Cherreads

Chapter 3 - Bab 3: Memasuki Istana

Masalah besar di ibu kota tidak pernah tersembunyi lama.

  Apalagi jika menyangkut keluarga bangsawan dan keluarga kerajaan.

  Dalam waktu singkat, berita mulai menyebar dari satu telinga ke telinga lain.

  Keluarga Shen… dikepung.

  ---

  Di dalam Istana Kekaisaran, suasana pagi tidak tenang.

  Kaisar Zhou Chengqian baru saja menerima laporan mendesak.

  Wajahnya langsung berubah dingin.

  "Berani-beraninya mereka bergerak tanpa izin dariku?"

  ---

  "Yang Mulia…" Kepala kasim Wang Bao berlutut dengan gemetar.

  "Shen Lanxi… telah masuk ke istana."

  "Dia mengatakan bahwa Pangeran Zhennan tidak masuk ke kamar pengantin semalam."

  "Dan… dia juga mengatakan bahwa pangeran menghabiskan malam bersama selirnya."

  ---

  "BANG!"

  Cangkir teh di tangan kaisar dihantam ke lantai.

  Pecah berkeping-keping.

  Seluruh ruangan langsung sunyi.

  ---

  "Lanjutkan." suara kaisar dingin.

  Wang Bao menelan ludah.

  "Dia juga mengatakan… bahwa pangeran meminta air tiga kali…"

  ---

  "Omong kosong!"

  Suara kaisar mengguncang aula.

  ---

  Di sudut istana, Shen Lanxi sudah tiba di kediaman Ibu Suri.

  Namun tidak seperti laporan yang beredar, ia tidak terburu-buru.

  Ia bahkan terlihat tenang… terlalu tenang.

  ---

  "Ibu Suri." Shen Lanxi langsung berlutut di sisi ranjang.

  Air matanya jatuh tanpa suara.

  "Aku tidak ingin menikah lagi…"

  "Aku ingin tetap di sisi Ibu Suri saja…"

  ---

  Ibu Suri yang sudah tua mengangkat tangannya perlahan.

  Mengelus kepala Shen Lanxi.

  "Anak bodoh… ada apa?"

  ---

  Shen Lanxi tidak menjawab langsung.

  Ia hanya menangis lebih dalam.

  Seolah seluruh dunia telah menghancurkannya.

  ---

  Namun di balik air mata itu…

  Matanya tetap dingin.

  Sangat dingin.

  ---

  Di kehidupan sebelumnya, ia kehilangan segalanya di hari yang sama ini.

  Keluarganya dihancurkan.

  Ia dipermalukan.

  Dan mati perlahan tanpa siapa pun peduli.

  ---

  Tapi kali ini berbeda.

  Ia sudah lebih dulu bergerak.

  ---

  Beberapa jam kemudian.

  Kaisar Zhou Chengqian tiba di istana Ibu Suri.

  Wajahnya masih tegang.

  Namun ketika melihat Shen Lanxi berlutut menangis di sisi ranjang…

  Ekspresinya sedikit berubah.

  ---

  "Bangun."

  Suara kaisar dalam.

  Shen Lanxi berdiri perlahan, masih tampak lemah.

  ---

  "Paman…"

  "Aku tidak tahan dipermalukan seperti ini."

  ---

  Kaisar tidak langsung menjawab.

  Ia menatap Shen Lanxi lama.

  Menganalisis.

  Menilai.

  ---

  Di dunia ini, tidak ada kebetulan.

  Apalagi dalam kasus keluarga Shen.

  ---

  Namun sebelum kaisar bisa bertanya lebih jauh…

  Wang Bao datang tergesa-gesa.

  Wajahnya memar.

  ---

  "Yang Mulia…"

  "Pangeran Zhennan… tidak mau ikut kami."

  ---

  "Dia bahkan memukul kami saat kami mencoba membawanya."

  ---

  Suasana langsung berubah.

  ---

  Kaisar berdiri perlahan.

  Matanya tajam.

  "Dia berani melawan perintah kekaisaran?"

  ---

  Di sampingnya, Shen Lanxi menunduk.

  Tapi sudut bibirnya nyaris tidak terlihat naik.

  ---

  Mulai.

  ---

  Permainan politik ini… akhirnya dimulai.

  ---

  "Bawa aku ke aula samping."

  Suara kaisar dingin.

  "Kalau dia benar-benar sudah melanggar hukum…"

  "Tidak ada yang bisa menyelamatkannya."

  ---

  Shen Lanxi mengikuti di belakang.

  Langkahnya pelan.

  Namun setiap langkah…

  Sudah menghitung masa depan seluruh keluarga Zhennan.

  ---

  Di hari ini…

  Sebuah perceraian bukan lagi sekadar perceraian.

  Tapi awal dari runtuhnya sebuah kekuatan besar.

More Chapters