu. Eldoris menghela nafas Kasar, Ia mengangkat tangannya membuat Pusaran air Kecil di sekitar tangannya lalu mengarah kan pusaran air itu pada mermaid di depannya, Tubuh Mermaid itu terangkat dengan pusaran air yang mengelilingi Tubuhnya, ia terbawa mendekat pada Pembatas sel. Eldoris menatap tajam Mermaid itu, mata Setajam Trisula itu bagai Menusuk ke netra Mermaid yang tak berdaya itu sontak Membuatnya segan menundukkan kepalanya "katakan!" desak Eldoris dengan nada Mengancam

"Kembalikan ...Mermaid yang kalian tangkap "pinta Mermaid itu Nampak berhati-hati dalam berbicara di setiap kata-katanya

Eldoris menatap heran "kau satu-satunya Mermaid yang di sekap di sini" ungkap Eldoirs heran

"Jangan berbohong, rekanku memberikan sinyal jika Ada Mermaid yang berada di di kawasan siren baru-baru ini, Lepaskan dia!" bentak Mermaid itu membuat Eldoris memejamkan matanya sejenak mengingat sesuatu

"sekarang aku mengerti maksudmu" ujar Eldoris, ia tersenyum miring lalu mengibaskan tangannya membuat pusaran air itu terhempas mendorong Mermaid itu ke belakang dengan kencang menabrak dinding batu di belakangnya

Eldoris berenang keluar dari ruangan itu "cari tahu kenapa Ia Bisa menahan Tekanan air dalam" suruh Eldoris saat berenang melewati Malvis yang sedang khusyuk membaca Tulisan di dalam batu ukir

Malvis menghela nafas Panjang "dasar, Aku belum menyelesaikan satu tugas, dia sudah menimpali aku tugas lagi" omel Malvis. Malvis mengusap wajahnya dengan kasar "baiklah, aku bisa, aku akan menuntut Liburan Setelah ini" seru Malvis menyemangati dirinya sendiri.

Disisi lain Marella duduk di sebuah batu panjang di dekat sebuah Bangunan yang tak berpenghuni yang menghadap langsung pada Kawasan Permukiman siren lubang itu di sebut Darclhole , Sebuah lubang yang besar hampir Sebesar sebuah Kota, pinggirannya di Bangun oleh banyak Bangunan, bebatuan bahkan reruntuhan menghiasi pinggiran Nya hingga menuju ke bawah membentuk lubang spiral besar, Marella tidak di izinkan oleh Lotus untuk menuju ke bawah, karena Tekanan di dalam. Banyak Siren yang melakukan kegiatan, berenang ke sana ke mari di kawasan ini, begitu juga dengan seekor siren yang berenang ke arah Marella dengan aura tidak bersahabat, matanya menghunus tajam padanya hingga ia tiba di hadapan Marella "kau" panggil Siren itu membuat Marella mendongak, Ini adalah Myrise Siren yang tadi mencelakakan Lotus

Marella Menukik alisnya tajam "apa!?" tanya Marella Dengan nada ketus, ia memancarkan aura Permusuhan di sini, ia tidak menyukai Siren di depannya mengingat perlakuannya pada Lotus dan nada bicaranya

Myrise merendahkan pandangannya ke bawah "apa yang terjadi di antara kau dan Eldoris?" tanya Myrise

Marella mengernyit heran "kalau ada apa-apa Memangnya masalah buatmu?" tanya Marella melipat kedua tangannya di depan dada, ia menatap Myrise menantang

Myrise terkejut oleh pertanyaan menjebak itu, Ia tidak berpikir Siren lemah ini bisa menantang ucapannya. Myrise tersenyum miring berusaha tidak terpancing emosi oleh gadis ini "kau tahu tadi apa yang kulakukan dengan Eldoris?.." Myrise menahan ucapannya, Myrise meraih helaian rambutnya untuk menyikapnya memperlihatkan tanda kemerahan di lehernya, ia tersenyum bangga saat melihat wajah Marella yang terlihat terdiam menatap tanda itu

Myrise menunggu reaksi dari Marella, Marella geleng-geleng heran dengan Siren di depannya, Itu adalah bekas kecupan, ia baru kali ini melihatnya secara langsung bukan hanya Sekilas lihat di laptop Karang "waah, kau dikecup siapa?" tanya Marella excited dan semangat

Myrise Mengerutkan keningnya heran, reaksi Marella berbeda sekali dengan Yang ia harapkan, baiklah ia akan coba sekali lagi "tentu saja pangeran Eldoris" ungkap Myrise dengan nada yang sombong

Marella mengedutkan sisi bibirnya, ia merasa sangat kesal sekali, entah kenapa mendengar kalau itu adalah ulah Eldoris membuat Marella amat sangat Kesal, namun Ia harus terlihat tidak peduli di depan siren sombong dan angkuh ini "wah, Bagaimana rasanya?, Apa terasa sakit? Apa Kalian melakukan lebih?" tanya Marella bertubi-tubi, belum sempat Myrise menjawab Marella kembali menyela "kenapa kau bangga? Kalian kan tidak Menikah? Bukankah menjaga diri adalah Harga diri perempuan?" tanya Marella kembali

