Cherreads

Chapter 528 - Gravitasi yang Menundukkan

Semua orang masih memproses rencana Storm. Namun sebelum siapa pun sempat bertanya lebih jauh — Storm sudah berdiri.

"…Aku keluar."

Satu kalimat. Langsung membuat semua terdiam.

---

Aryes menoleh cepat. "Apa?!"

Violys menyipitkan mata. "…Kau serius?"

Storm tidak menjawab. Ia sudah berjalan menuju pintu keluar. Langkahnya tenang. Tanpa ragu.

---

Arabels menatapnya. Sedikit cemas. "…Storm…" Namun ia tidak menghentikannya. Seolah percaya — bahwa Storm tahu apa yang ia lakukan.

---

Di depan pintu utama —

Storm berhenti. Menatap ke luar. Kilatan petir terlihat jelas. Lebih dekat. Lebih berbahaya.

"Proxi." Storm berbicara singkat. "…Buka."

Proxi 5R terdiam sesaat. Memproses perintah. "Peringatan: tekanan luar ekstrem. Risiko —"

"Buka." Nada suara Storm tidak berubah. Namun tegas.

Beberapa detik hening. Lalu — "…Perintah diterima."

Pintu mulai terbuka. Perlahan.

---

Angin luar angkasa dan energi atmosfer langsung terasa. Kilatan petir menyambar di kejauhan. Seolah — mengincar.

Storm melangkah maju. Berdiri di ambang pintu. Tanpa pelindung. Tanpa ragu.

Dari dalam — semua orang menahan napas. Melihatnya.

---

Petir mulai bergerak. Lebih liar. Lebih agresif. Seolah menyadari keberadaan Storm.

Satu kilatan besar — mengarah lurus padanya.

Namun — Storm tidak menghindar. Ia hanya mengangkat — satu tangan.

Hening. Sesaat.

Lalu — *BOOOOM!! *

---

Seluruh ruang di sekitar planet — bergetar.

Bukan karena petir. Namun karena — gravitasi. Tekanan yang luar biasa muncul. Tak terlihat — namun terasa.

Planet Ulra T-34 — bergetar hebat. Permukaannya bergetar. Atmosfernya terdistorsi. Seolah ada kekuatan — yang mencoba — meremukkannya.

---

Di dalam Nexus —

Semua orang terpaku. Mata mereka melebar.

"…Apa… ini…"

---

Petir yang tadi mengamuk — mendadak berubah. Arah mereka kacau. Alirannya terputus.

Dan satu per satu — menghilang.

Langit yang tadi penuh badai — perlahan menjadi tenang. Awan mulai terpecah. Kilatan berhenti.

Seolah — takut.

---

Storm tetap berdiri. Tangannya masih terangkat. Tatapannya dingin.

Lalu perlahan — ia menurunkan tangannya.

Tekanan itu — menghilang.

Planet berhenti bergetar. Atmosfer kembali stabil.

Hening.

---

Di dalam kapal —

Tidak ada yang bicara. Tidak ada yang bergerak.

Aryes menatap layar. Tak percaya. "…Dia… menghentikan badai…"

Violys tersenyum tipis. Namun matanya tajam. "…Bukan menghentikan." Ia menatap Storm. "…Tapi menundukkan."

Arabels hanya diam. Menatap sosok Storm. Dengan perasaan kagum dan takut.

---

Storm berbalik. Masuk kembali ke dalam kapal. Seolah tidak terjadi apa-apa.

"…Jalan sudah terbuka." Suaranya datar.

More Chapters