Di dalam armada perompak — sorakan pecah.
"Komandan Gyroll tak tersentuh!" "Seperti biasa!"
Para perompak tertawa. Menyaksikan pertarungan dari layar. Bagi mereka — itu bukan pertempuran. Itu — hiburan.
Sosok Gyroll yang berdiri tanpa terluka — menjadi bukti. "Tak ada yang bisa melawannya!"
---
Namun — di tengah sorakan itu — satu perompak tidak ikut tertawa.
Tatapannya fokus. Menatap layar lain. Nexus S-4473. Kapal besar itu — diam. Namun justru — itulah yang menarik.
Ia memberi isyarat cepat. "Cukup menonton." Suaranya tegas.
Beberapa langsung menoleh. "…Apa?"
Perompak itu menunjuk layar. "Itu target utama kita."
Hening sesaat. Lalu — senyum mulai muncul.
"…Benar juga…" "Selagi mereka sibuk — kita ambil semuanya."
Suasana langsung berubah. Dari menonton — menjadi bersiap.
"Unit serbu siap!" "Senjata aktif!"
Kapal-kapal kecil mulai bergerak. Keluar dari formasi. Menuju — Nexus.
---
Di dalam Nexus —
Alarm kembali berbunyi. "Deteksi unit musuh mendekat!"
Aryes langsung menoleh. "…Mereka mulai bergerak…"
Lira mengerutkan kening. "…Bukan ke garis depan…" Layar menampilkan puluhan unit kecil — meluncur cepat. Menuju langsung ke mereka. "…Ke sini."
Aryes mengepalkan tangan. "…Jadi ini tujuan mereka."
Bukan sekadar bertarung. Namun — merampas.
---
Di luar —
Kapal-kapal kecil itu semakin dekat. Seperti kawanan pemburu.
Sementara di garis depan — Gyroll masih menahan tiga petarung. Tanpa tergesa. Seolah tahu — anak buahnya akan menyelesaikan sisanya.
---
Di Nexus —
Aryes menarik napas dalam. "…Semua posisi tempur."
Suasana berubah. Kini — mereka tidak lagi hanya menonton.
Mereka — target utama.
