Jauh dari pantai H2700.
Di pusat kota—
Sebuah bangunan besar berdiri megah dengan simbol APH terpampang di bagian atasnya.
Markas utama para pahlawan resmi Aksrega United.
Di dalam salah satu ruang komando—
Beberapa layar hologram besar menampilkan berbagai data keamanan dunia. Peta dimensi, laporan ancaman, hingga aktivitas energi yang tidak biasa.
Di tengah ruangan itu berdiri seorang pria tua dengan jas panjang hitam.
Tetua APH yang memiliki wewenang besar dalam menentukan keputusan organisasi.
Di depannya—
Sebuah layar hologram menampilkan sosok pria lain yang duduk tenang di kursinya.
Matanya tajam.
Aura yang terpancar darinya terasa berat bahkan melalui layar.
Dooms Wlenleys.
Pahlawan terkuat APH.
Penjaga keseimbangan ruang dan waktu.
Franskeinsteins melipat kedua tangannya di belakang punggungnya.
"Laporan terbaru sudah selesai."
Dooms tidak berkata apa-apa.
Ia hanya menunggu.
Franskeinsteins melanjutkan dengan nada serius.
"Operasi Psywars telah resmi ditutup."
Beberapa data muncul di layar.
Nama-nama yang terlibat di dalamnya tercatat jelas.
Franskeinsteins berkata pelan,
"Dua individu utama dalam operasi itu juga telah dikeluarkan dari sistem pengawasan APH."
Ia menyebutkan satu per satu.
"Napstylea Iwatales."
"Dan Jester Clownnys."
Franskeinsteins menghela napas tipis.
"Napstylea sebelumnya merupakan bagian dari pahlawan APH."
"Namun ia dianggap telah berbelot dari struktur organisasi."
Ia menatap layar dengan serius.
"Sedangkan Jester tidak pernah terdaftar secara resmi sejak awal."
Beberapa detik ruangan itu hening.
Dooms akhirnya mengangguk pelan.
Ia tampak tidak terlalu terkejut.
"Aku mengerti."
Franskeinsteins sedikit memperhatikan reaksinya.
"Tuan Dooms tidak keberatan?"
Dooms menatap data yang muncul di layar.
"Napstylea memang sudah berada di pihak Storm sejak lama."
Ia mengingat pertemuan mereka sebelumnya.
Pertarungan Storm yang sering menarik perhatian para pahlawan APH.
Dooms berkata tenang,
"Sejak mereka pertama kali bertemu… aku sudah menduga ini akan terjadi."
Franskeinsteins menyipitkan matanya sedikit.
"Menurutmu keputusan ini salah?"
Dooms menggeleng pelan.
"Tidak."
"Ini hanya konsekuensi dari pilihan mereka."
Ia bersandar sedikit di kursinya.
"Tapi satu hal pasti."
Matanya kembali menatap layar data yang menampilkan nama Storm Realms.
"Selama Storm masih bergerak… orang-orang seperti Napstylea akan terus berada di sekitarnya."
Franskeinsteins diam sejenak.
Lalu ia bertanya dengan nada lebih rendah.
"Apakah Tuan Dooms akan turun tangan jika situasinya memburuk?"
Dooms tidak langsung menjawab.
Tatapannya tertuju pada laporan energi terbaru yang muncul di layar lain—
Aktivitas tidak stabil di pantai selatan H2700.
Ia tahu.
Storm pasti berada di sana.
Dooms akhirnya berkata pelan.
"Belum saatnya."
Ia menutup matanya sejenak.
"Selama dunia masih bisa menanganinya… aku tidak perlu bergerak."
Franskeinsteins mengangguk kecil.
Namun di layar lain—
Data energi terus meningkat.
