Kamar-Taj memiliki suasana musim semi sepanjang tahun, meskipun berada di atas gunung, tapi tidak ada hawa dingin sama sekali. Bahkan orang-orang Atlantis mampu hidup di tempat ini dengan nyaman tanpa harus khawatir dengan dehidrasi.
Di halaman Kamar-Taj terdapat banyak sekali ahli sihir yang berlatih, masing-masing mengayunkan senjata mereka dengan tatapan fokus.
Di dalam aula kuno, seorang wanita botak terlihat sedang menyeduh teh. Wanita itu mengenakan pakaian biasa, tidak terlihat terlalu cantik maupun jelek, tapi temperamennya sangat halus serta beraura luar biasa.
Berbeda dengan aura orang-orang kuat, aura wanita ini sangat halus dan tenang.
Baik Jenderal Antiope dan Pangeran Oxy menyapa wanita itu dengan hormat, "Ancient One."
"Jenderal Antiope, Pangeran Oxy, silahkan duduk." Ancient One tersenyum ringan sambil mengundang kedua tamu itu untuk duduk.
"Dengan kedatangan kalian berdua ke sini, saya khawatir ada hal penting yang telah terjadi."
"Sorcerer Supreme pasti sudah tahu tentang getaran yang dihasilkan oleh Mother Box beberapa waktu lalu."
"Kami, Amazons, menduga bahwa Ares-lah yang telah menyebabkan kejadian ini. Berkat peperangan yang dia picu, Bumi masuk ke dalam situasi berbahaya."
"Ancient One, tolong, bantu kita membasmi Ares yang jahat itu!" Antiope memang layak sebagai prajurit Amazon. Setiap ucapan yang dia lontarkan pasti kuat dan berdarah besi.
"Ancient One, Mother Box yang dijaga oleh Atlantis kita juga bergetar, kekuatan yang dipancarkannya membuat semua orang merasa khawatir."
"Ayahku mengutusku datang ke sini untuk menanyakan apakah perang besar akan terjadi." Pangeran Oxy terlihat sangat serius dan khawatir. Meskipun peperangan ini tidak akan semenakutkan seperti di jaman kuno, tapi pasti akan sangat berdarah.
"Kami Kamar-Taj tidak akan ikut campur dalam urusan antara manusia. Adapun untuk Ares, sekarang dia sedang berada di ujung barat. Selama dia tidak mencoba menghancurkan Bumi, maka dia diizinkan untuk tinggal, inilah perjanjian yang telah kita buat dengan para Olympian."
"Kalian tidak perlu khawatir, jika ada masalah besar, saya pasti akan langsung mengabarinya." Ancient One menjawab dengan tenang sambil menyuguhkan teh kepada para tamu.
"Tuan Sorcerer Supreme, jika Ares terus dibiarkan, maka dia akan menyalakan api perang di antara negara-negara fana, dan pasti akan menarik perhatian Apokolips." Antiope mencoba membujuk Sorcerer Supreme.
Dia tidak ingin membiarkan Paradise Island jatuh dalam api perang. Jika dia membiarkan hal ini terjadi, sebagai Jenderal, dia akan dicap sebagai Jenderal yang tidak kompeten dan juga melalaikan tugas.
"Bahkan jika orang-orang dari Apokolips ingin datang, mereka harus melewati Asgard terlebih dahulu. Apakah menurutmu orang-orang Asgard akan setuju? Bumi termasuk dalam wilayak kekuasaan mereka."
"Jika orang luar ingin datang, maka mereka perlu persetujuan Odin terlebih dahulu." Ancient One menjawab secara sederhana.
"Sebenarnya kalian tidak perlu terlalu khawatir."
"Iblis dari alam lain-lah yang perlu kita khawatirkan, dan energi kita perlu difokuskan kepada mereka."
"Besok para Elit akan datang untuk menghadiri Pertukaran Master Sihir di sini. Jika kalian mau, kalian dapat berpartisipasi dan menjalin hubungan dengan beberapa teman baru."
Ancient One tidak ingin berbicara terlalu banyak. Setelah mengatakan beberapa patah kata, dia pergi.