Myrise terdiam ia membeku dengan semua pertanyaan-pertanyaan yang di Lontarkan "sial, pertanyaan menjebak"

"Nona Marella, sudah waktunya Anda pulang" ujar Pippy yang baru saja tiba entah dari mana bersama Lotus di sampingnya, Pippy memandang tidak suka pada Siren yang berada di dekat Marella

Marella menggeleng "tunggu, aku mau mendengarkan jawaban darinya" tawar Marella menunjuk pada Myrise

"Astaga instingku pangeran Eldoris sedang mencari-cari nona Marella" ungkap Lotus membuat Pippy dengan cepat mengangkat Marella ke punggungnya tanpa di setujui gadis itu

"hufh, Kalian menyebalkan" cetus Marella sebal di bawa berenang pergi oleh Pippy dan Lotus

"menurutlah, atau kau di marahi olehnya" tandas Lotus berenang tergesa-gesa bersama Pippy.

Kembali pada kediaman Malvis, ia fokus membaca Batu tulis yang sedari tadi belum ia pecahkan artinya hingga "akhirnya aku mengerti!" seru Malvis dengan bahagia, ia akhirnya bisa menyelesaikan Tugasnya yang satu ini, Malvis Tersenyum bangga terhadap dirinya sendiri, Ia berenang menuju ruangan yang berisi sel baru yang di isi oleh Mermaid yang terlihat sedang tertidur di dasar. Malvis memasuki sel, Ia menggerakkan tangannya membuat Rumput laut di sekitarnya Bergerak melilit Tubuh mermaid itu, sang empunya pun tersentak kaget terbangun dari tidurnya, Ia melihat ke bawah, tubuhnya sudah di lilit oleh rumput laut yang mulai mengangkatnya di Air. Malvis mendekati mermaid itu lalu menelisik Kedua telinga Mermaid itu, matanya terpaku pada Sebuah benda putih mengkilap yang terlihat seperti mutiara berwarna emas yang Terselip sana, ia meraih Mutiara itu lalu melepaskannya dari telinga Mermaid itu. Malvis tertegun, mutiara ini tidak terjatuh saat Mermaid ini memakainya di lubang telinganya

"apa yang kau lakukan!" bentak Mermaid itu tidak terima

"katakan sejujurnya padaku, benda apa ini?" tanya Malvis menuntut. Mermaid itu terdiam tak menjawab, Malvis menekuk wajahnya kesal, tiba-tiba sebuah ide terbesit di benaknya "kau tahu, sel ini jauh berada di laut dalam, bahkan lebih dalam dari kastil Siren" ungkap Malvis dengan nada menakut-nakuti

Terlihat raut was-was dan gusar dari sang Mermaid "kembalikan benda itu!" titah Mermaid itu

Malvis menggoyang-goyangkan mutiara berwarna emas itu di tangannya "untuk apa? Bukankah ini hanyalah mutiara biasa?" tanya Malvis dengan nada mengejek

Terlihat Mermaid itu menampilkan raut wajah tidak nyaman dan Gelisah "kembalikan, Aku tidak kuat pada tekanan laut dalam!" pinta Mermaid itu

Malvis terkekeh penuh kemenangan "katakan dulu, benda apa ini?" tanya Malvis Mengeratkan Lilitan rumput laut itu

Mermaid itu meringis pelan "Mutiara Chrysó, Dia bisa membuat Mahkluk perairan Dangkal bertahan di Lautan dalam jika Mutiara Chrysó di gunakan" jelas Mermaid itu dengan cepat

Malvis mengembalikan Mutiara Chrysó itu ke telinga mermaid itu hingga Sang empunya Menghela nafas lega, Malvis melempar Mermaid itu ke belakang hingga menubruk Dinding Batu di belakangnya, Ia keluar dengan santai dari sel itu, Berbarengan dengan Rumput laut yang menjerat Mermaid itu melonggarkan lilitannya lalu bergerak menjauh. Malvis Tersenyum bangga keluar dari ruangan sel itu, ia meraih batu ukir Yanga ada di mejanya lalu meletakkannya Di sebuah Meja yang tersusun bak Rak, Ia berenang pergi namun ia menabrak dinding batu. Ia mengelus hidungnya "akh sial, Eldoris menghilangkan portal menuju Kediaman utamaku" umpat Malvis kesal, ia berenang menuju lorong gelap di sisi lain dengan lesu "hufh, aku terpaksa mengarungi Darclhole, Kenapa tempat ini harus ada di dasar Darclhole ya ampun" keluhnya

Di dalam Jeruji batu Mermaid berekor hijau itu Nampak Baik-baik saja karena Hempasan tenaga Malvis tidak Sekuat Eldoris, ia meraih Mutiara Chrysó di telinganya "sialan, aku Terpaksa mengungkapkan Rahasia Mermaid, Untungnya aku bisa menjaga rahasia Besar lainnya" ujarnya dengan penuh penyesalan.

