Cherreads

Chapter 389 - Kejatuhan Sang Bintang

Badai belum sepenuhnya mereda.

Petir masih menari liar di langit Risveyland, meski intensitasnya mulai melemah.

Di tengah pusaran cahaya dan debu—

Storm akhirnya goyah.

Retakan pada Scarlet Skycrimson menyebar seperti pecahan kaca.

Energi merah yang tadi berdenyut kuat kini berkedip tak stabil.

Velora bersuara, lebih pelan dari biasanya.

"Struktur armor melewati batas sinkronisasi. Sistem pertahanan runtuh."

Sebelum Storm sempat merespons—

Satu sambaran petir terakhir menembus sisa pertahanannya.

Ledakan keras mengguncang udara.

Tubuh Storm terpental.

Enam tangan baja Mode Ashura berkedip… lalu menghilang satu per satu, kembali masuk ke dalam armor yang mulai kehilangan cahaya.

Mode Ashura—nonaktif.

Scarlet Skycrimson memadamkan dirinya secara otomatis.

Bagian helm terbuka retak, lalu menghilang dalam serpihan energi merah.

Tubuh Storm jatuh bebas dari udara.

Dari kejauhan, Arabels menahan napasnya.

"Kak Rem…!"

Jester langsung menggerakkan kapal Arkananya, namun Zero menahan.

"Tunggu! Naga itu masih aktif!"

Storm menghantam tanah Risveyland dengan dentuman berat.

Debu membumbung tinggi.

Tanah retak membentuk cekungan baru.

Beberapa detik—tidak ada gerakan.

Hanya suara angin dan gemuruh petir yang tersisa.

Di langit, naga berkepala lima itu melayang perlahan turun.

Kelima kepalanya menatap ke arah kawah tempat Storm jatuh.

Petir masih menyelimuti tubuhnya, meski tak lagi sebesar sebelumnya.

Ia mengepakkan sayapnya dan mendarat beberapa puluh meter dari Storm.

Tanah bergetar.

Arabels memegangi konsol di dalam Cluster 29-334.

"Tolong… bangun kak…"

Napstylea menggertakkan giginya.

"Kalau Tuan Rem tidak berdiri sekarang, kita tidak akan diam."

Di tengah debu yang perlahan menipis—

Sosok Storm terlihat terbaring.

Armor telah menghilang sepenuhnya, menyisakan pakaian tempur yang hangus di beberapa bagian.

Tangannya sedikit bergerak.

Jari-jarinya mencengkeram tanah.

More Chapters