Baik Antiope dan Oxy sudah terbiasa dengan gaya Sorcerer Supreme, jadi mereka tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Mari cari tempat untuk beristirahat, setelah pertemuan kita akan kembali ke Paradise Island."
"Ya, Jenderal!"
"Ayo pergi dan cari tempat beristirahat. Sudah sehari penuh semenjak terakhir kali kita menyentuh air, aku merasa sangat tidak nyaman." Oxy berkata dengan nada malas.
Tugas-nya telah selesai dan dia ingin segera bersantai.
Kembali ke Jerman.
Yves dan Katharina keluar dari Mirror Dimension. Setelah cinta terlarang terjadi, kini Superwoman mengikutinya dengan lengket dan tidak mau melepaskannya.
Pesta sudah dimulai dan Ares telah berubah menjadi Sir Patrick dengan pakaian formal, seperti orang biasa.
Ketika Ares melihat Yves keluar, dia mengangkat gelasnya dari kejauhan sambil mengangguk.
Yves ikut mengangguk lalu berjalan pergi. Dia sendiri tidak ingin ikut campur dalam urusan Ares, menghasut perang bukanlah keinginannya. Bukankah asik membaca buku dan bersenang-senang dengan istri?
"Sayang, apakah kamu bisa membaca teks Yunani kuno?"
Mengenakan gaun malan yang cantik, Katharina merangkul lengan Yves dengan erat sambil tersenyum.
"Teks Yunani kuno? Maksudmu bahasa para Olympian? Sebagai salah satu dari dua belas Dewa utama, Poseidon tidak akan pernah menggunakan bahasa fana."
"Jangan membicarakan hal ini. Um, aku mendengar bahwa kamu memiliki banyak kekasih, sekarang bagaimana kamu menjelaskannya?"
"Cough!" Yves terbatuk sambil merasa sedikit malu. Um, tidak disangka dia akan tertangkap basah secepat ini.
"Ahem, mungkin saya terlalu menarik bagi lawan jenis?"
"Hmph! Jangan terlalu memaksakan diri. Pokoknya kamu harus bertanggung jawab padaku."
"Kami keturunan Amazon adalah wanita yang sangat setia. Jika kamu berani mengecewakanku, maka aku akan membunuhmu sebelum aku bunuh diri!" Kata Katharian dengan nada bengis.
Mendengar hal ini Yves merasa Deja vu. Bukankah Sindella mengatakan hal yang sama? Apakah ini tradisi orang-orang Atlantis dan Amazon?
"Ahem, tentu saja aku akan bertanggung jawab. Jangan khawatir, aku akan membuatmu bahagia selama-lamanya."
"Memang benar aku menjalin hubungan dengan banyak wanita, tapi masing-masing dari mereka adalah orang yang sangat aku cintai, dan aku adalah orang yang bertanggung jawab." Kata Yves dengan penuh kepercayaan diri.
"Kamu tidak berniat untuk mencelakai kekasihku yang lain, seperti yang Hera lakukan, kan?"
Katharian memiliki sifat seperti Hera, sangat pencemburu!
Yves ingin mengklarifikasi hal ini lebih awal. Dia tidak ingin Harem-nya menjadi tidak harmonis dan saling membunuh.
"Hmph! Tentu saja tidak. Hera adalah wanita yang sangat menyebalkan! Dia biasa menganiaya kita, para Amazons."
"Meskipun dia selalu menyulut api untuk para penghuni Paradise Island, tapi dia cukup baik pada Ayahku."
"Ayah adalah putranya yang sangat dia banggakan. Salah satu dewa terkuat di Gunung Olympus!"
Ketika membicarakan tentang Ares, Superwoman menjadi sangat bangga. Semua keahlian bertempurnya diajarkan langsung oleh Ares.
Jika Katharina disuruh untuk melawan orang lain dalam pertemuan ini, ada kemungkinan seratus persen dia akan mengalahkannya. Bahkan sepuluh prajurit Nazi yang terlatih bukanlah lawannya!
Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