Di kastil Siren Eldoris menyusuri seisi Kastil Siren untuk mencari-cari keberadaan Marella "di mana dia?" tanya Eldoris

Seekor ikan Belut Listrik mengirim telepati pada Lotus untuk menanyakan keberadaan Marella "mereka sedang berada di perjalanan menuju ke kastil, mohon bersabar yang mulia" papar Belut listrik itu

Di sisi lain Marella mencengkeram erat punggung Pippy yang berenang dengan cepat "pelan-pelan Pippy, aku hampir Terhempas" pinta Marella

Setibanya di depan kastil Siren, Marella di tarik oleh Seseorang saat melewati pintu utama "heh! Kau kenapa?" tanya Marella, itu Eldoris terlihat Berbeda sekali, ia kali ini Tidak terlihat hangat

"ikut aku" titah Eldoris membawa Marella berenang menjauh dengan cepat memasuki kamar Eldoris

Pippy dan Lotus hanya menatap bingung keduanya.

Marella duduk di atas batu menatap Serius Eldoris dengan mata bulatnya yang Menelisik penuh curiga, Eldoris duduk di seberangnya di atas batu bundar

"Aku mau bertanya"/ "aku mau menanyakan-"

Ucapan bersamaan itu membuat mereka terdiam satu sama lain, keheningan terjadi di antara keduanya, Marella membuang muka ke arah lain sementara Eldoris memejamkan matanya sejenak. Eldoris berdehem sejenak untuk mencairkan suasana "kau saja dulu" ujar Eldoris

"Memang harusnya aku" seru Marella menoleh ke depan, namun ia kembali terdiam "kau ..."Marella menahan ucapannya, astaga Ia harus bertanya bagaimana? Ia Penasaran tapi dia juga cemb—ralat dia hanya Kepo dan ingin tau "apa yang kau lakukan dengan Myrise tadi?" tanya Marella dengan nada Tak beraturan dan cepat

Eldoris mengernyit heran, Untungnya ia masih bisa mengerti ucapan Marella "Myrise" koreksi Eldoris "kenapa kau bertanya soal itu padaku?" tanya Eldoris mulai melunturkan Ekspresi Dinginnya, ia menarik senyum miring

malahan Marella dapat melihat ekspresi menyebalkannya perlahan mulai muncul di wajah Eldoris "karena...karena aku Penasaran" ungkap Marella sebagai alasan. Jauh di lubuk hatinya ia ingin sekali mengatakan hal lain, namun ia masih merasakan Denial

"Tidak ada yang terjadi" jawab Eldoris, ia kira pertanyaan Marella seserius wajahnya beberapa saat yang lalu

"benarkah?" tanya Marella menyelidik

Eldoris menaikkan sebelah alisnya heran, Ada apa dengan Marella yang tiba-tiba menyelidikinya dengan Myrise, apa karena ia meninggalkan Marella sendiri tanpa berpamitan padanya tadi, mana mungkinkan "Katakan saja, hal apa yang sebenarnya ingin kau tahu" ucap Eldoris

Marella berpikir sejenak, Jika ia tidak Bertanya secara langsung ia akan terus di gentayangi oleh rasa penasaran, dan Sebuah gejolak panas di hatinya "Myrise bilang kau mengecupnya di leher, apa itu benar?" tanya Marella kembali dengan nada cepat dan malu-malu hingga akhirnya ia tersadar dengan apa yang ia ucapkan, benar-benar memalukan, kenapa ia bertanya langsung pada pelakunya "aku tidak menuduh, hanya saja aku melihat tanda merah di lehernya saat dia bilang itu ulahmu" timpal Marella dengan nada pelan

Eldoris Sebenarnya sangat terkejut oleh Pertanyaan frontal dari Marella, namun sebisa mungkin ia mineralizer Ekspresinya "kau percaya padanya?" tanya Eldoris yang di jawab Anggukan pelan dari Marella. Eldoris Terkekeh geli "aku Tidak suka wanita sepertinya" ujar Eldoris membuat Marella Menautkan keningnya, Eldoris tahu penjelasannya tidak di mengerti bocah ini. Eldoris Menjentikkan jarinya di jidat Marella membuat gadis itu mengaduh "kau benar-benar bodoh, aku tidak melakukannya" kata Eldoris

Marella mengelus jidatnya "makanya tidak usah Berbelit-belit"

Eldoris kembali mengingat tujuannya sekarang ini untuk apa, wajahnya kembali Serius dan datar "aku ingin bertanya hal serius padamu" ungkap Eldoris

Marella mengut-mangut "apa?"

Kedua bola mata midnight Eldoris menatap langsung ke pada netra Biru laut Marella "siapa kau sebenarnya?".

...Eyes Of The Sea...

...Happy Reading...

More Chapters