Di ruang hampa — pertarungan mencapai puncaknya.
Zero melesat maju. Langsung ke jarak dekat.
*CLANG!! *
Serangannya menghantam — namun kosong.
"…!"
Gyroll sudah tidak di sana.
Zero berputar. Menyerang lagi. Cepat. Presisi. Mematikan. Namun — setiap pukulan — tidak pernah benar-benar mengenai.
Gyroll terlihat diam. Seolah tidak bergerak. Namun — di saat yang sama — ia ada di berbagai posisi. Perpindahan ruang. Hampir tak terdeteksi.
"…Tidak bisa dikunci…" Zero bergumam.
Tiba-tiba — *BOOM!! * Serangan balik datang. Zero menahan — namun tubuhnya terdorong mundur.
---
Di sisi lain —
Jester mengangkat kedua tangannya.
"…Kalau begitu…"
Ribuan kartu Arkana muncul. Satu. Sepuluh. Ratusan. Hingga — puluhan ribu.
Kartu-kartu itu berputar. Membentuk pola. Lalu — MENUTUP.
Sebuah kubah raksasa terbentuk. Mengurung — Gyroll.
Jester tersenyum lebar. "…Sekarang kita bicara aturan."
Energi dalam kubah berdenyut. Mengunci ruang. Untuk sesaat — Gyroll tidak bergerak.
Hening.
Lalu — ia mengangkat tangannya. Sedikit saja.
"Membosankan."
*CRACK. *
Retakan muncul.
Jester membelalak. "…Eh?"
*CRASH!! *
Kubah itu hancur. Seolah tidak pernah ada. Kartu-kartu Arkana terlempar. Hancur. Tersapu.
Jester terdiam. Senyumnya hilang sesaat. "…Oke…"
---
Di sisi lain —
Napstylea mencoba berdiri stabil. Namun tubuhnya berat.
Armornya berbunyi keras. "Batas energi tercapai. Sistem tidak stabil."
Ia menggertakkan gigi. "…Belum…"
Namun langkahnya goyah. Gerakannya melambat. Ia mencoba maju — namun hampir terjatuh.
---
Gyroll menatap mereka bertiga.
"…Itu saja?"
Zero kembali bersiap. Meski tekanan meningkat.
Jester menarik napas. Kartu-kartu tersisa kembali berputar di sekitarnya.
Napstylea tetap berdiri. Meski dengan susah payah.
Tiga melawan satu.
Namun — tidak ada perubahan.
