Cherreads

Chapter 467 - Kepala yang Masih Hidup

Cahaya dari runtuhnya Domain perlahan menghilang.

Aula markas X.A.R.A kembali terlihat—

Namun kini dipenuhi keheningan.

Semua orang menatap ke satu titik di tengah ruangan.

Storm telah kembali.

Namun—

Ia tidak sendirian.

Di tangannya—

Ia memegang sesuatu: Kepala Deathrays.

Beberapa ilmuwan langsung mundur dengan wajah pucat.

Arabels menutup mulutnya kaget.

Napstylea menyipitkan mata.

Zero dan Lira terdiam.

Jester hanya menatap dengan ekspresi serius.

Karena—

Kepala itu masih hidup.

Mata Deathrays masih terbuka.

Senyum tipis masih ada di wajahnya.

"Heh…"

Suaranya terdengar lemah namun jelas.

"Kau benar-benar…"

"Menyebalkan sialan."

Storm menatapnya datar.

"Aku sudah bilang."

"Kau susah sekali mati."

Ia mengangkat kepala itu sedikit lebih tinggi.

Energi samar masih terasa dari Deathrays.

Tubuhnya memang hancur—

Namun keberadaannya belum benar-benar lenyap.

Storm menghela napas kecil.

"Kalau begini terus…"

"Kau akan bangkit lagi."

Deathrays tertawa pelan.

"Benar…"

"Itulah aku, Apocalyptic Deathrays."

Beberapa orang di aula mulai menyadari sesuatu.

Storm belum selesai.

Ia tidak berniat membiarkan Deathrays hidup kembali.

Storm menatap ke arah langit-langit markas.

Matanya berubah lebih serius.

"Aku akan memastikan kali ini."

Arabels langsung menyadari niatnya.

"Storm… tunggu—"

Namun—

WHUSH!

Storm sudah melesat ke atas.

Ia menembus atap bangunan dengan kecepatan tinggi.

BOOOOM!!

Debu dan pecahan atap berhamburan.

Dalam sekejap—

Storm sudah berada di udara.

Langit malam terbentang luas.

Kilatan cahaya dari pergerakan para pahlawan APH masih terlihat di kejauhan.

Storm melayang di udara.

Masih memegang kepala Deathrays.

Deathrays tersenyum tipis.

"Kau mau apa sekarang?"

Storm tidak menjawab.

Ia hanya melemparkan kepala itu ke atas.

WHUSH!

Kepala Deathrays melesat tinggi ke langit.

Semakin tinggi.

Semakin jauh.

Storm mengangkat tangannya.

Energi mulai terkumpul.

Cahaya terang muncul di telapak tangannya.

Udara di sekitarnya bergetar hebat.

Dari bawah—

Beberapa orang di kota melihat cahaya itu.

"Lihat!"

"Apa itu?!"

Di langit—

Storm membidik dengan tepat.

Matanya tajam.

"Kalau kau tidak bisa mati dengan cara biasa…"

Energi di tangannya semakin besar.

"Aku akan menghapusmu sampai tidak tersisa."

Cahaya itu mencapai puncaknya.

Kemudian—

ZRAAAAAAAAK!!!

Sinar laser raksasa melesat ke arah langit.

Cahaya itu menembus udara dengan kecepatan luar biasa.

Mengenai—

Kepala Deathrays.

Ledakan cahaya terjadi di langit.

BOOOOOOOOM!!!

Cahaya menyilaukan menyebar ke segala arah.

Langit malam seakan terbelah oleh serangan itu.

Di bawah—

Semua orang hanya bisa melihat.

Serangan itu begitu besar hingga membuat langit bersinar sesaat.

Storm tetap melayang di udara.

Matanya menatap ke atas.

More Chapters