Cherreads

Chapter 410 - Intervensi

Pertempuran di halaman X.A.R.A semakin brutal.

Langit kota H2700 dipenuhi kilatan energi dan serpihan es yang beterbangan seperti badai kristal.

Benturan antara Storm dan Lgris saja sudah cukup membuat tanah bergetar.

Setiap pukulan dan tebasan mereka menciptakan gelombang kejut yang mengguncang bangunan sekitar.

Beberapa jendela markas bahkan mulai retak.

Di sisi lain medan tempur—

Laser dan proyektil energi saling bertabrakan di udara saat Zero bertarung melawan Terminator Demon.

Sementara Marika masih berhadapan dengan Arabels dan Lira, rantai emasnya melesat seperti ular cahaya.

Dan di depan gedung—

Medan gravitasi Rizen terus menekan pasukan pertahanan X.A.R.A.

Situasi mulai keluar dari kendali.

***

Di dalam gedung utama—

Violys Delstin berlari cepat menyusuri koridor menuju ruang kontrol pusat.

Napasnya sedikit terengah.

Beberapa layar di sepanjang dinding sudah menampilkan data kerusakan struktur markas.

"Ini gawat…" gumamnya.

Ia memasuki ruang kontrol X.A.R.A.

Puluhan monitor menampilkan citra medan pertempuran.

Seorang teknisi menoleh panik.

"Direktur Violys! Energi benturan di luar sudah mencapai batas keamanan struktur!"

Violys langsung menuju konsol utama.

Ia melihat data energi Storm dan Lgris yang terus meningkat.

Jika salah satu dari mereka meleset menyerang—

Bukan hanya markas.

Setengah kota bisa hancur.

"Kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi," katanya tegas.

Ia membuka jalur komunikasi prioritas tinggi.

"Hubungkan aku ke pusat pemerintahan Aksrega United."

Beberapa detik berlalu.

Lalu layar utama menampilkan simbol komunikasi pemerintah.

Wajah Presiden Kael Barrenheart muncul dalam hologram biru.

Tatapannya tenang, namun dingin seperti biasa.

"Apa kau Violys Delstin?"

"Benar, Pak Presiden Kael."

Violys langsung berbicara tanpa basa-basi.

"Pertempuran besar terjadi di markas X.A.R.A."

Kael tidak terlihat terkejut.

"Aku sudah menerima laporan."

Violys mengerutkan kening.

"Kalau begitu Anda tahu situasinya!"

Ia menunjuk layar yang menampilkan duel Storm dan Lgris.

"Serangan mereka terlalu besar untuk wilayah perkotaan!"

Gelombang kejut lain muncul di layar.

Gedung-gedung sekitar mulai terkena dampaknya.

Violys melanjutkan dengan nada serius.

"Jika ini terus dibiarkan… markas X.A.R.A akan hancur. Kota H2700 juga bisa ikut terkena dampaknya."

Kael terdiam beberapa detik.

Ia tampak berpikir.

"APH sedang menjalankan operasi resmi."

Violys menahan emosi.

"Operasi itu terjadi di tengah kota!"

Keheningan sejenak.

Lalu Kael akhirnya berbicara lagi.

"Baiklah."

Violys sedikit lega.

Namun Kael melanjutkan dengan nada tetap dingin.

"Storm dan entitas di dalam dirinya memang ancaman. Tapi menghancurkan kota bukan solusi."

Ia menekan sesuatu di panelnya.

"Saya akan mengirim Unit Pertahanan Militer Aksrega United ke lokasi."

Violys menatapnya tajam.

"Apa untuk menghentikan pertempuran?"

"Tidak, Hanya untuk menstabilkan situasi," jawab Kael.

***

Di layar lain muncul data perintah militer.

Sebuah armada unit tempur sedang bersiap bergerak.

Kael berbicara kepada seseorang di luar layar.

"Kapten."

Sosok seorang pria muncul di sisi hologram.

Seragam militernya menunjukkan pangkat tinggi.

Matanya tajam dan tenang.

Kapten Sir Varbosta Lynnys.

Kael memberikan perintah langsung.

"Kapten Varbosta."

"Ya, Pak Presiden."

"Menuju kota H2700 segera."

"Apa ini Objektif?"

Kael menjawab tanpa ragu.

"Stabilisasi konflik di markas X.A.R.A."

Ia melirik kembali layar yang menampilkan Storm dan Lgris.

"Terutama duel antara pemuda itu dan Lgris."

Kael menambahkan dengan nada serius.

"Satu serangan meleset dari mereka sudah cukup menghancurkan kota."

Varbosta mengangguk.

"Unit pertahanan bergerak sekarang."

Transmisi berakhir.

***

Violys masih berdiri di depan layar.

Ia tidak sepenuhnya yakin apakah kedatangan militer akan memperbaiki situasi—

atau justru membuatnya semakin kacau.

***

Sementara itu—

Di langit halaman markas X.A.R.A.

Storm dan Lgris kembali bertabrakan dengan kecepatan ekstrem.

BOOOM!

Ledakan energi menyapu udara.

Es pecah seperti hujan kristal.

More Chapters