Cherreads

Chapter 476 - Tamu yang Tidak Diundang

Di dalam markas X.A.R.A.

Suasana berubah drastis.

Jika sebelumnya dipenuhi aktivitas ilmiah dan diskusi, kini yang tersisa hanyalah ketegangan.

Pintu utama terbuka lebar.

Beberapa sosok berdiri di sana.

Aura mereka berat.

Di depan, Franskeinsteins Lywara melangkah masuk dengan tenang.

Langkahnya pelan.

Namun setiap langkahnya terasa menekan seluruh ruangan.

Di belakangnya, beberapa pahlawan APH lainnya berdiri diam.

Mengawasi.

Mengunci situasi.

Para ilmuwan X.A.R.A tidak berani bergerak.

Beberapa mundur perlahan.

Beberapa hanya diam dengan wajah tegang.

Di sisi lain ruangan, Aryes Wilston, Violys Delstin, Professor Romeos, serta yang lainnya berdiri berhadapan langsung dengan mereka.

Aryes menatap Franskeinsteins tanpa senyum.

"Anda masuk tanpa izin."

Franskeinsteins berhenti.

Ia menatap Aryes dengan tenang.

"Ini bukan kunjungan."

Jawabannya singkat.

Violys menyilangkan tangannya.

"Aku tidak melihat alasan mengapa Anda harus ada di sini."

Romeos menambahkan dengan nada serius.

"Ini fasilitas penelitian. Bukan medan operasi APH."

Namun, Franskeinsteins tidak terlihat terganggu.

Ia hanya melihat sekeliling ruangan.

Layar-layar yang menampilkan pertarungan Storm masih aktif.

Ia memperhatikannya sejenak.

Lalu berkata,

"Justru karena itulah."

Ia menoleh kembali ke mereka.

"Storm ada hubungannya dengan tempat ini."

Suasana menjadi semakin tegang.

Di belakang, beberapa pahlawan APH lainnya mulai menyebar.

Bukan menyerang.

Namun jelas menguasai area.

Zero mengepalkan tangannya.

"Mereka mengambil alih situasi."

Lira berdiri di sampingnya, wajahnya serius.

Jester hanya memutar satu kartu di tangannya, namun tidak bergerak.

Napstylea melangkah sedikit ke depan.

Matanya menatap tajam ke arah Franskeinsteins.

"Kalian tidak akan menyentuh siapa pun di sini."

Franskeinsteins menatapnya sekilas, namun tidak merespons.

Ia kembali berbicara pada Aryes.

"Kami tidak datang untuk bertarung di sini."

Aryes menjawab cepat.

"Itu bagus. Karena itu tidak akan menguntungkan siapa pun."

Beberapa detik hening.

Namun semua orang tahu satu hal: situasi ini bisa meledak kapan saja.

Aryes menghela napas pelan.

"Anda tahu kami tidak bisa mengusirmu."

Franskeinsteins mengangguk sedikit.

"Ya."

Ia menjawab jujur.

"Jika APH sudah bergerak…"

Ia melihat ke arah layar yang menampilkan kilatan pertarungan.

"Tidak ada yang bisa menghentikannya."

Kata-kata itu membuat ruangan semakin sunyi.

Karena semua orang di sana tahu itu kebenaran mutlak.

More Chapters