Cherreads

One crystal

hidup_Sawit1234
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
132
Views
Synopsis
​ONE CRYSTAL ​In a futuristic fantasy world where magic and advanced technology collide, there are 100,000 races fighting for power. However, no name is more feared than one: Dongo. ​With white hair, a sharp aurora-colored gaze that is hypnotizing, and a dark, gripping aura like a legendary Demon King, Dongo is considered the strongest entity to ever exist. Every step he takes makes emperors tremble, and every slight smile is seen as a sign of destruction. ​But there is one big secret. A secret that even the gods do not know. ​Dongo is... actually very WEAK. ​He is just a silly, "pretend-cool" slacker who only wants to play video games and eat pizza all day. The problem is, he suffers from "Acute Misunderstanding Curse." Every bit of back-to-back bad luck that hits him actually looks like a deadly, genius plan in the eyes of the world. He can't even die normally! If he is killed, he will 'respawn' in an absurd way and return as if nothing happened, making everyone even more convinced that he is immortal. ​Meanwhile, in Dongo's shadow, lives Reijo. His appearance is nerdy, skinny, wearing round glasses, and he looks like an easy target for bullies. However, Reijo holds the key to the ultimate SSR-grade Gacha system power. He can summon god-tier monsters, fuse with his spirit pet (Kotaro—an adorable pig-fox) to gain limitless power, and has the ability to 'steal' any power. ​Reijo is a disguised god, a true hero with luck beyond logic. And somehow, Dongo’s bad luck and Reijo’s good luck always collide. ​Follow this absurd adventure! Can Dongo maintain his "Dark King" facade when he can't even beat a regular slime? Will Reijo, the "MC who pretends to be nerdy," finally shine? And who is the mysterious little girl named Serena who seems to have the absolute power to manipulate their destinies? ​One Crystal, two swapped fates, and hundreds of thousands of races ready to be fooled. Get ready to laugh and be amazed!
Table of contents
VIEW MORE

Chapter 1 - Bab 0 part 0

Matahari gurun berkobar tanpa ampun, membakar hamparan bukit pasir keemasan yang tak berujung yang membentang hingga cakrawala. Di jantung gurun tandus ini, pertempuran mengerikan dan monumental sedang berlangsung, mengguncang fondasi bumi dan mengubur harapan perdamaian di bawah pusaran gunung pasir.

Seorang ksatria gurun, sosok misterius yang terbungkus jubah compang-camping berwarna pasir dengan kain menutupi mulutnya untuk menyembunyikan identitasnya, bergerak dengan kelincahan mematikan seekor predator. Dia adalah Holmat, penjaga pasir yang legendaris. Pedangnya yang melengkung, diukir dengan rune kuno yang berkilauan di bawah silau matahari, menebas udara dengan presisi yang menakutkan.

Berdiri di hadapannya adalah Arosht, pemimpin bandit gurun yang terkenal kejam. Wajahnya adalah peta kekejaman, didominasi oleh bekas luka pedang yang dalam dan bergerigi yang melintang di matanya—tanda seorang pria yang lahir dari darah dan pertempuran. Belati beratnya berbenturan dengan baja Holmat, didorong oleh dahaga kekerasan yang mentah dan tak terkendali.

Konfrontasi mereka adalah tarian maut yang mengerikan. Holmat menggunakan ilmu pedang yang elegan dikombinasikan dengan sihir gurun kuno, memanggil pasir untuk membentuk perisai yang tak tertembus dan menyerang dengan gelombang energi yang menghancurkan. Arosht membalas dengan kekuatan fisik yang brutal dan ilmu hitam terlarang, memanggil bayangan untuk membutakan lawannya sambil melancarkan serangan kejutan yang mematikan.

Setiap benturan pedang dan belati memicu ledakan petir dan gesekan yang dahsyat, mengirimkan percikan api ke dalam badai pasir. Bumi berderak dan retak di bawah kaki mereka saat kekuatan teknik "hebat" mereka meningkat. Alih-alih melemah, kedua prajurit itu tampaknya menjadi lebih kuat dengan setiap pertukaran, sihir dan baja mereka berbenturan dalam tampilan kehancuran berdefinisi tinggi yang terasa seperti adegan dari anime paling intens.

Awan debu mengepul, dan gesekan antara senjata mereka menciptakan raungan yang memekakkan telinga. Mereka terkunci dalam kebuntuan kekuatan absolut, keduanya mendorong batas kemampuan mereka untuk mencapai tingkat kekuatan yang menentang logika.

Kemudian, tepat di tengah kekacauan yang berputar-putar dan angin yang menderu, sesosok tiba-tiba muncul.

Ia berdiri di sana, diam tak bergerak, tak terpengaruh oleh badai pasir yang mengamuk atau energi mematikan yang bergetar di udara. Ia mengenakan topi berbentuk aneh yang menentang keseriusan medan perang dan jaket modern berteknologi tinggi yang tampak seperti sesuatu dari permainan futuristik, lengkap dengan sarung tangan dan sepatu bot taktis.

Namanya Dongo.

Dongo berdiri tepat di antara dua petarung legendaris itu, rambut putihnya sedikit berkibar tertiup angin kencang. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menatap mereka dengan tatapan dingin dan tajam—mata yang berkilauan dengan keindahan aurora yang memesona, namun terasa seberat gunung.

Seketika itu, suasana berubah. Niat membunuh yang telah menggerakkan Holmat dan Arosht lenyap. Kedua prajurit ganas itu, yang beberapa saat sebelumnya siap untuk menghancurkan dunia, kini mendapati diri mereka "ketar-ketir"—gemetar karena ketakutan naluriah yang mencekam. Di bawah tatapan dingin Dongo, kekuatan mereka terasa seperti tidak ada artinya. Pertempuran mengerikan yang telah meratakan bukit pasir langsung berhenti seketika saat Dongo tiba.

Gurun pasir jatuh ke dalam keheningan yang mencekik, hanya menyisakan pengembara misterius itu sebagai pusat tak terbantahkan dari dunia yang tiba-tiba memahami arti tekanan . 

Bersambung....