Cherreads

Chapter 253 - Bab 253

"Jangan khawatirkan tentang hal lain, cukup hadang Diana untukku." Kata Ares.

"Menghadangnya? Sebelumnya Anda mengatakan bahwa dia adalah keturunan Dewa, bagaimana bisa aku mengalahkannya?" Yves tidak ingin bekerja secara cuma-cuma, walaupun Ares akan menghadiahinya dengan putrinya sendiri, tapi jika dia bisa memaksimalkan keuntungan, mengapa tidak?

Mendengus dengan jijik, Ares menjawab, "Tentu saja kamu tidak bisa mengalahkannya, bahkan dihadapkan dengan tikus-tikus Paradise Island kamu tetap tidak akan mampu melawan. Keahlian bertarungmu terlalu buruk!"

"Ini, ambil, buku rahasia yang ditinggalkan oleh Dewa Laut Poseidon. Ambil dan bacalah." Poseidon melemparkan buku kuno itu layaknya rongsokan.

Mengambil dan membukanya, Yves menemukan bahwa buku itu ditulis dengan bahasa Yunani yang tidak dia kenali, bahkan dia ragu ada arkeolog yang mengerti teks kuno ini!

"Apa ini? Buku misterius? Buku sihir?" Tanya Yves dengan keheranan.

"Hehe, aku sendiri tidak tahu. Buku itu adalah peninggalan Dewa Laut Poseidon. Poseidon adalah Dewa yang setingkat dengan Zeus dan Atlantis adalah keturunannya, buku itu pasti sebuah harga karun."

"Jika orang-orang Atlantis menemukan buku ini, mereka akan gempar. Anak muda, kamu telah menemukan harta karun." Kata Ares sambil tersenyum.

Sang Dewa Perang jarang sekali tersenyum, dan senyuman itu terlihat sangat menggelikan dan aneh.

Yves mengangguk lalu menyimpan buku itu sambil tetap curiga kepada Ares. Jika ada waktu, dia akan mencoba menterjemahkan buku ini, juga, akan bagus jika dia dapat menikahi putri Ares.

"Baiklah, aku menerimanya. Jadi, apa rencana Anda? Jika perang meluas ke skala yang lebih besar, maka hal itu akan menarik perhatian."

"Manusia sangat merusak. Jika mereka tidak dibatasi oleh teknologi, sudah pasti mereka akan menghancurkan planet ini."

"Hmph, aku tahu, seperti yang telah terjadi pada Krypton." Kata Ares dengan nada jijik.

"Huh? Krypton meledak? Kamu benar-benar tahu hal ini?" Yves terkejut. Bukankah pak tua ini terjebak di Bumi? Mengapa dia tahu Planet Krypton meledak? Bisakah dia terbang?

"Meskipun aku berada di Bumi, bukan berarti aku tidak tahu tentang hal-hal yang terjadi di luar. Aku yakin Sorcerer Supreme juga tahu akan hal ini."

"Krypton adalah medan perang yang sangat bagus, sayang sekali meledak begitu tiba-tiba." Kata Ares dengan nada melankolis.

"Pernahkah anda berperang melawan Kryptonian?" Tanya Yves. Dunia ini menyajikan banyak kejutan.

Melirik pria itu, Ares berkata, "Kamu akan tahu ketika kamu menjadi cukup kuat. Baiklah, itu saja, ingat, pergi dan bantu aku menghadang Diana."

"Tunggu! Setidaknya beritahu aku di mana Paradise Island berada."

"Ambil. Setiap seratus tahun, penghalang sihir Paradise Island akan turun ke level terendah, dan masa itu akan segera tiba. Jika kamu ingin pergi ke sana, maka pergilah, jangan sampai mati." Ares melemparkan sebuah peta.

"Selain itu, Paradise Island cukup istimewa, sihir teleportasi tidak akan dapat digunakan di sana. Bisa dilakukan, hanya saja kamu memerlukan kekuatan Olympus."

Setelah menyerahkan urusan Diana kepada Yves, Ares pergi.

"Sayangku, apakah Ares yang memintamu untuk mengujiku?" Yves merangkul Katharina sambil menggodanya.

Nah, Superwoman ini sangat mirip dengan 'Superwoman' jahat di Asgard. Hei, tidak disangka dia akan mendapat berkah luar biasa dalam kedatangannya ke Eropa kali ini.

"Hmph, siapa yang kamu panggil sayang?!" Meskipun mulutnya menolak, tapi tubuhnya bertindak sangat jujur.

"Apakah Ayahmu benar-benar takut dengan pengejaran para Amazon?" Tanya Yves dengan nada heran. Jika Ares kuat, mengapa dia mencoba menghindar?

"Prajurit Amazon tidak selemah yang kamu bayangkan, tapi mereka tetap tidak sekuat Ayah. Alasan mengapa Ayah tidak menyerang Paradise Island karena Ibu saya."

"Selain itu, dia ingin tinggal lebih lama di Bumi, peperangan manusia memberinya kekuatan, kekuatan yang akan dia gunakan untuk menyelamatkan Ibu di kemudian hari." Jawab Katharina sambil mencoba menahan erangannya.

Tangan Yves telah merabah-rabah ke tempat sensitif miliknya, hal ini membuatnya sedikit tidak nyaman dan teransang.

"Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Ibumu?" Menyangkut Ibu mertuanya, tentu saja Yves akan mencoba membantu.

Meskipun dia tidak memiliki kekuatan sekarang, tapi bukan berarti dia tidak dapat menyelamatkannya di masa depan.

"Unn~ Untuk membantu Ayahku, Ibu membuat kesepakatan dengan 'New Gods' dan berakhir di tangan pria jahat, Darkseid. Ayahku mencoba mengumpulkan kekuatan untuk mengalahkan monster itu!"

"Yves, ketika kamu tumbuh lebih kuat di masa depan, tolong bantu aku menyelamatkan Ibu."

"Jika kamu berhasil menyelamatkannya, maka aku akan menyerahkan tubuh dan jiwaku padamu. Aku akan menjadi istrimu dan tidak akan pernah menghkhianatimu!" Katharina berkata sambil meneteskan air mata, nampak sangat merindukan ibunya.

Melihat Katharina menangis, Yves memutuskan untuk menghentikan tangan jahatnya untuk sementara waktu.

Memeluk wanita itu dengan lembut, Yves mencoba menghiburnya. "Aku akan mencoba yang terbaik. Jangan khawatir, sebagai istriku, aku akan membuatmu bahagia selama-lamanya."

"Termia kasih, Yves..." Superwoman, yang terkenal kejam kepada musuh-musuhnya kini terlihat lega dan tersenyum senang.

Di saat yang sama, Himalaya. Tiga prajurit Amazon yang atletis dan cantik datang bersamaan dengan seorang pria pirang berbaju besi yang juga diikuti oleh dua orang bersenjata lengkap.

Mereka bersama-sama datang menuju pintu masuk Kamar-Taj.

"Halo, Pangeran Oxy." Pemimpin prajurit Amazon bertubuh jangkung menyapa.

Di atas gunung yang dingin ini, wanita dengan rok pendek itu nampak tak terpengaruh oleh dinginnya cuaca.

"Ah, ternyata Jenderal Antiope. Senang bertemu dengan Anda." Pria tampan berambut pirang itu menyapa kembali sambil tersenyum sederhana, nampak tidak terlalu antusias maupun acuh tak acuh.

Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters